Indonesia Kuasai Ekonomi Kreator Asia Pasifik, Kontribusi Diramal Tembus Rp6.200 Triliun

Kamis, 20 November 2025 - 14:54 WIB
loading...
Indonesia Kuasai Ekonomi...
General Manager Global Business Solutions TikTok Asia Tenggara, Yuke dalam acara dalam acara TikTok CreatorFest 2025. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Kontribusi kreator digital di kawasan Asia Pasifik diproyeksikan meningkat signifikan dalam lima tahun mendatang. Studi "The Art & Science of Authenticity" dari Accenture Song mencatat bahwa nilai dampak komersial kreator diproyeksikan mencapai USD1,2 triliun pada 2030 dengan Indonesia diprediksi menjadi penyumbang terbesar, dengan kontribusi USD376 miliar atau sekitar Rp6.200 triliun.

General Manager Global Business Solutions TikTok Asia Tenggara, Yuke, menyebut Indonesia sedang berada pada titik penting dalam perkembangan ekonomi kreator. Ini sebagai momentum yang tepat bagi brand untuk berinvestasi. "Kreator Indonesia tumbuh paling cepat di kawasan dan semakin menjadi kekuatan komersial yang nyata," kata Yuke dalam acara TikTok CreatorFest 2025, dikutip pada Kamis (20/11/2025).

Baca Juga: 5 Tahun Lagi, Nilai Ekonomi Digital Indonesia Diproyeksi Tembus Rp6.634 Triliun

TikTok, lanjutnya, terus mengembangkan fitur seperti MarketScope, Consideration Ads, dan TikTok One guna membantu kreator dan brand memaksimalkan kolaborasi. Dalam laporan yang sama, Accenture Song menilai dampak komersial kreator, yang mencakup barang dan jasa yang terpengaruh atau dikonversi melalui konten akan meningkat hingga 1,5 kali lipat dari angka saat ini. Pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar dengan pengaruh kreator terbesar serta salah satu dengan laju ekspansi tercepat di Asia Pasifik.

Fenomena creator boom semakin terlihat dari data TikTok. Sepanjang Kuartal III-2025, jumlah kreator Indonesia yang berhasil memonetisasi konten melonjak hingga 2.000% secara tahunan. Lonjakan ini mencerminkan pergeseran ekosistem dari hanya mengandalkan kreator besar menuju munculnya everyday creators, yakni kreator dengan gaya bercerita natural dan dekat dengan keseharian audiens.

Autentisitas muncul sebagai faktor penentu pengaruh kreator terhadap keputusan konsumen. Riset Accenture menunjukkan 55% konsumen Indonesia menilai konten lo-fi, yang spontan dan tanpa filter lebih autentik, sementara 70% responden merasa siaran langsung atau live streaming memberikan kesan paling nyata. "Autentisitas terbukti menjadi kunci. Konsumen ingin melihat bukti penggunaan yang jujur dan pengalaman personal," demikian temuan laporan itu.



Dua dimensi autentisitas menjadi sorotan dalam studi tersebut, di antaranya aspek fungsional, seperti demonstrasi langsung atau perbandingan sebelum dan sesudah penggunaan produk; serta aspek emosional, yang muncul melalui gaya dan kepribadian kreator. Ketika keduanya berpadu, konten dinilai lebih meyakinkan dan efektif memengaruhi pertimbangan pembelian.

Baca Juga: Pajak Digital Tembus Rp42,53 Triliun per Akhir September 2025

Pengaruhnya terhadap perilaku konsumen juga sangat besar. Delapan dari sepuluh konsumen Indonesia mengaku terdorong membeli karena konten kreator yang jujur, sementara 87% menyatakan konten autentik membuat mereka melakukan aksi lanjutan seperti mencari informasi atau bertransaksi—angka tertinggi di Asia Pasifik.

GAPAC Head of Creative Product Operations TikTok, Evan Chen, menegaskan bahwa kreator Indonesia kini memainkan peran penting dalam menciptakan nilai ekonomi baru. Ia menambahkan, TikTok One dirancang untuk membantu kreator meningkatkan kapasitas dan visibilitas demi memperluas peluang kerja sama dengan brand. "Kreator bukan hanya pembuat konten, tetapi penggerak ekonomi dengan potensi kontribusi bernilai miliaran dolar pada 2030," ujar Evan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Dari Sampang, Rihul...
Dari Sampang, Rihul CZ Bangun Peluang Lewat Konten Digital
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Rekomendasi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Berita Terkini
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved