Diwarnai Data Ekonomi Kuartal III, IHSG Berakhir Terbang ke 8.318

Rabu, 05 November 2025 - 16:55 WIB
loading...
Diwarnai Data Ekonomi...
IHSG ditutup menghijau pada sesi terakhir perdagangan, Rabu (5/11/2025) setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2025. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menghijau pada sesi terakhir perdagangan, Rabu (5/11/2025) setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2025. IHSG hari ini tercatat naik 76,62 poin atau 0,93% ke level 8.318,53.

Pada penutupan IHSG , Rabu (5/11/2025) ada terdapat 302 saham menguat, 373 saham melemah, dan 280 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp18,1 triliun dari 34,1 miliar saham yang diperdagangkan.

Indeks LQ45 menguat 0,60% ke 846,89, indeks JII naik 1,48% ke 578,96, indeks IDX30 naik 0,94% ke 445,08 dan indeks MNC36 naik 0,99% ke 348,13. Baca Juga: BPS: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025

Kemudian indeks sektoral mayoritas berada di zona hijau yaitu energi, konsumer siklikal, konsumer non siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, transportasi, teknologi, kesehatan. Sedangkan yang melemah hanya sektor properti, industri.

Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers yaitu saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) naik 34,78% ke Rp248, PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) melompat 34,78% menjadi Rp155, dan saham PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) menguat 31,43%di posisi Rp92.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2025 Lebih Rendah, BPS Ungkap Soal Konsumsi Masyarakat

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) turun 15% ke Rp408, PT Danareksa Investment Management Tbk (XDIF) turun 14,88% ke Rp532 dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) turun 10,48% di Rp940.

Laporan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III/2025

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 berdasarkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 5,04% (yoy). Angka ini lebih rendah dari 5,12% di kuartal II 2025.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud mengatakan, ekonomi Indonesia berdasarkan PDB pada kuartal III 2025 atas dasar harga berlaku Rp6.060 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.444,8 triliun.

"Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2025 bila dibandingkan triwulan III 2024 atau secara year on year tumbuh sebesar 5,04 persen,” kata Edy dalam Rilis Berita Resmi Statistik BPS, Rabu (5/11/2025).

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2025 mencapai Rp6.060,0 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp3.444,8 triliun.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Rekomendasi
Unesa Buka Seleksi Jalur...
Unesa Buka Seleksi Jalur Mandiri Non Tes Rapor 2026, Simak Syaratnya
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved