Bulan Inklusi Keuangan, Prudential Dorong Literasi Keuangan Perempuan Indonesia
Senin, 20 Oktober 2025 - 12:27 WIB
loading...
Prudential Indonesia bersama MES kembali mengadakan kegiatan Financial Literacy for Women Chapter Jakarta bertema Generasi Cerdas Keuangan: Perempuan Berdaya, Ekonomi Jaya. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Prudential Life Assurance ( Prudential Indonesia ) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kembali mengadakan kegiatan Financial Literacy for Women Chapter Jakarta bertema Generasi Cerdas Keuangan: Perempuan Berdaya, Ekonomi Jaya. Kegiatan yang dihadiri 671 peserta luring dan daring ini dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025.
Event ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan perempuan agar semakin percaya diri mengelola keuangan keluarga, memahami risiko keuangan, serta mampu berkontribusi lebih besar pada ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, pemberdayaan perempuan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan keluarga yang sejahtera dan terlindungi. Baca juga: Prudential Indonesia Perkuat Komitmen Dukungan Kesehatan Lewat Kolaborasi dengan Kemenkes
“Perempuan adalah tiang negara, dan di balik perempuan yang hebat ada dukungan keluarga, terutama suami. Dari sisi pemerintah, kami terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi perempuan agar para ibu di seluruh Indonesia bisa hidup bahagia dan sejahtera. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut dengan tindak lanjut nyata di lapangan,” katanya dalam sambutannya, Senin (13/10/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, tingkat literasi keuangan yang masih rendah juga membuat perempuan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kejahatan finansial digital. ”Perempuan perlu semakin sadar dan berhati-hati agar tidak menjadi korban. Semakin tinggi literasi keuangan, semakin besar pula kemampuan kita untuk melindungi diri dan keluarga,” ujarnya.
Data Satgas PASTI OJK menunjukkan, sepanjang 2024 terdapat lebih dari 200.000 laporan aktivitas keuangan ilegal dengan total kerugian mencapai sekitar Rp6 triliun. Modus yang paling sering ditemukan meliputi penipuan jual beli online, fake call, phishing, penawaran investasi palsu, hingga love scam.
Sebagian besar korbannya adalah perempuan, yang sering menjadi sasaran karena perannya sebagai pengatur keuangan rumah tangga. Friderica menekankan pentingnya kemampuan dasar seperti mengenali lembaga keuangan yang terdaftar di OJK, memahami kontrak sebelum menandatangani perjanjian, dan berani menolak tawaran yang tidak logis.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menyebutkan, mmentum Bulan Inklusi Keuangan ini mengingatkan bahwa perempuan punya peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Ketika seorang ibu memahami nilai dan pengelolaan uang, ia tidak hanya melindungi keluarganya, tetapi juga mewariskan pengetahuan finansial kepada anak-cucunya. ”Maka, dengan pemahaman finansial yang baik, mereka bisa melindungi keluarga dari risiko tak terduga dan mengambil keputusan yang lebih bijak,” tuturnya.
Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Siti Ma’rifah menambahkan konteks perempuan sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak menjadikan literasi keuangan semakin penting. Dengan memahami cara mengelola keuangan rumah tangga, menabung, hingga berinvestasi, perempuan bisa membuat keputusan finansial yang cerdas.
”Mereka adalah perintis dan pewaris nilai-nilai keuangan keluarga. Ketahanan keluarga sangat terkait dengan ketahanan ekonomi, karena itu perempuan berdaya berarti ekonomi jaya. Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah, kami terus mendukung upaya literasi keuangan agar perempuan siap menghadapi setiap guncangan ekonomi dengan bijak,” terangnya.
Melalui workshop edukasi keuangan dalam program Financial Literacy for Women, Prudential Indonesia mengajak perempuan untuk memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan. Seperti memisahkan dana darurat dan tabungan harian, membedakan kebutuhan dan keinginan (needs vs wants), serta pentingnya menabung dan berinvestasi secara konsisten. Baca juga: Picu Kejahatan Finansial, Transaksi Judol Nyaris Tembus Rp1.000 Triliun
Prudential berharap semakin banyak perempuan melek finansial dan mandiri, sehingga dapat menciptakan efek domino yang membawa dampak positif bagi keluarga dan masyarakat luas. Sekaligus menjadi agen perubahan dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan tangguh.
