BRI Cetak Laba Bersih Rp41,2 Triliun di Kuartal III 2025, DPK dan Kredit Solid
Kamis, 30 Oktober 2025 - 11:31 WIB
loading...
BRI mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasi sebesar Rp41,23 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasi sebesar Rp41,23 triliun hingga akhir kuartal III 2025. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,36 triliun.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik tercatat Rp40,78 triliun, sementara kepentingan non-pengendali senilai Rp453,43 miliar.Mengutip laporan keuangan BRI, Kamis (30/10/2025), raihan laba bersih ini terjadi saat pendapatan bunga BBRI mengalami kenaikan 3%, dari Rp150,63 triliun menjadi Rp155,16 triliun. Namun kenaikan pendapatan ini diimbangi oleh beberapa pos pengeluaran yang signifikan.
Beban Bunga ikut naik 3,25% menjadi Rp44,16 triliun dari Rp42,77 triliun. Sehingga Pendapatan Bunga Bersih (NII) hanya naik tipis 2,9% dari Rp107,86 triliun menjadi Rp110,99 triliun.
Baca Juga: Sektor Produksi Jadi Penopang, BRI Salurkan KUR Rp130,2 Triliun hingga September 2025
Beban Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan (impairment) naik tajam 13,99% menjadi Rp33,59 triliun dari Rp29,46 triliun. Beban Lainnya mencatat lonjakan paling signifikan, yaitu naik 74,7 persen menjadi Rp69,83 triliun dibanding Rp39,97 triliun.
Dari sisi penyaluran dana, BRI menunjukkan pertumbuhan solid seperti kredit tumbuh 6,26%, mencapai Rp1.438,11 triliun dari Rp1.353,36 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 8,24% menjadi Rp1.474,78 triliun dari Rp1.362,41 triliun.
Dana Murah (CASA) meningkat kuat 14,11%, mencapai Rp997,62 triliun dengan rasio 67,65% dari Rp874,23 triliun. Aset BBRI tumbuh 8,23% menjadi Rp2.123,45 triliun per September 2025.
Baca Juga: Mengalir ke Sektor Produktif dan UMKM, BRI Tuntaskan Penyaluran Dana Rp55 Triliun
Kualitas aset tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross yang berada di angka 3,29 persen, dengan NPL net yang lebih rendah di 1,04%. Rasio ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rasio aset produktif bermasalah dan nonproduktif terhadap total aset produktif dan nonproduktif yang tercatat 2,11%, naik dari 2,04%.
Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik tercatat Rp40,78 triliun, sementara kepentingan non-pengendali senilai Rp453,43 miliar.Mengutip laporan keuangan BRI, Kamis (30/10/2025), raihan laba bersih ini terjadi saat pendapatan bunga BBRI mengalami kenaikan 3%, dari Rp150,63 triliun menjadi Rp155,16 triliun. Namun kenaikan pendapatan ini diimbangi oleh beberapa pos pengeluaran yang signifikan.
Beban Bunga ikut naik 3,25% menjadi Rp44,16 triliun dari Rp42,77 triliun. Sehingga Pendapatan Bunga Bersih (NII) hanya naik tipis 2,9% dari Rp107,86 triliun menjadi Rp110,99 triliun.
Baca Juga: Sektor Produksi Jadi Penopang, BRI Salurkan KUR Rp130,2 Triliun hingga September 2025
Beban Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan (impairment) naik tajam 13,99% menjadi Rp33,59 triliun dari Rp29,46 triliun. Beban Lainnya mencatat lonjakan paling signifikan, yaitu naik 74,7 persen menjadi Rp69,83 triliun dibanding Rp39,97 triliun.
Dari sisi penyaluran dana, BRI menunjukkan pertumbuhan solid seperti kredit tumbuh 6,26%, mencapai Rp1.438,11 triliun dari Rp1.353,36 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 8,24% menjadi Rp1.474,78 triliun dari Rp1.362,41 triliun.
Dana Murah (CASA) meningkat kuat 14,11%, mencapai Rp997,62 triliun dengan rasio 67,65% dari Rp874,23 triliun. Aset BBRI tumbuh 8,23% menjadi Rp2.123,45 triliun per September 2025.
Baca Juga: Mengalir ke Sektor Produktif dan UMKM, BRI Tuntaskan Penyaluran Dana Rp55 Triliun
Kualitas aset tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross yang berada di angka 3,29 persen, dengan NPL net yang lebih rendah di 1,04%. Rasio ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rasio aset produktif bermasalah dan nonproduktif terhadap total aset produktif dan nonproduktif yang tercatat 2,11%, naik dari 2,04%.
(akr)
Lihat Juga :