Perkuat Kedaulatan Pangan, Brigade Pangan Rembuk Pemuda Gelar Panen Raya di Kapuas
Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:42 WIB
loading...
Brigade Pangan Rembuk Pemuda Tani menggelar panen raya di Desa Bina Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Minggu (26/10/2025). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Brigade Pangan Rembuk Pemuda Tani menggelar panen raya di Desa Bina Jaya, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, pada Minggu (26/10/2025). Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen dan kolaborasi anak muda dalam menguatkan kedaulatan pangan nasional di lapangan.
Panen raya tersebut dipantau langsung oleh Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, didampingi Koordinator Wilayah Rembuk Pemuda Kalteng M. Rizky Oktaviandi, Sekretaris Brigade Pangan Muhammad Sukron Siregar, dan Manajer Brigade Pangan Akhmad Mundhir.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Anggota DPD RI Habib Said Abdurrahman dan Habibah Siti Aseanti, Tenaga Ahli Menteri Pertanian I Gusti Made Subiksa, PJ Swasembada Pangan Kabupaten Kapuas Teddy Dirhamsyah, Kepala Bulog Kapuas Ahmad Roni Anwar, serta Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edi Dese.
Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam brigade pangan atas komitmen dan konsistensinya hingga berhasil panen untuk kedua kalinya.
"Ini tentu tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Hari ini kita buktikan, bahwa anak muda bisa berperan langsung untuk mendorong terwujudnya Kedaulatan Pangan Nasional melalui Brigade Pangan Rembuk Pemuda. Saya tentu sangat mengapresiasi usaha dan kerja keras teman-teman, dan disini kita tidak berbicara soal hasil melainkan proses pembelajaran yang telah teman-teman lalui,” ungkap Aidil dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/10).
Baca Juga: Kedaulatan Pangan, Kementan Kukuhkan 26 YAA dan Duta Brigade Pangan Inspiratif
Aidil menegaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dengan pengawasan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, telah mencatatkan sejumlah capaian konkret di sektor pangan yang patut diapresiasi.
“Kita merasa sangat bersyukur, memiliki Presiden dan Menteri Pertanian yang benar-benar memberi perhatian terhadap sektor pertanian dan pangan. Lebih dari itu, pemerintah juga peduli dengan anak muda dengan bukti pelibatan pemuda dalam program Brigade Pangan ini,” tambah Aidil.
Dia membeberkan sejumlah prestasi pemerintah, antara lain produksi beras nasional yang diproyeksikan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah hingga 34 juta ton pada akhir 2025, atau naik sekitar 12 persen dari tahun sebelumnya.
“Belum lagi komitmen Presiden dan Mentan meningkatkan kesejahteraan petani, dengan menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp 6.500 per kilogram sejak Januari 2025. Pekan lalu juga pertama kalinya dalam sejarah, Pemerintah menurukan HET Pupuk Subsidi sebesar 20 persen,” ujar Aidil.
“Arahan Presiden Prabowo jelas dan tegas, bahwa negara harus berpihak kepada rakyat, harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani, dan Pak Amran sebagai Menteri Pertanian kami lihat sangat brilian mampu mengawal seluruh arahan-arahan presiden," jelasnya.
Baca Juga: Panen Perdana, Rembuk Pemuda Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan
Sementara itu, Manajer Brigade Pangan Rembuk Pemuda, Akhmad Mundhir, menjelaskan bahwa pasca panen raya kedua ini, timnya akan segera mempersiapkan masa tanam berikutnya.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh stakeholder utamanya Kementerian Pertanian yang banyak memberikan arahan dan pendampingan, juga kepada Perum Bulog dan Pupuk Indonesia. Selama kementerian pertanian dan seluruh pihak berkenan untuk terus memberi dukungan, insyaallah kami akan terus berkomitmen mengawal program ini,” tambah Mundhir.
Mundhir menambahkan, potensi lahan yang dapat digarap di Dadahup masih sangat luas, membuka banyak peluang bagi pemuda yang ingin berkontribusi di sektor pertanian.
“Selagi kita mau berusaha, pasti akan ada jalan. Mari bersama-sama berkolaborasi dalam mewujudkan Swasembada Pangan bagi bangsa dan negara,” tutupnya.
Panen raya tersebut dipantau langsung oleh Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, didampingi Koordinator Wilayah Rembuk Pemuda Kalteng M. Rizky Oktaviandi, Sekretaris Brigade Pangan Muhammad Sukron Siregar, dan Manajer Brigade Pangan Akhmad Mundhir.
Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Anggota DPD RI Habib Said Abdurrahman dan Habibah Siti Aseanti, Tenaga Ahli Menteri Pertanian I Gusti Made Subiksa, PJ Swasembada Pangan Kabupaten Kapuas Teddy Dirhamsyah, Kepala Bulog Kapuas Ahmad Roni Anwar, serta Kepala Dinas Pertanian Kapuas Edi Dese.
Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam brigade pangan atas komitmen dan konsistensinya hingga berhasil panen untuk kedua kalinya.
"Ini tentu tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa. Hari ini kita buktikan, bahwa anak muda bisa berperan langsung untuk mendorong terwujudnya Kedaulatan Pangan Nasional melalui Brigade Pangan Rembuk Pemuda. Saya tentu sangat mengapresiasi usaha dan kerja keras teman-teman, dan disini kita tidak berbicara soal hasil melainkan proses pembelajaran yang telah teman-teman lalui,” ungkap Aidil dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/10).
Baca Juga: Kedaulatan Pangan, Kementan Kukuhkan 26 YAA dan Duta Brigade Pangan Inspiratif
Aidil menegaskan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dengan pengawasan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, telah mencatatkan sejumlah capaian konkret di sektor pangan yang patut diapresiasi.
“Kita merasa sangat bersyukur, memiliki Presiden dan Menteri Pertanian yang benar-benar memberi perhatian terhadap sektor pertanian dan pangan. Lebih dari itu, pemerintah juga peduli dengan anak muda dengan bukti pelibatan pemuda dalam program Brigade Pangan ini,” tambah Aidil.
Dia membeberkan sejumlah prestasi pemerintah, antara lain produksi beras nasional yang diproyeksikan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah hingga 34 juta ton pada akhir 2025, atau naik sekitar 12 persen dari tahun sebelumnya.
“Belum lagi komitmen Presiden dan Mentan meningkatkan kesejahteraan petani, dengan menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp 6.500 per kilogram sejak Januari 2025. Pekan lalu juga pertama kalinya dalam sejarah, Pemerintah menurukan HET Pupuk Subsidi sebesar 20 persen,” ujar Aidil.
“Arahan Presiden Prabowo jelas dan tegas, bahwa negara harus berpihak kepada rakyat, harus mampu meningkatkan kesejahteraan petani, dan Pak Amran sebagai Menteri Pertanian kami lihat sangat brilian mampu mengawal seluruh arahan-arahan presiden," jelasnya.
Baca Juga: Panen Perdana, Rembuk Pemuda Komitmen Wujudkan Swasembada Pangan
Sementara itu, Manajer Brigade Pangan Rembuk Pemuda, Akhmad Mundhir, menjelaskan bahwa pasca panen raya kedua ini, timnya akan segera mempersiapkan masa tanam berikutnya.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh stakeholder utamanya Kementerian Pertanian yang banyak memberikan arahan dan pendampingan, juga kepada Perum Bulog dan Pupuk Indonesia. Selama kementerian pertanian dan seluruh pihak berkenan untuk terus memberi dukungan, insyaallah kami akan terus berkomitmen mengawal program ini,” tambah Mundhir.
Mundhir menambahkan, potensi lahan yang dapat digarap di Dadahup masih sangat luas, membuka banyak peluang bagi pemuda yang ingin berkontribusi di sektor pertanian.
“Selagi kita mau berusaha, pasti akan ada jalan. Mari bersama-sama berkolaborasi dalam mewujudkan Swasembada Pangan bagi bangsa dan negara,” tutupnya.
(nng)
Lihat Juga :