Transparansi Pelaporan ESG Jadi Daya Tarik Investasi Global
Jum'at, 14 November 2025 - 19:53 WIB
loading...
Indonesia ESG Leadership Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Bumi Global Karbon (BGK) Foundation. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Transparansi dalam pelaporan Environmental, Social, and Governance (ESG) kini menjadi instrumen krusial yang menentukan daya tarik investasi global bagi perusahaan Indonesia. Hal ini ditekankan dalam ajang Indonesia ESG Leadership Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Bumi Global Karbon (BGK) Foundation.
"Kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi emiten dan korporasi untuk melaporkan praktik keberlanjutan mereka secara lebih terbuka, terukur, dan sesuai standar global," ujar Founder BGK Foundation, Achmad Deni Daruri dalam Indonesia ESG Leadership Awards 2025, di Jakarta.
Baca Juga: Penerapan ESG Bagian dari Kewajiban Perusahaan Tambang
Vice Chairman of Supervisory Board Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, menegaskan peran vital pelaporan keberlanjutan dalam konteks ekonomi mutakhir. Ia menyebut, transparansi ESG tidak hanya mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga secara langsung berfungsi sebagai daya tarik utama investasi global, khususnya dari lembaga keuangan internasional yang kini menjadikan kepatuhan ESG sebagai prasyarat pendanaan.
Sementara, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Henry Rialdi, menegaskan pelaporan keberlanjutan telah menjadi kewajiban bagi perusahaan publik dan lembaga jasa keuangan.
"OJK mengapresiasi perusahaan yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam transparansi keberlanjutan. Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju keuangan berkelanjutan dan penerapan prinsip ESG yang komprehensif," ungkap Henry.
Sebagai informasi, dalam ajang Indonesia ESG Leadership Awards 2025 memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan dan emiten atas keberhasilannya dalam menjalankan kepatuhan ESG. Penilaian bagi para peraih penghargaan dilakukan secara independen oleh BGK Foundation, didasarkan pada riset mendalam terhadap Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) perusahaan tahun 2024.
Baca Juga: Terapkan ESG, Jasaraharja Putera Sulap 400 Seragam Bekas Jadi Tote Bag
Metodologi penilaian berpedoman pada kelengkapan data pengungkapan 33 faktor ESG BGK, yang terdiri atas masing-masing 11 indikator Environmental, Social, dan Governance. Pengungkapan 33 faktor ESG BGK dalam laporan keberlanjutan terbukti mempermudah perusahaan untuk dipetakan oleh penyedia indeks ESG dunia, seperti Sustainalytics, MSCI, Bloomberg, ISS ESG, S&P Global, dan Moody’s.
Selain itu, transparansi data ini turut membantu perusahaan dan pemerintah dalam memetakan tujuan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang disyaratkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui penyelenggaraan Indonesia ESG Leadership Awards 2025, BGK Foundation berharap dapat terus mendorong peningkatan akuntabilitas dan tata kelola berkelanjutan korporasi di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing bangsa di panggung global.
"Kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi emiten dan korporasi untuk melaporkan praktik keberlanjutan mereka secara lebih terbuka, terukur, dan sesuai standar global," ujar Founder BGK Foundation, Achmad Deni Daruri dalam Indonesia ESG Leadership Awards 2025, di Jakarta.
Baca Juga: Penerapan ESG Bagian dari Kewajiban Perusahaan Tambang
Vice Chairman of Supervisory Board Danantara, Muliaman Darmansyah Hadad, menegaskan peran vital pelaporan keberlanjutan dalam konteks ekonomi mutakhir. Ia menyebut, transparansi ESG tidak hanya mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga secara langsung berfungsi sebagai daya tarik utama investasi global, khususnya dari lembaga keuangan internasional yang kini menjadikan kepatuhan ESG sebagai prasyarat pendanaan.
Sementara, Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Henry Rialdi, menegaskan pelaporan keberlanjutan telah menjadi kewajiban bagi perusahaan publik dan lembaga jasa keuangan.
"OJK mengapresiasi perusahaan yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam transparansi keberlanjutan. Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan nasional menuju keuangan berkelanjutan dan penerapan prinsip ESG yang komprehensif," ungkap Henry.
Sebagai informasi, dalam ajang Indonesia ESG Leadership Awards 2025 memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan dan emiten atas keberhasilannya dalam menjalankan kepatuhan ESG. Penilaian bagi para peraih penghargaan dilakukan secara independen oleh BGK Foundation, didasarkan pada riset mendalam terhadap Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) perusahaan tahun 2024.
Baca Juga: Terapkan ESG, Jasaraharja Putera Sulap 400 Seragam Bekas Jadi Tote Bag
Metodologi penilaian berpedoman pada kelengkapan data pengungkapan 33 faktor ESG BGK, yang terdiri atas masing-masing 11 indikator Environmental, Social, dan Governance. Pengungkapan 33 faktor ESG BGK dalam laporan keberlanjutan terbukti mempermudah perusahaan untuk dipetakan oleh penyedia indeks ESG dunia, seperti Sustainalytics, MSCI, Bloomberg, ISS ESG, S&P Global, dan Moody’s.
Selain itu, transparansi data ini turut membantu perusahaan dan pemerintah dalam memetakan tujuan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yang disyaratkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui penyelenggaraan Indonesia ESG Leadership Awards 2025, BGK Foundation berharap dapat terus mendorong peningkatan akuntabilitas dan tata kelola berkelanjutan korporasi di Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing bangsa di panggung global.
(nng)
Lihat Juga :