Olah Limbah Ikan Jadi Produk Bernilai, Kelompok Binaan Badak LNG Raup Rp60 Juta/Bulan

Kamis, 16 Oktober 2025 - 12:08 WIB
loading...
Olah Limbah Ikan Jadi...
Badak LNG, anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE), melalui 4 pilar kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) aktif terlibat dalam upaya pembangunan Kota Bontang, Kalimantan Timur. Foto/Dok
A A A
BONTANG - Badak LNG , anak usaha Pertamina Hulu Energi (PHE), melalui 4 pilar kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) aktif terlibat dalam upaya pembangunan Kota Bontang, Kalimantan Timur. Di bidang pemberdayaan, perusahaan berkolaborasi dengan masyarakat mendesain dan menjalankan berbagai program yang memanfaatkan potensi ekonomi daerah secara optimal.

Salah satunya adalah program "Waste Free Ocean for Future Fit Society" yang menyasar pengolahan produk perikanan laut dan limbah yang dihasilkannya. Program tersebut berawal dari keprihatinan Sugiyono, warga lokal yang resah melihat banyaknya hasil tangkap nelayan, yang tak terolah akibat faktor cuaca dan berakhir menjadi limbah.

Sugiyono melihat hasil tangkapan nelayan, khususnya ikan-ikan kecil sejenis teri, paling banyak terbuang akibat minimnya pengolahan dan kurangnya permintaan lokal. Selanjutnya Ia mencoba menghubungi Badak LNG yang diketahuinya kerap membantu masyarakat melalui kegiatan CSR-nya. Gayung bersambut, idenya untuk mengembangkan pengolahan ikan teri dan limbah ikan mendapat dukungan dari Badak LNG.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Dorong Implementasi Energi Hijau

Pada tahun 2024, Sugiyono bersama kelompoknya "Berkah Laut Berjaya" memulai usaha pengolahan teri dan tepung ikan dengan dukungan perusahaan. Selain membangun workshop tempat usaha, Badak LNG juga muncul dengan inovasi kontainer pengering yang bisa menghilangkan kendala faktor cuaca dalam proses pengolahan, sekaligus menekan risiko limbah.

"Alhamdulillah sekarang kami bisa menampung hasil tangkapan nelayan sekaligus menambah penghasilan bagi anggota kelompok yang melakukan pengolahan," ungkap mantan guru SD yang kini kerap dipanggil "Giyono Teri" tersebut saat ditemui di tempat usahanya di Bontang, Rabu (15/10/2025).

Dia mengatakan, saat ini kelompoknya yang terdiri dari 21 orang mulai dari penangkapan, pemilahan dan pengolahan itu bisa menghasilkan 2-3 ton ikan teri kering dan 1-2 ton tepung ikan per bulan. Produk olahan tersebut kebanyakan dipasarkan ke kota lain di Kalimantan di luar Kota Bontang, hingga ke Jakarta. "Omzet beragam, bisa hingga Rp60 juta per bulan," ungkapnya.

Sugiyono menambahkan, selain manfaat ekonomi, dia bersyukur usaha yang dijalankan kelompoknya itu juga bisa menekan limbah ikan di Bontang. Limbah yang dulu terbuang percuma kini dihargai Rp2.000 per kg dari nelayan dan diolah menjadi tepung ikan untuk campuran bahan pakan ternak bernilai tinggi.

"Harapan saya ke depan usaha ini bisa jadi tempat pelatihan bagi anak-anak muda Bontang untuk mengembangkan ide-ide lain yang bisa jadi sumber penghasilan dan pelestarian lingkungan," tambahnya.

Sementara itu, Manager CSR & Relation Badak LNG, Luhur Wibowo mengatakan, perusahaan mendorong pemberdayaan masyarakat Bontang melalui banyak program lainnya. "Semuanya berkelanjutan dan juga berhubungan, termasuk usaha pengolahan teri kelompok Berkah Laut Berjaya ini," terangnya.

Tercatat, Badak LNG dengan beragam kegiatan CSR-nya sejak tahun 2011 hingga 2024 telah memperoleh 14 Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup. Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Gandeng PGN Pasarkan Produk CNG

Untuk program "Waste Free Ocean for Future Fit Society" ini, lanjut dia, perusahaan juga menekankan pada pemanfaatan limbah. Termasuk untuk membangun workshop pengolahan, jelas dia, Badak LNG menggunakan beragam sisa material sebagai bahan bangunan, juga batako yang dihasilkan dari limbah non B3 di program lainnya.

Mengenai inovasi kontainer pengering, Luhur menerangkan bahwa teknologi sederhana yang digunakan terinspirasi dari kilang LNG. Dalam hal ini, jelas dia, uap perebusan teri dialirkan ke kontainer untuk mengeringkan teri.

"Hasilnya cukup efektif, sehingga tidak perlu lagi bergantung pada cuaca untuk mengeringkan teri. Ini juga meniadakan risiko limbah akibat teri rusak karena tak bisa diolah gara-gara cuaca," tutupnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Lippoland Raih Top CSR...
Lippoland Raih Top CSR Awards 2026, Perkuat Komitmen Implementasi ESG
Menebar Kasih di Hari...
Menebar Kasih di Hari Raya Waisak 2026, BRI Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako bagi Umat Buddha
Tumbuhkan Generasi Kreatif,...
Tumbuhkan Generasi Kreatif, Kodomo dan Alfamart Ajak 1.100 Anak Warnai Indonesia
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Rekomendasi
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Berita Terkini
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Infografis
Biaya Minimal Hidup...
Biaya Minimal Hidup Layak di Jakarta Rp15 Juta per Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved