Komunikasi Merek AMDK Harus Eksplisit soal Air dari Akuifer Terlindungi

Kamis, 20 November 2025 - 11:58 WIB
loading...
Komunikasi Merek AMDK...
Ilustrasi. FOTO/iStock Photo
A A A
JAKARTA - Perdebatan mengenai kejelasan komunikasi merek air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua mencuat setelah pembahasan di Komisi VI DPR RI, memicu perhatian para pakar komunikasi. Mereka menilai adanya jarak antara citra air pegunungan yang selama ini dikampanyekan perusahaan dengan penjelasan teknis mengenai metode pengambilan air melalui pengeboran.

Para ahli menekankan pentingnya transparansi terkait klaim bahwa produk berasal dari sumber air pegunungan terlindungi. Menurut mereka, visualisasi iklan dapat membentuk persepsi publik yang berbeda dengan praktik operasional perusahaan.

"Padahal, air itu dipompa dari akuifer (lapisan batuan di bawah tanah) dengan metode pengeboran. Ini adalah persoalan kejelasan komunikasi," ujar Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara, Algooth Putranto, dalam pernyataannya, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga: Beda Air Rumahan, Produk AMDK Telah Melalui Uji Ketat

Pandangan senada disampaikan peneliti strategi komunikasi dari LSPR Institute, Safaruddin Husada. Ia menilai perusahaan perlu menjelaskan secara eksplisit bahwa air yang dipasarkan memang bersumber dari akuifer pegunungan yang terlindungi untuk menghindari kesenjangan persepsi di masyarakat. “Celah persepsi inilah yang berpotensi menimbulkan kebingungan konsumen,” kata Safaruddin.



Selain mengenai sumber air, para pengamat menyoroti inkonsistensi komunikasi Aqua dalam polemik sebelumnya terkait kandungan Bisfenol A (BPA) pada galon guna ulang. Algooth mengingatkan bahwa meski perusahaan menyatakan produk lama aman, mereka kemudian turut mempromosikan galon bebas BPA, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi pesan.

“Perilaku komunikasi yang dianggap tidak konsisten ini berisiko mengurangi kepercayaan publik terhadap jaminan keamanan yang disampaikan perusahaan,” ujar Algooth.

Baca Juga: Produsen AMDK Lokal Minta Gubernur Bali Kaji Ulang Larangan Kemasan di Bawah 1 Liter

Melihat potensi ambiguitas tersebut, para ahli mendorong lembaga regulator seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menilai kembali praktik komunikasi merek yang berpotensi membingungkan konsumen. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan publik memperoleh informasi yang akurat dan tidak menyesatkan.

Para pakar berharap perbaikan komunikasi dapat memperkuat kejelasan pesan mengenai sumber air yang benar-benar berasal dari akuifer pegunungan terlindungi, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap produk AMDK di Tanah Air.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Konsolidasi...
Perkuat Konsolidasi Industri AMDK dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
Strategi Harga Murah...
Strategi Harga Murah AMDK Hadapi Tantangan Loyalitas Konsumen
Pakar Pemasaran Soroti...
Pakar Pemasaran Soroti Pentingnya Kualitas Produk dalam Keberlanjutan Bisnis AMDK
Munas XI Aspadin Menguatkan...
Munas XI Aspadin Menguatkan Tekad Mewujudkan Industri AMDK Berdaya Saing
Beda Air Rumahan, Produk...
Beda Air Rumahan, Produk AMDK Telah Melalui Uji Ketat
Dari Rumah ke TPA: Perbedaan...
Dari Rumah ke TPA: Perbedaan yang Jarang Disadari soal Galon
Gejolak Global Picu...
Gejolak Global Picu Kenaikan Harga Bahan Baku Kemasan, Amdatara Minta Insentif Pemerintah
Dewas Amdatara Sebut...
Dewas Amdatara Sebut AMDK Terjamin dan Aman Dikonsumsi
Rekomendasi
Berawal dari Pesanan...
Berawal dari Pesanan Kerabat, Tas Serat Alam Mlatiwangi Sukses Mendunia Bersama LinkUMKM BRI
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Amalan Sunnah 1 Muharram:...
Amalan Sunnah 1 Muharram: Puasa, Sedekah, Tobat hingga Silaturahim
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved