Pembibitan Calon Emiten Muda, 37 Brand Terbaik Jebolan Rocket Day Siap Bersaing Global
Jum'at, 12 Desember 2025 - 16:34 WIB
loading...
Menutup rangkaian rocket day 2025, 37 brand terbaik siap bersaing global, bahkan beberapa di antaranya siap IPO atau menjadi perusahaan terbuka. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menutup rangkaian rocket day 2025, 37 brand terbaik siap bersaing global, bahkan beberapa di antaranya siap IPO atau menjadi perusahaan terbuka. Kegiatan yang dilakukan oleh Sandination Academy dan Yayasan Indonesia Setara (YIS) itu diikuti 250 brand yang mengikuti proses inkubasi.
Terpilih 37 brand terbaik yang berhasil menyelesaikan seluruh fase Rocket: Ignition, Lift-Off, Boost, hingga Orbit, dan dinyatakan lulus dalam acara bergengsi ini. Founder Yayasan Indonesia Setara dan Sandination Academy, Sandiaga Uno menjelaskan, bila program ini merupakan jalur strategis pembibitan calon emiten muda Indonesia.
“Kami ingin Indonesia memiliki semakin banyak pengusaha muda yang siap memasuki pasar global, bahkan masuk ke Bursa Efek Indonesia,” kata Sandi dalam siaran persnya, Kamis (11/12).
Baca Juga: IPO per November Himpun Dana Rp15,35 Triliun, Ini Dua Terbesar
Sandi memaparkan, bila 37 brand ini lahir bukan hanya siap scale-up, karenanya pihaknya menyiapkan menjadi generasi pendiri perusahaan yang IPO-ready sehingga menjadi lambang kebangkitan ekonomi negara. Di sisi lain, keberadaan program ini melahirkan wirausaha unggul yang berfokus pada dampak sosial yang diberikan para founder kepada lingkungannya.
Pembekalan kemudian difokuskan tidak hanya membuka lapangan kerja baru bagi ratusan tenaga kerja muda di berbagai daerah. Namun mengembangkan bisnis yang bergerak di sektor ekonomi kreatif, pendidikan, lingkungan, digital, kesehatan, dan UMKM berbasis komunitas.
Selain itu, program ini mendorong transformasi usaha kecil menjadi bisnis formal, terukur, dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan kesejahteraan keluarga pelaku usaha.
Baca Juga: 3 Perusahaan Bakal Masuk Pipeline IPO Jelang Akhir Tahun 2025
Termasuk untuk IPO atau menjadi perusahaan terbuka, Sandination Academy dan Yayasan Indonesia Setara menjalin kerja sama erat dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan TICMI mereka nantinya memberikan pembekalan edukasi pasar modal, pendampingan bisnis menuju fase pre-IPO, akses awal kepada lembaga investasi dan mitra strategis, dan penguatan governance & kelayakan usaha.
“Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menghasilkan deretan young founders yang siap melangkah ke dunia korporasi dan menjadi bagian dari generasi baru emiten Indonesia,” timpal Executive Director Yayasan Indonesia Setara, Erna Usman.
Selain itu ciptakan peluang usaha global, pemenang tidak hanya mendapatkan modal usaha, tapi diberangkatkan ke China untuk menyiapkan diri bersaing global. “Kesempatan ini menjadi batu loncatan penting agar para founder mampu melihat peluang pasar global, memperkuat inovasi, dan mempersiapkan diri menuju fase global-ready dan IPO-ready,” tutur Erna.
Founder dan Program Director Sandination Academy, Reni Fitriani mengungkapkan, Rocket Day 2025 ini menjadi babak baru untuk membawa perubahan nyata, baik secara ekonomi maupun sosial. “Mereka diharapkan menjadi lokomotif bagi tercapainya Indonesia Emas 2045 melalui kewirausahaan berkelanjutan, inovatif, dan berdampak,” tutupnya.
Terpilih 37 brand terbaik yang berhasil menyelesaikan seluruh fase Rocket: Ignition, Lift-Off, Boost, hingga Orbit, dan dinyatakan lulus dalam acara bergengsi ini. Founder Yayasan Indonesia Setara dan Sandination Academy, Sandiaga Uno menjelaskan, bila program ini merupakan jalur strategis pembibitan calon emiten muda Indonesia.
“Kami ingin Indonesia memiliki semakin banyak pengusaha muda yang siap memasuki pasar global, bahkan masuk ke Bursa Efek Indonesia,” kata Sandi dalam siaran persnya, Kamis (11/12).
Baca Juga: IPO per November Himpun Dana Rp15,35 Triliun, Ini Dua Terbesar
Sandi memaparkan, bila 37 brand ini lahir bukan hanya siap scale-up, karenanya pihaknya menyiapkan menjadi generasi pendiri perusahaan yang IPO-ready sehingga menjadi lambang kebangkitan ekonomi negara. Di sisi lain, keberadaan program ini melahirkan wirausaha unggul yang berfokus pada dampak sosial yang diberikan para founder kepada lingkungannya.
Pembekalan kemudian difokuskan tidak hanya membuka lapangan kerja baru bagi ratusan tenaga kerja muda di berbagai daerah. Namun mengembangkan bisnis yang bergerak di sektor ekonomi kreatif, pendidikan, lingkungan, digital, kesehatan, dan UMKM berbasis komunitas.
Selain itu, program ini mendorong transformasi usaha kecil menjadi bisnis formal, terukur, dan berkelanjutan, sehingga meningkatkan kesejahteraan keluarga pelaku usaha.
Baca Juga: 3 Perusahaan Bakal Masuk Pipeline IPO Jelang Akhir Tahun 2025
Termasuk untuk IPO atau menjadi perusahaan terbuka, Sandination Academy dan Yayasan Indonesia Setara menjalin kerja sama erat dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan TICMI mereka nantinya memberikan pembekalan edukasi pasar modal, pendampingan bisnis menuju fase pre-IPO, akses awal kepada lembaga investasi dan mitra strategis, dan penguatan governance & kelayakan usaha.
“Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam menghasilkan deretan young founders yang siap melangkah ke dunia korporasi dan menjadi bagian dari generasi baru emiten Indonesia,” timpal Executive Director Yayasan Indonesia Setara, Erna Usman.
Selain itu ciptakan peluang usaha global, pemenang tidak hanya mendapatkan modal usaha, tapi diberangkatkan ke China untuk menyiapkan diri bersaing global. “Kesempatan ini menjadi batu loncatan penting agar para founder mampu melihat peluang pasar global, memperkuat inovasi, dan mempersiapkan diri menuju fase global-ready dan IPO-ready,” tutur Erna.
Founder dan Program Director Sandination Academy, Reni Fitriani mengungkapkan, Rocket Day 2025 ini menjadi babak baru untuk membawa perubahan nyata, baik secara ekonomi maupun sosial. “Mereka diharapkan menjadi lokomotif bagi tercapainya Indonesia Emas 2045 melalui kewirausahaan berkelanjutan, inovatif, dan berdampak,” tutupnya.
(akr)
Lihat Juga :