Danone Indonesia dan UNU Yogya Sinergi Dukung Ketahanan Pangan
Rabu, 15 Oktober 2025 - 22:26 WIB
loading...
Danone Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta memperkuat komitmen dalam mendukung ketahanan pangan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Danone Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta memperkuat komitmen dalam mendukung ketahanan pangan dan peternakan berkelanjutan di Indonesia. Wujud nyata sinergi ini diaktualisasikan melalui program Indonesia–Middle East and North Africa (MENA) Expert Exchange 2025 yang berlangsung di Mesir pada 21–27 September 2025.
Program tersebut menjadi wadah strategis bagi pertukaran pengetahuan lintas negara, khususnya dalam praktik peternakan sapi perah yang baik, inovasi pangan, dan pemberdayaan peternak. Delegasi Indonesia melakukan kunjungan ke sejumlah institusi kunci, seperti Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kairo, Agricultural Research Center (ARC), Egyptian Food Bank, hingga Danone Egypt’s Dairy Farm.
Delegasi Indonesia terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi keagamaan, dan sektor swasta. Turut hadir Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo, Ketua PBNU KH. Ulil Abshar Abdalla, perwakilan Kementerian Pertanian, pakar gizi nasional, serta jajaran Danone Indonesia.
Menurut Ratih Anggraeni, Head of Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, fokus utama program ini adalah mendorong peternakan sapi perah menuju sistem pangan yang tangguh. “Kami berkomitmen mendorong praktik peternakan berkelanjutan dan pengelolaan susu segar berkualitas, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak, khususnya skala mikro dan kecil,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).
Rektor UNU Yogyakarta, Widya Priyahita Pudjibudojo, menyatakan bahwa agenda ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik di bidang pangan dan industri hijau, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan talenta muslim. Ia berharap kerja sama lintas sektor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia.
Baca Juga: Kapolri Paparkan Berbagai Inovasi Polri Dukung Ketahanan Pangan
Dalam kunjungannya, delegasi mempelajari beragam praktik unggulan, mulai dari inovasi riset efisiensi air dan smart farming di ARC, model penanganan pangan terpadu di Egyptian Food Bank, hingga sistem produksi dan distribusi pangan terintegrasi di perusahaan pakan Al Watania.
Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf, menyambut positif inisiatif ini. “Kolaborasi ini mencerminkan eratnya hubungan Indonesia–Mesir serta membuka ruang kerja sama di bidang pangan, pendidikan, dan ekonomi,” tegasnya.
Baca Juga: Zulhas Panen Brokoli hingga Ayam Petelur di Rumah Pangan PNM
Sebagai tindak lanjut, sejumlah komitmen telah disepakati, termasuk penjajakan kerja sama riset antara UNU Yogyakarta dengan ARC dan Al Watania, serta peluang pertukaran mahasiswa dengan Al Azhar University. PBNU dan Kementerian Wakaf Mesir juga menyepakati pembentukan satuan tugas bersama untuk advokasi dan pendidikan generasi muda. Melalui program ini, Danone Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pangan yang sehat dan berkelanjutan.
Program tersebut menjadi wadah strategis bagi pertukaran pengetahuan lintas negara, khususnya dalam praktik peternakan sapi perah yang baik, inovasi pangan, dan pemberdayaan peternak. Delegasi Indonesia melakukan kunjungan ke sejumlah institusi kunci, seperti Kedutaan Besar RI (KBRI) di Kairo, Agricultural Research Center (ARC), Egyptian Food Bank, hingga Danone Egypt’s Dairy Farm.
Delegasi Indonesia terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi keagamaan, dan sektor swasta. Turut hadir Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo, Ketua PBNU KH. Ulil Abshar Abdalla, perwakilan Kementerian Pertanian, pakar gizi nasional, serta jajaran Danone Indonesia.
Menurut Ratih Anggraeni, Head of Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, fokus utama program ini adalah mendorong peternakan sapi perah menuju sistem pangan yang tangguh. “Kami berkomitmen mendorong praktik peternakan berkelanjutan dan pengelolaan susu segar berkualitas, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak, khususnya skala mikro dan kecil,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).
Rektor UNU Yogyakarta, Widya Priyahita Pudjibudojo, menyatakan bahwa agenda ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik di bidang pangan dan industri hijau, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan pengembangan talenta muslim. Ia berharap kerja sama lintas sektor ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia.
Baca Juga: Kapolri Paparkan Berbagai Inovasi Polri Dukung Ketahanan Pangan
Dalam kunjungannya, delegasi mempelajari beragam praktik unggulan, mulai dari inovasi riset efisiensi air dan smart farming di ARC, model penanganan pangan terpadu di Egyptian Food Bank, hingga sistem produksi dan distribusi pangan terintegrasi di perusahaan pakan Al Watania.
Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf, menyambut positif inisiatif ini. “Kolaborasi ini mencerminkan eratnya hubungan Indonesia–Mesir serta membuka ruang kerja sama di bidang pangan, pendidikan, dan ekonomi,” tegasnya.
Baca Juga: Zulhas Panen Brokoli hingga Ayam Petelur di Rumah Pangan PNM
Sebagai tindak lanjut, sejumlah komitmen telah disepakati, termasuk penjajakan kerja sama riset antara UNU Yogyakarta dengan ARC dan Al Watania, serta peluang pertukaran mahasiswa dengan Al Azhar University. PBNU dan Kementerian Wakaf Mesir juga menyepakati pembentukan satuan tugas bersama untuk advokasi dan pendidikan generasi muda. Melalui program ini, Danone Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam membangun sistem pangan yang sehat dan berkelanjutan.
(nng)
Lihat Juga :