Buktikan Potensi Baru di Lapangan Tua, PHE ONWJ Hasilkan Uji Produksi 1.097 BOPD
Kamis, 27 November 2025 - 22:22 WIB
loading...
PHE ONWJ berhasil menyelesaikan kegiatan KUPL pada Sumur LD-10 di Lapangan Lima, lepas pantai utara Jawa Barat. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menyelesaikan kegiatan Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL) pada Sumur LD-10 di Lapangan Lima, lepas pantai utara Jawa Barat. Uji produksi yang dilakukan pada Selasa (25/11) mencatat hasil 1.097 barel minyak per hari (BOPD) dengan kadar air 6% menggunakan metode injeksi gas lift.
Metode gas lift digunakan untuk meningkatkan aliran minyak dari sumur ketika tekanan alami tidak lagi cukup mengangkat fluida ke permukaan. Pendekatan ini membuat aliran minyak menjadi lebih stabil, terutama untuk sumur-sumur yang memasuki fase produksi lanjut.
Kegiatan KUPL di sumur LD-10 menargetkan lapisan L-30 dan L-29 (Formasi Main) yang merupakan kompartemen baru di area timur laut Lapangan Lima. Target tersebut ditetapkan berdasarkan evaluasi petrofisika yang menunjukkan adanya potensi baru.
"Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen dan kerja nyata PHE ONWJ dalam upaya meningkatkan produksi migas untuk mendukung kemandirian energi nasional," ujar Direktur PHE ONWJ Rachmat Hidajat dalam keterangan resmi, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Beberkan Tantangan Tingkatkan Lifting Migas
Ia menambahkan, pencapaian ini menegaskan pentingnya perencanaan tepat dan eksekusi disiplin pada aset-aset mature. Secara operasional, sumur LD-10 merupakan sumur lama yang telah berhenti berproduksi sejak 2019, namun dinilai masih memiliki potensi untuk dioptimalkan kembali. Program kerja ulang berlangsung selama 24 hari dan diselesaikan dengan efisiensi biaya mencapai 82,15% dari anggaran yang disetujui SKK Migas.
Setelah uji awal, pekerjaan di Sumur LD-10 akan dilanjutkan dengan rangkaian uji produksi lanjutan sebelum dialirkan pada laju optimum melalui optimasi injeksi gas lift. Tahap ini diperlukan untuk menjaga kestabilan produksi agar tetap sesuai target lapangan.
Baca Juga: PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua
"Selanjutnya, PHE ONWJ akan terus menjalankan upaya-upaya operasi hulu migas berkelanjutan lainnya, baik melalui optimasi lapangan, inovasi teknologi, maupun peningkatan efisiensi operasi. Ini sejalan dengan prinsip Safer, Faster, Better," kata General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama.
Metode gas lift digunakan untuk meningkatkan aliran minyak dari sumur ketika tekanan alami tidak lagi cukup mengangkat fluida ke permukaan. Pendekatan ini membuat aliran minyak menjadi lebih stabil, terutama untuk sumur-sumur yang memasuki fase produksi lanjut.
Kegiatan KUPL di sumur LD-10 menargetkan lapisan L-30 dan L-29 (Formasi Main) yang merupakan kompartemen baru di area timur laut Lapangan Lima. Target tersebut ditetapkan berdasarkan evaluasi petrofisika yang menunjukkan adanya potensi baru.
"Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen dan kerja nyata PHE ONWJ dalam upaya meningkatkan produksi migas untuk mendukung kemandirian energi nasional," ujar Direktur PHE ONWJ Rachmat Hidajat dalam keterangan resmi, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Beberkan Tantangan Tingkatkan Lifting Migas
Ia menambahkan, pencapaian ini menegaskan pentingnya perencanaan tepat dan eksekusi disiplin pada aset-aset mature. Secara operasional, sumur LD-10 merupakan sumur lama yang telah berhenti berproduksi sejak 2019, namun dinilai masih memiliki potensi untuk dioptimalkan kembali. Program kerja ulang berlangsung selama 24 hari dan diselesaikan dengan efisiensi biaya mencapai 82,15% dari anggaran yang disetujui SKK Migas.
Setelah uji awal, pekerjaan di Sumur LD-10 akan dilanjutkan dengan rangkaian uji produksi lanjutan sebelum dialirkan pada laju optimum melalui optimasi injeksi gas lift. Tahap ini diperlukan untuk menjaga kestabilan produksi agar tetap sesuai target lapangan.
Baca Juga: PHE Siapkan Metode EOR Genjot Produksi Minyak di Lapangan Tua
"Selanjutnya, PHE ONWJ akan terus menjalankan upaya-upaya operasi hulu migas berkelanjutan lainnya, baik melalui optimasi lapangan, inovasi teknologi, maupun peningkatan efisiensi operasi. Ini sejalan dengan prinsip Safer, Faster, Better," kata General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama.
(nng)
Lihat Juga :