Tol Kataraja Resmi Beroperasi, PIK 2 Siap Jadi Pusat Ekonomi Baru di Utara Jakarta
Kamis, 09 Oktober 2025 - 10:51 WIB
loading...
Jalan Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg (Kataraja) yang terhubung langsung dengan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 resmi beroperasi fungsional mulai hari ini. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Jalan Tol Kamal–Teluknaga–Rajeg (Kataraja) yang terhubung langsung dengan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 resmi beroperasi fungsional mulai hari ini. Selama masa uji coba, pengguna jalan dapat melintas secara gratis setiap pukul 06.00–22.00 WIB hingga 20 Oktober mendatang.
Tol sepanjang 39 kilometer ini bukan hanya memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke pesisir Tangerang, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan utara Ibu Kota. Akses yang semakin terbuka dinilai akan mempercepat pengembangan kawasan PIK 2 sebagai destinasi investasi, hunian, dan pariwisata terpadu.
Menariknya, pembukaan Tol Kataraja bertepatan dengan pelaksanaan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2. Ajang internasional tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata, investor, dan wisatawan, yang sekaligus menegaskan posisi PIK 2 sebagai episentrum ekonomi baru di Jabodetabek.
CEO & Founder Yes Invest, Christofer, CSA, CTA, menilai kehadiran Tol Kataraja akan membawa efek pengganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor ekonomi. Dengan tersambungnya kawasan PIK 2 ke jaringan tol utama, biaya logistik menuju Bandara Soekarno–Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok akan turun signifikan.
"Arus distribusi barang menjadi lebih efisien, waktu tempuh berkurang drastis, dan daya saing manufaktur maupun perdagangan akan meningkat," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/10).
Baca Juga: Truk Terjun dari Tol Tangerang-Merak Timpa Mobil Pikap, 5 Orang Jadi Korban
Menurut Christofer, konektivitas merupakan faktor kunci peningkatan nilai properti. Dengan adanya tol baru, kawasan seperti PIK 2 akan menjadi magnet investasi karena kepastian aksesibilitas dianggap sebagai jaminan pertumbuhan nilai aset. “Investor menilai pembukaan tol ini sebagai sinyal kuat bahwa PIK 2 akan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari sisi ekonomi riil, aktivitas di sektor hospitality, perdagangan, dan pariwisata akan meningkat pesat. Efek berantai tersebut akan menciptakan lapangan kerja baru, mendorong konsumsi rumah tangga, serta memperluas basis pajak daerah. “Kawasan ini akan menjadi contoh bagaimana infrastruktur bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata,” tambahnya.
Secara korporasi, Christofer menilai pengoperasian Tol Kataraja akan menjadi katalis positif bagi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) selaku pengembang utama kawasan sekaligus pemilik proyek tol.
"Kinerja PANI akan terdorong oleh peningkatan trafik pengunjung ke PIK 2 serta dukungan aksi korporasi rights issue yang dibahas dalam RUPS Luar Biasa pada 9 Oktober 2025," katanya.
Baca Juga: Gerbang Tol Semanggi dan Slipi Ditutup Malam Ini, Jasa Marga Kebut Perbaikan
Ia menjelaskan, harga pelaksanaan rights issue PANI diperkirakan berada di kisaran Rp10.700–13.800 per saham dari harga pasar Rp15.375 per 8 Oktober 2025. Tambahan modal hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat penyertaan saham pada PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dan mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Tol Kataraja.
Yes Invest juga mencatat saham PANI masih dalam tren penguatan dengan potensi menuju level Rp23.450, selama bertahan di atas area support Rp10.875–12.850. Sebanyak delapan dari 13 sekuritas yang tercatat di Bloomberg Terminal merekomendasikan “buy” dengan target harga Rp19.000–20.000 per saham.
