Perkuat Konektivitas, ASDP Layani 48 Lintasan Penyeberangan di Kupang-NTT
Jum'at, 31 Oktober 2025 - 08:06 WIB
loading...
A
A
A
Di antara lintasan yang dioperasikan, Kupang–Rote menjadi rute tersibuk dan paling strategis. Jalur ini tidak hanya menghubungkan dua pulau besar penghasil pangan seperti padi dan jagung, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju potensi wisata unggulan di NTT.
Data ASDP mencatat, sepanjang Januari hingga September 2025, lintasan Kupang–Rote (PP) telah menyeberangkan 105.761 penumpang dan 23.736 kendaraan, dengan dominasi kendaraan roda dua sebanyak 17.476 unit, disusul truk 4.830 unit. Angka ini menunjukkan peran penting lintasan tersebut sebagai jalur vital transportasi ekonomi dan sosial di kawasan Timur.
Tidak ketinggalan, lintasan ini juga berhasil mengangkut berbagai komoditas pangan, mulai dari ragam hasil sawah hingga komoditas kebun seperti kelapa, mangga, dan pisang. Hasil ternak seperti sapi dan kambing, serta komoditas laut dengan berbagai ikan yang segar juga memperkuat arus distribusi lintasan untuk perdagangan yang dapat meningkatkan perekonomian daerah.
General Manager ASDP Cabang Kupang, Wijaya Santosa menyampaikan, bahwa lintasan Kupang–Rote dioperasikan setiap hari dengan enam armada utama: KMP Kalibodri, KMP Lakaan, KMP Inerie II, KMP Ile Labalekan, KMP Cakalang II, dan KMP Uma Kalada.
“Penyeberangan Kupang–Rote beroperasi pukul 09.00 WITA dari Kupang dan pukul 13.30 WITA dari Rote. Kami memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu agar aktivitas masyarakat berjalan lancar,” ujar Wijaya.
Ke depan, ASDP akan terus berinovasi menghadirkan layanan transportasi laut yang modern, aman, dan terintegrasi secara digital untuk menjawab kebutuhan mobilitas nasional. Melalui penguatan jaringan di wilayah 3T, ASDP menegaskan perannya sebagai pilar konektivitas bangsa yang menggerakkan pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah.
Baca Juga: Demi Mobilitas Rakyat Terjangkau, KMP Jatra II Siap Layani Kembali Gunungsitoli-Sibolga
Data ASDP mencatat, sepanjang Januari hingga September 2025, lintasan Kupang–Rote (PP) telah menyeberangkan 105.761 penumpang dan 23.736 kendaraan, dengan dominasi kendaraan roda dua sebanyak 17.476 unit, disusul truk 4.830 unit. Angka ini menunjukkan peran penting lintasan tersebut sebagai jalur vital transportasi ekonomi dan sosial di kawasan Timur.
Tidak ketinggalan, lintasan ini juga berhasil mengangkut berbagai komoditas pangan, mulai dari ragam hasil sawah hingga komoditas kebun seperti kelapa, mangga, dan pisang. Hasil ternak seperti sapi dan kambing, serta komoditas laut dengan berbagai ikan yang segar juga memperkuat arus distribusi lintasan untuk perdagangan yang dapat meningkatkan perekonomian daerah.
General Manager ASDP Cabang Kupang, Wijaya Santosa menyampaikan, bahwa lintasan Kupang–Rote dioperasikan setiap hari dengan enam armada utama: KMP Kalibodri, KMP Lakaan, KMP Inerie II, KMP Ile Labalekan, KMP Cakalang II, dan KMP Uma Kalada.
“Penyeberangan Kupang–Rote beroperasi pukul 09.00 WITA dari Kupang dan pukul 13.30 WITA dari Rote. Kami memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu agar aktivitas masyarakat berjalan lancar,” ujar Wijaya.
Ke depan, ASDP akan terus berinovasi menghadirkan layanan transportasi laut yang modern, aman, dan terintegrasi secara digital untuk menjawab kebutuhan mobilitas nasional. Melalui penguatan jaringan di wilayah 3T, ASDP menegaskan perannya sebagai pilar konektivitas bangsa yang menggerakkan pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah.
Baca Juga: Demi Mobilitas Rakyat Terjangkau, KMP Jatra II Siap Layani Kembali Gunungsitoli-Sibolga
Lihat Juga :