Keterbatasan Pasokan Emas di Tengah Harga Tinggi, Begini Kata Pengamat

Rabu, 15 Oktober 2025 - 23:20 WIB
loading...
Keterbatasan Pasokan...
Pengamat menerangkan, harga emas global saat ini berada pada tren tinggi akibat ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan beberapa mata uang utama. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kenaikan harga emas disebut tidak ada kaitannya dengan PT Aneka Tambang Tbk ( Antam ), melainkan dampak pergerakan emas internasional. Selain itu kenaikan pembelian emas oleh bank sentral global menjadi motor pergerakan harga.

"Yang jelas harga emas naik bukan karena Antam menimbun barang," kata Pengamat investasi, Ariston Tjendra dikutip Rabu (15/10/2025).

Suara senada disampaikan oleh pengamat ekonomi Algooth Putranto yang menilai tudingan bahwa Antam menimbun emas tidak memiliki dasar yang kuat. Kenaikan harga emas Antam selalu mengikuti pergerakan harga emas global (spot gold) yang transparan dan dapat diakses oleh publik.

Baca Juga: Harga Emas Terus Meroket Tembus Rekor Rp2.383.000/Gram, Sampai Kapan Naik Terus?

Algooth menyebut, penyesuaian harga emas Antam dilakukan secara rutin mengikuti perubahan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Harga emas Antam tidak bisa ditentukan sepihak karena acuannya adalah harga emas internasional.

“Jika harga dunia naik, harga Antam naik. Jika turun, harga pun turun. Jadi tuduhan bahwa Antam menimbun emas untuk mengerek harga tidak logis secara ekonomi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa harga emas global saat ini berada pada tren tinggi akibat ketidakpastian ekonomi global dan pelemahan beberapa mata uang utama. Dalam kondisi tersebut, banyak investor individu beralih ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), sehingga permintaan meningkat tajam.

“Permintaan melonjak, tapi pasokan logam mulia di dalam negeri relatif terbatas. Antam justru berperan menjaga keseimbangan pasokan agar distribusi merata, bukan menimbun,” tambahnya.

Lebih lanjut, Algooth menyebutkan bahwa Antam merupakan satu-satunya produsen emas batangan di Indonesia yang tersertifikasi Good Delivery List dari London Bullion Market Association (LBMA). Jadi seluruh proses produksi dan penetapan harga mengikuti standar internasional yang ketat dan diaudit secara berkala.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Dekati USD4.100, Ini 3 Faktor Penyebabnya

“Sebagai perusahaan publik Antam memiliki mekanisme tata kelola yang transparan. Segala bentuk manipulasi harga atau penimbunan jelas bertentangan dengan prinsip good corporate governance yang diterapkan,” tegasnya.

Algoith juga berpandangan adalah wajar jika masyarakat merasakan keterbatasan pasokan di masa permintaan tinggi. Pasalnya Antam harus mengatur kuota distribusi agar tetap adil di seluruh butik Logam Mulia di Indonesia.

“Langkah ini justru menunjukkan tanggung jawab Antam untuk memastikan pemerataan, bukan praktik penimbunan,” tutupnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Turun Lagi Rp10 Ribu per Gram, Saatnya Beli Bunda?
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
Satu Dekade Membangun...
Satu Dekade Membangun Literasi Keuangan Berbasis Emas di Indonesia
Gandeng BUMN, Platform...
Gandeng BUMN, Platform IDN Gold Hadirkan Koin Emas Fisik Dilengkapi Teknologi Invisible Ink
Kemensos Lelang Emas...
Kemensos Lelang Emas Hadiah Tak Tertebak Senilai Rp10 Miliar, Hasilnya untuk Bantu Keluarga Rentan
Rekomendasi
Diperiksa Terkait Kasus...
Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Praz Teguh Akui Sudah Kembalikan Uang Saku
Paula Verhoeven Dicecar...
Paula Verhoeven Dicecar 30 Pertanyaan soal Kasus Hanania Group, Ini Pengakuannya!
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved