SIG Tegaskan Komitmen Membangun Ekosistem Tambang Ramah Lingkungan
Senin, 20 Oktober 2025 - 20:08 WIB
loading...
SIG konsisten menunjukkan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG melalui PT Solusi Bangun Andalas (SBA) menegaskan komitmennya dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan di tengah tantangan menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan kelestarian alam. Di Lhoknga, Aceh Besar, perusahaan menerapkan prinsip tambang berkelanjutan yang menyentuh aspek teknis, sosial, dan lingkungan secara terpadu.
"SIG berkomitmen untuk senantiasa mengimplementasikan praktik tambang yang baik dan berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, serta menciptakan manfaat yang luas bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: SIG Pasok 22.184 Ton Semen Dukung Pembangunan Tol Semarang-Demak
Dia menjelaskan perusahaan berpegang pada prinsip Good Mining Practice dan Sustainability Roadmap SIG 2030 dalam setiap tahapan operasionalnya. Dalam praktiknya, SBA mengembangkan sistem inovatif bernama Lhoknga Quarry Integrated Monitoring and Database System (LINDA).
Melalui sistem ini, seluruh aktivitas pertambangan dapat dipantau secara real-time. Teknologi tersebut membantu perusahaan melacak pergerakan kendaraan berat melalui GPS, mendeteksi potensi longsor secara dini, serta mencatat data operasional secara terintegrasi untuk mendukung efisiensi dan keselamatan kerja.
Sepanjang 2024, SBA mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 41.000 liter dan menekan penggunaan bahan peledak sebesar 70.000 kilogram. Pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja, perusahaan berhasil mencatatkan zero fatality, zero accident, dan zero medical injury—sebuah capaian penting dalam industri pertambangan yang penuh risiko.
Konsistensi SBA dalam menerapkan praktik tambang hijau juga tampak melalui berbagai program sosial dan lingkungan. Setiap tahun, perusahaan menggelar Quarry Day, ajang kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, insan pers, serta pelaku UMKM binaan. Program ini memadukan tiga aspek utama, yaitu pendidikan (education), lingkungan (environmental), dan pemberdayaan masyarakat (empowerment).
Hingga pertengahan 2025, SBA telah mereklamasi sekitar 32,43 hektare lahan pascatambang batu kapur dan tanah liat. Lebih dari 13.400 batang pohon ditanam untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan tersebut, diikuti dengan penanaman 4.950 batang mangrove di pesisir Sungai Krueng Raba, Desa Lampaya, Lhoknga. Kegiatan ini tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap abrasi dan mendukung keanekaragaman hayati lokal.
Masyarakat sekitar tambang turut dilibatkan dalam proses pembibitan dan penanaman pohon. Model partisipatif ini menjadikan reklamasi pascatambang sebagai ruang kolaborasi yang memberi nilai ekonomi baru bagi warga, sekaligus memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan komunitas.
Baca Juga: SIG Catatkan Pertumbuhan Penjualan Regional 13,8% di Kuartal I-2025
Upaya berkelanjutan tersebut mendapat pengakuan di tingkat regional. Pada ajang ASEAN Mineral Awards 2025 di Vientiane, Laos, awal Oktober lalu, Solusi Bangun Andalas meraih 1st Runner Up dalam kategori Best Practices in Sustainable Mineral Development – Mineral Mining (Non-Metallic).
Ajang yang digelar dua tahun sekali oleh ASEAN melalui Senior Officials Meeting on Minerals (ASOMM) itu menilai berbagai aspek mulai dari pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, efisiensi energi, hingga manfaat sosial bagi masyarakat. Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan penegasan atas konsistensi SIG dalam membangun masa depan industri pertambangan yang lebih ramah dan berkelanjutan.
"Pengakuan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat praktik tambang berkelanjutan dan bertanggung jawab di seluruh entitas bisnis SIG," kata Reni.
"SIG berkomitmen untuk senantiasa mengimplementasikan praktik tambang yang baik dan berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, serta menciptakan manfaat yang luas bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: SIG Pasok 22.184 Ton Semen Dukung Pembangunan Tol Semarang-Demak
Dia menjelaskan perusahaan berpegang pada prinsip Good Mining Practice dan Sustainability Roadmap SIG 2030 dalam setiap tahapan operasionalnya. Dalam praktiknya, SBA mengembangkan sistem inovatif bernama Lhoknga Quarry Integrated Monitoring and Database System (LINDA).
Melalui sistem ini, seluruh aktivitas pertambangan dapat dipantau secara real-time. Teknologi tersebut membantu perusahaan melacak pergerakan kendaraan berat melalui GPS, mendeteksi potensi longsor secara dini, serta mencatat data operasional secara terintegrasi untuk mendukung efisiensi dan keselamatan kerja.
Sepanjang 2024, SBA mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 41.000 liter dan menekan penggunaan bahan peledak sebesar 70.000 kilogram. Pada aspek keselamatan dan kesehatan kerja, perusahaan berhasil mencatatkan zero fatality, zero accident, dan zero medical injury—sebuah capaian penting dalam industri pertambangan yang penuh risiko.
Konsistensi SBA dalam menerapkan praktik tambang hijau juga tampak melalui berbagai program sosial dan lingkungan. Setiap tahun, perusahaan menggelar Quarry Day, ajang kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, insan pers, serta pelaku UMKM binaan. Program ini memadukan tiga aspek utama, yaitu pendidikan (education), lingkungan (environmental), dan pemberdayaan masyarakat (empowerment).
Hingga pertengahan 2025, SBA telah mereklamasi sekitar 32,43 hektare lahan pascatambang batu kapur dan tanah liat. Lebih dari 13.400 batang pohon ditanam untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan tersebut, diikuti dengan penanaman 4.950 batang mangrove di pesisir Sungai Krueng Raba, Desa Lampaya, Lhoknga. Kegiatan ini tidak hanya memulihkan ekosistem, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap abrasi dan mendukung keanekaragaman hayati lokal.
Masyarakat sekitar tambang turut dilibatkan dalam proses pembibitan dan penanaman pohon. Model partisipatif ini menjadikan reklamasi pascatambang sebagai ruang kolaborasi yang memberi nilai ekonomi baru bagi warga, sekaligus memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan komunitas.
Baca Juga: SIG Catatkan Pertumbuhan Penjualan Regional 13,8% di Kuartal I-2025
Upaya berkelanjutan tersebut mendapat pengakuan di tingkat regional. Pada ajang ASEAN Mineral Awards 2025 di Vientiane, Laos, awal Oktober lalu, Solusi Bangun Andalas meraih 1st Runner Up dalam kategori Best Practices in Sustainable Mineral Development – Mineral Mining (Non-Metallic).
Ajang yang digelar dua tahun sekali oleh ASEAN melalui Senior Officials Meeting on Minerals (ASOMM) itu menilai berbagai aspek mulai dari pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, efisiensi energi, hingga manfaat sosial bagi masyarakat. Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, melainkan penegasan atas konsistensi SIG dalam membangun masa depan industri pertambangan yang lebih ramah dan berkelanjutan.
"Pengakuan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat praktik tambang berkelanjutan dan bertanggung jawab di seluruh entitas bisnis SIG," kata Reni.
(nng)
Lihat Juga :