Harga Emas Dunia Dekati USD4.100, Ini 3 Faktor Penyebabnya
Senin, 13 Oktober 2025 - 14:02 WIB
loading...
A
A
A
Penguatan emas dipengaruhi oleh ancaman mantan Presiden AS Donald Trump yang akan mengenakan biaya impor 100 persen terhadap produk China, dimulai dari komoditas tanah jarang. Aksi balasan dari China turut menciptakan ketegangan baru, mendorong investor mencari aset safe-haven seperti emas.
Perpolitikan di AS masih stagnan karena belum ada kesepakatan antara Partai Republik dan Partai Demokrat mengenai batas atas pendanaan pinjaman. Ibrahim menyoroti Partai Demokrat yang masih kukuh mempertahankan program kesehatan tanpa pemotongan 50%.
Di tengah kebuntuan fiskal ini, Ibrahim memperkirakan Bank Sentral AS (The Fed) kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan minggu ini. Kebijakan ini diambil untuk merespons kondisi fiskal AS, meskipun rilis data penting seperti pengangguran dan inflasi kemungkinan tertunda akibat libur panjang.
Ketegangan geopolitik juga menjadi pemicu. Meskipun di Timur Tengah terjadi gencatan senjata, konflik di Eropa terus memanas seiring permintaan rudal oleh Ukraina kepada Prancis untuk menghadapi serangan Rusia. Selain itu, kondisi politik di Prancis dan Jepang juga tidak pasti.
Di Jepang, Perdana Menteri berfokus melegalkan kripto, yang kemungkinan berlawanan dengan Bank of Japan (BOJ) yang mempertahankan suku bunga rendah (anti-kenaikan suku bunga), sehingga membuat indeks dolar melemah dan emas menguat. Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik, Emas Antam Malah Menukik Lagi Hari Ini
Perpolitikan di AS masih stagnan karena belum ada kesepakatan antara Partai Republik dan Partai Demokrat mengenai batas atas pendanaan pinjaman. Ibrahim menyoroti Partai Demokrat yang masih kukuh mempertahankan program kesehatan tanpa pemotongan 50%.
Di tengah kebuntuan fiskal ini, Ibrahim memperkirakan Bank Sentral AS (The Fed) kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan minggu ini. Kebijakan ini diambil untuk merespons kondisi fiskal AS, meskipun rilis data penting seperti pengangguran dan inflasi kemungkinan tertunda akibat libur panjang.
Ketegangan geopolitik juga menjadi pemicu. Meskipun di Timur Tengah terjadi gencatan senjata, konflik di Eropa terus memanas seiring permintaan rudal oleh Ukraina kepada Prancis untuk menghadapi serangan Rusia. Selain itu, kondisi politik di Prancis dan Jepang juga tidak pasti.
Di Jepang, Perdana Menteri berfokus melegalkan kripto, yang kemungkinan berlawanan dengan Bank of Japan (BOJ) yang mempertahankan suku bunga rendah (anti-kenaikan suku bunga), sehingga membuat indeks dolar melemah dan emas menguat. Baca Juga: Harga Emas Dunia Naik, Emas Antam Malah Menukik Lagi Hari Ini
Lihat Juga :