Sejak 2009, melalui program Financial Literacy for Women, Prudential Indonesia telah mengedukasi lebih dari 77.000 perempuan Indonesia dan menjangkau lebih dari 35 juta orang (awareness) melalui edukasi di media sosial. Bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah, Prudential menyelenggarakan berbagai workshop, baik secara offline maupun online, di kota-kota prioritas yang ditetapkan OJK untuk Prudential sepanjang 2025, seperti Jakarta Utara, Pacitan, Blitar, dan Bondowoso.
Event ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan perempuan agar semakin percaya diri mengelola keuangan keluarga, memahami risiko keuangan, serta mampu berkontribusi lebih besar pada ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, pemberdayaan perempuan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan keluarga yang sejahtera dan terlindungi. Baca juga: Prudential Indonesia Perkuat Komitmen Dukungan Kesehatan Lewat Kolaborasi dengan Kemenkes
“Perempuan adalah tiang negara, dan di balik perempuan yang hebat ada dukungan keluarga, terutama suami. Dari sisi pemerintah, kami terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi perempuan agar para ibu di seluruh Indonesia bisa hidup bahagia dan sejahtera. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini, tetapi berlanjut dengan tindak lanjut nyata di lapangan,” katanya dalam sambutannya, Senin (13/10/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, tingkat literasi keuangan yang masih rendah juga membuat perempuan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kejahatan finansial digital. ”Perempuan perlu semakin sadar dan berhati-hati agar tidak menjadi korban. Semakin tinggi literasi keuangan, semakin besar pula kemampuan kita untuk melindungi diri dan keluarga,” ujarnya.
Data Satgas PASTI OJK menunjukkan, sepanjang 2024 terdapat lebih dari 200.000 laporan aktivitas keuangan ilegal dengan total kerugian mencapai sekitar Rp6 triliun. Modus yang paling sering ditemukan meliputi penipuan jual beli online, fake call, phishing, penawaran investasi palsu, hingga love scam.
Sebagian besar korbannya adalah perempuan, yang sering menjadi sasaran karena perannya sebagai pengatur keuangan rumah tangga. Friderica menekankan pentingnya kemampuan dasar seperti mengenali lembaga keuangan yang terdaftar di OJK, memahami kontrak sebelum menandatangani perjanjian, dan berani menolak tawaran yang tidak logis.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia Karin Zulkarnaen menyebutkan, mmentum Bulan Inklusi Keuangan ini mengingatkan bahwa perempuan punya peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Ketika seorang ibu memahami nilai dan pengelolaan uang, ia tidak hanya melindungi keluarganya, tetapi juga mewariskan pengetahuan finansial kepada anak-cucunya. ”Maka, dengan pemahaman finansial yang baik, mereka bisa melindungi keluarga dari risiko tak terduga dan mengambil keputusan yang lebih bijak,” tuturnya.
Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah Siti Ma’rifah menambahkan konteks perempuan sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak menjadikan literasi keuangan semakin penting. Dengan memahami cara mengelola keuangan rumah tangga, menabung, hingga berinvestasi, perempuan bisa membuat keputusan finansial yang cerdas.
”Mereka adalah perintis dan pewaris nilai-nilai keuangan keluarga. Ketahanan keluarga sangat terkait dengan ketahanan ekonomi, karena itu perempuan berdaya berarti ekonomi jaya. Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah, kami terus mendukung upaya literasi keuangan agar perempuan siap menghadapi setiap guncangan ekonomi dengan bijak,” terangnya.
Melalui workshop edukasi keuangan dalam program Financial Literacy for Women, Prudential Indonesia mengajak perempuan untuk memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan. Seperti memisahkan dana darurat dan tabungan harian, membedakan kebutuhan dan keinginan (needs vs wants), serta pentingnya menabung dan berinvestasi secara konsisten. Baca juga: Picu Kejahatan Finansial, Transaksi Judol Nyaris Tembus Rp1.000 Triliun
Prudential berharap semakin banyak perempuan melek finansial dan mandiri, sehingga dapat menciptakan efek domino yang membawa dampak positif bagi keluarga dan masyarakat luas. Sekaligus menjadi agen perubahan dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan tangguh.
Sejak 2009, melalui program Financial Literacy for Women, Prudential Indonesia telah mengedukasi lebih dari 77.000 perempuan Indonesia dan menjangkau lebih dari 35 juta orang (awareness) melalui edukasi di media sosial. Bekerja sama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah, Prudential menyelenggarakan berbagai workshop, baik secara offline maupun online, di kota-kota prioritas yang ditetapkan OJK untuk Prudential sepanjang 2025, seperti Jakarta Utara, Pacitan, Blitar, dan Bondowoso.
(poe)
Lihat Juga :