Jejak Sukses Wirausaha Lokal: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Bersama Shopee
Minggu, 14 Desember 2025 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
- Intresse, Menjaga Budaya
Sementara Susanne Melvina, Intresse menambah warna lain dalam video, yang berangkat dari kecintaan mendalam terhadap tenun. Dari awal, pendirinya percaya bahwa kain bukan sekadar kain, setiap helai menyimpan cerita, warisan budaya, dan harapan untuk generasi berikutnya. Namun keyakinan itu tidak serta-merta menghapus kekhawatiran tentang pertanyaan: “Masih ada ruang kah untuk tenun di zaman sekarang?”. Di tengah tren fashion modern, ada rasa takut bahwa budaya justru perlahan terlupakan. Namun kekhawatiran itu pula yang akhirnya menjadi alasan untuk terus bergerak. Bersama Shopee, Intresse menemukan cara baru untuk lebih dekat dengan para pelanggan khususnya generasi muda. Saat ini, produknya bisa terjual dari Aceh hingga Papua.
- Demodas, Pejuang Masa Depan
Ada pula sosok di balik Kacamata Demodas, Priyanto Utomo atau di panggil Tommy yang memulai usaha dengan keyakinan bahwa kacamata tidak hanya membantu orang melihat lebih jelas, tetapi juga tampil percaya diri dengan gaya mereka. Perjalanannya tidak mudah. Menjual kacamata itu cocok-cocokan: orang ingin mencoba dulu, melihat apakah bentuknya pas di wajah. Belum lagi stigma bahwa brand lokal kacamata sering dianggap sebelah mata. Di tengah tantangan tersebut, Shopee menjadi ruang baru untuk menunjukkan kualitas: memperkenalkan frame secara live, menjawab pertanyaan real-time, dan memberikan edukasi mengenai kacamata kepada para pelanggan.
- Bukipet, Kreativitas Tanpa Batas
Bukipet juga tumbuh dari mimpi besar dan cinta pada hewan. Di usia 25 tahun, Asep Ruswandi memulai bisnis pakaian, mainan, dan perawatan hewan, berangkat dari keyakinan sederhana bahwa hewan peliharaan juga layak mendapat kenyamanan. Walaupun bisnis ini kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sulit untuk mendapatkan panggung, Asep tetap memilih untuk percaya pada mimpinya. Shopee membuat perjalanan itu menjadi lebih mudah, mempertemukan produknya dengan para pecinta hewan, membuka ruang interaksi yang lebih personal, dan mempercepat kepercayaan konsumen.
Kreativitas, Keberanian, dan Pemanfaatan Teknologi bersama Shopee
Keberhasilan seller muda di Shopee bukan hanya hasil dari produk yang ditawarkan, tetapi juga kemampuan mereka beradaptasi terhadap dunia digital yang terus berubah. Mereka cepat belajar, mengoptimalkan berbagai kampanye yang dihadirkan Shopee secara efektif, hingga fitur interaktif seperti Shopee Live, Shopee Video, Shopee Affiliate, untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta menciptakan pengalaman belanja yang personal dan interaktif.
Dari fase awal yang dipenuhi keraguan dan berbagai eksperimen, kini mereka memasuki tahap pertumbuhan yang lebih matang.
- Hairum kini melihat lebih dari 80% penjualannya berasal dari Shopee. Bahkan Hairum menjadi salah satu penjual di kategori Kecantikan yang sukses meraih total penjualan mencapai puluhan ribu produk.
Sementara Susanne Melvina, Intresse menambah warna lain dalam video, yang berangkat dari kecintaan mendalam terhadap tenun. Dari awal, pendirinya percaya bahwa kain bukan sekadar kain, setiap helai menyimpan cerita, warisan budaya, dan harapan untuk generasi berikutnya. Namun keyakinan itu tidak serta-merta menghapus kekhawatiran tentang pertanyaan: “Masih ada ruang kah untuk tenun di zaman sekarang?”. Di tengah tren fashion modern, ada rasa takut bahwa budaya justru perlahan terlupakan. Namun kekhawatiran itu pula yang akhirnya menjadi alasan untuk terus bergerak. Bersama Shopee, Intresse menemukan cara baru untuk lebih dekat dengan para pelanggan khususnya generasi muda. Saat ini, produknya bisa terjual dari Aceh hingga Papua.
- Demodas, Pejuang Masa Depan
Ada pula sosok di balik Kacamata Demodas, Priyanto Utomo atau di panggil Tommy yang memulai usaha dengan keyakinan bahwa kacamata tidak hanya membantu orang melihat lebih jelas, tetapi juga tampil percaya diri dengan gaya mereka. Perjalanannya tidak mudah. Menjual kacamata itu cocok-cocokan: orang ingin mencoba dulu, melihat apakah bentuknya pas di wajah. Belum lagi stigma bahwa brand lokal kacamata sering dianggap sebelah mata. Di tengah tantangan tersebut, Shopee menjadi ruang baru untuk menunjukkan kualitas: memperkenalkan frame secara live, menjawab pertanyaan real-time, dan memberikan edukasi mengenai kacamata kepada para pelanggan.
- Bukipet, Kreativitas Tanpa Batas
Bukipet juga tumbuh dari mimpi besar dan cinta pada hewan. Di usia 25 tahun, Asep Ruswandi memulai bisnis pakaian, mainan, dan perawatan hewan, berangkat dari keyakinan sederhana bahwa hewan peliharaan juga layak mendapat kenyamanan. Walaupun bisnis ini kerap dipandang sebelah mata dan dianggap sulit untuk mendapatkan panggung, Asep tetap memilih untuk percaya pada mimpinya. Shopee membuat perjalanan itu menjadi lebih mudah, mempertemukan produknya dengan para pecinta hewan, membuka ruang interaksi yang lebih personal, dan mempercepat kepercayaan konsumen.
Kreativitas, Keberanian, dan Pemanfaatan Teknologi bersama Shopee
Keberhasilan seller muda di Shopee bukan hanya hasil dari produk yang ditawarkan, tetapi juga kemampuan mereka beradaptasi terhadap dunia digital yang terus berubah. Mereka cepat belajar, mengoptimalkan berbagai kampanye yang dihadirkan Shopee secara efektif, hingga fitur interaktif seperti Shopee Live, Shopee Video, Shopee Affiliate, untuk menjangkau audiens yang lebih luas serta menciptakan pengalaman belanja yang personal dan interaktif.
Dari fase awal yang dipenuhi keraguan dan berbagai eksperimen, kini mereka memasuki tahap pertumbuhan yang lebih matang.
- Hairum kini melihat lebih dari 80% penjualannya berasal dari Shopee. Bahkan Hairum menjadi salah satu penjual di kategori Kecantikan yang sukses meraih total penjualan mencapai puluhan ribu produk.
Lihat Juga :