Christofer menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan swasta melalui proyek seperti Tol Kataraja menunjukkan sinergi positif antara pembangunan fisik dan kebijakan ekonomi. "Tol Kataraja menjadi cermin bagaimana pembangunan infrastruktur mampu memicu pertumbuhan ekonomi berlapis, dari efisiensi logistik hingga peningkatan daya beli masyarakat," pungkasnya.
Tol sepanjang 39 kilometer ini bukan hanya memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke pesisir Tangerang, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru di kawasan utara Ibu Kota. Akses yang semakin terbuka dinilai akan mempercepat pengembangan kawasan PIK 2 sebagai destinasi investasi, hunian, dan pariwisata terpadu.
Menariknya, pembukaan Tol Kataraja bertepatan dengan pelaksanaan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2. Ajang internasional tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata, investor, dan wisatawan, yang sekaligus menegaskan posisi PIK 2 sebagai episentrum ekonomi baru di Jabodetabek.
CEO & Founder Yes Invest, Christofer, CSA, CTA, menilai kehadiran Tol Kataraja akan membawa efek pengganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor ekonomi. Dengan tersambungnya kawasan PIK 2 ke jaringan tol utama, biaya logistik menuju Bandara Soekarno–Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok akan turun signifikan.
"Arus distribusi barang menjadi lebih efisien, waktu tempuh berkurang drastis, dan daya saing manufaktur maupun perdagangan akan meningkat," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (9/10).
Baca Juga: Truk Terjun dari Tol Tangerang-Merak Timpa Mobil Pikap, 5 Orang Jadi Korban
Menurut Christofer, konektivitas merupakan faktor kunci peningkatan nilai properti. Dengan adanya tol baru, kawasan seperti PIK 2 akan menjadi magnet investasi karena kepastian aksesibilitas dianggap sebagai jaminan pertumbuhan nilai aset. “Investor menilai pembukaan tol ini sebagai sinyal kuat bahwa PIK 2 akan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari sisi ekonomi riil, aktivitas di sektor hospitality, perdagangan, dan pariwisata akan meningkat pesat. Efek berantai tersebut akan menciptakan lapangan kerja baru, mendorong konsumsi rumah tangga, serta memperluas basis pajak daerah. “Kawasan ini akan menjadi contoh bagaimana infrastruktur bisa menggerakkan ekonomi masyarakat secara nyata,” tambahnya.
Secara korporasi, Christofer menilai pengoperasian Tol Kataraja akan menjadi katalis positif bagi PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) selaku pengembang utama kawasan sekaligus pemilik proyek tol.
"Kinerja PANI akan terdorong oleh peningkatan trafik pengunjung ke PIK 2 serta dukungan aksi korporasi rights issue yang dibahas dalam RUPS Luar Biasa pada 9 Oktober 2025," katanya.
Baca Juga: Gerbang Tol Semanggi dan Slipi Ditutup Malam Ini, Jasa Marga Kebut Perbaikan
Ia menjelaskan, harga pelaksanaan rights issue PANI diperkirakan berada di kisaran Rp10.700–13.800 per saham dari harga pasar Rp15.375 per 8 Oktober 2025. Tambahan modal hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk memperkuat penyertaan saham pada PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dan mempercepat pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Tol Kataraja.
Yes Invest juga mencatat saham PANI masih dalam tren penguatan dengan potensi menuju level Rp23.450, selama bertahan di atas area support Rp10.875–12.850. Sebanyak delapan dari 13 sekuritas yang tercatat di Bloomberg Terminal merekomendasikan “buy” dengan target harga Rp19.000–20.000 per saham.
Christofer menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan swasta melalui proyek seperti Tol Kataraja menunjukkan sinergi positif antara pembangunan fisik dan kebijakan ekonomi. "Tol Kataraja menjadi cermin bagaimana pembangunan infrastruktur mampu memicu pertumbuhan ekonomi berlapis, dari efisiensi logistik hingga peningkatan daya beli masyarakat," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :