InJourney Airports Pastikan Kesiapan 37 Bandara Sambut Nataru 2025/2026

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:57 WIB
loading...
InJourney Airports Pastikan...
InJourney Airports memastikan kesiapan 37 bandara dalam menghadapi lonjakan penumpang pesawat selama periode Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2025/2026. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Angkasa Pura Indonesia ( InJourney Airports ) memastikan kesiapan 37 bandara dalam menghadapi lonjakan penumpang pesawat selama periode Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2025/2026 . Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Achmad Setiyo Prabowo memproyeksikan, total penumpang selama periode Nataru tembus 5.050.194 penumpang. Terdiri dari 3.899.176 penumpang domestik dan 1.151.018 penumpang internasional.

"Dari sisi angka, kenaikannya memang tidak terlalu signifikan, tetapi kami tetap optimistis akan ada peningkatan mobilisasi dan pergerakan penumpang," ujarnya dalam diskusi bersama Forwahub di Bogor, Jawa Barat, Kamis (11/12).

Adapun rute domestik dengan potensi penumpang tertinggi diprediksi masih didominasi penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, seperti rute Jakarta–Denpasar, Jakarta–Surabaya, Jakarta–Medan, serta Balikpapan–Jakarta. Sementara untuk rute internasional, penerbangan Jakarta–Singapura, Denpasar–Singapura, Jakarta–Kuala Lumpur, dan Denpasar–Kuala Lumpur masih menjadi yang paling diminati.

Baca Juga: Penerbangan dengan Pesawat Airbus A320 Berpotensi Delay hingga 4 Desember, Ini Sebabnya

Dari sisi kesiapan armada, Setiyo mengungkapkan bahwa jumlah pesawat udara yang tercatat di Indonesia saat ini sebanyak 568 unit. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 368 pesawat yang dalam kondisi siap operasi, sementara sisanya menjalani perawatan.

“Kondisi armada ini masih belum kembali seperti sebelum pandemi. Jumlah pesawat yang serviceable terbatas, sehingga rotasi pesawat menjadi lebih ketat, terutama saat terjadi gangguan cuaca atau teknis,” ujarnya.



Untuk menjaga keterjangkauan harga tiket selama periode Nataru, pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus. Di antaranya kebijakan PPN ditanggung pemerintah sebesar 6 persen, diskon fuel surcharge untuk pesawat jet dan propeller, diskon tarif jasa kebandarudaraan hingga 50 persen, penurunan harga avtur di 37 bandara, serta perpanjangan jam operasional bandara.

"Kalau di ramu, ada kebijakan PPN DTP, diskon fuel surcharge, tax bandara, dan lain-lain, kurang lebih bisa menurunkan harga tiket 12-13 persen," lanjutnya.

Sementara itu, PGS. Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim memastikan kesiapan 37 bandara dalam melayani masyarakat pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Persiapan mencakup operasional terpadu, kesiapan fasilitas, pengerahan personel, hingga dukungan sistem teknologi informasi.

"Kami tengah melakukan persiapan untuk mengoperasikan posko terpadu di kantor pusat InJourney Airports, serta di enam kantor regional dan 37 bandara selama 18 hari yang direncanakan mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026," kata Pahlevi Arie.

Pihaknya akan terus memastikan kelancaran operasional dan pelayanan bandara selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, termasuk saat puncak arus keberangkatan penumpang pesawat udara yang diperkirakan pada 20 - 21 Desember 2025, sedangkan arus balik Nataru diperkirakan terjadi pada tanggal 3-4 Januari 2026.

Ia mengakui, salah satu keluhan yang kerap muncul dari pengguna jasa adalah antrean panjang dan kemacetan, terutama di bandara-bandara besar. Namun, sejumlah perbaikan manajemen telah dilakukan, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta. Program penataan akses dan pengelolaan terminal, termasuk pengalihan operasional penerbangan tertentu, dinilai telah memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kepadatan, terutama di area sebelum drop zone.

Baca Juga: Siap-siap, 2026 Singapura akan Terapkan Pajak Baru untuk Penumpang Pesawat

Selain itu, peningkatan kapasitas sisi darat juga terus dilakukan di beberapa bandara utama. Salah satu yang paling menonjol adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, dengan perluasan fasilitas sisi darat yang meningkatkan kapasitas layanan dari sekitar 24 juta menjadi 32 juta penumpang per tahun. Langkah ini diharapkan mampu mengantisipasi lonjakan penumpang, terutama pada musim liburan.

Arie juga menyoroti pentingnya pengelolaan operasional bandara dalam menghadapi potensi gangguan cuaca dan risiko keterlambatan penerbangan. InJourney Airports berkomitmen untuk mengoperasikan bandara secara fleksibel hingga 24 jam selama periode Nataru, khususnya pada 22 Desember hingga 10 Januari, menyesuaikan dengan kebutuhan maskapai dan pergerakan penumpang.

"Bandara pada prinsipnya siap beroperasi 24 jam. Ini penting agar jika terjadi delay, pesawat tetap bisa mendarat dan tidak menumpuk di udara maupun di bandara lain akibat bandara tujuan tutup," jelasnya.

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), InJourney Airports menyiapkan hampir 16 ribu personel internal yang didukung ribuan personel eksternal di seluruh Indonesia. Penambahan personel layanan pelanggan juga dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya interaksi dengan penumpang, khususnya saat terjadi keterlambatan atau kondisi operasional tidak normal.

Arie menegaskan bahwa dalam situasi delay, hal paling krusial bagi penumpang adalah kepastian informasi. Oleh karena itu, pengelola bandara bersama maskapai berkomitmen menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan agar dapat menurunkan tingkat ketegangan dan mencegah eskalasi keluhan.

"Kepastian informasi itu jauh lebih penting bagi penumpang. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap pelayanan tetap terjaga dan pengalaman penumpang selama libur Nataru tetap nyaman," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan...
Mulai 1 Juli 2026, Keberangkatan Jemaah Umrah di Bandara Soekarno-Hatta Terpusat di Terminal 2F: Cek Tahapannya!
AHY Ungkap Ego Sektoral...
AHY Ungkap Ego Sektoral Jadi Hambatan Tata Kelola Kebandarudaraan
AHY Targetkan Bandara...
AHY Targetkan Bandara Soekarno-Hatta Tembus 10 Besar Terbaik Dunia di 2029
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
Sumatera Blackout, InJourney...
Sumatera Blackout, InJourney Pastikan Bandara Beroperasi Normal
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Rekomendasi
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Berita Terkini
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Rekor Terburuk Sejak...
Rekor Terburuk Sejak 1986! Yen Jepang Hancur Lebur ke Titik Terendah
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Penuhi Target 100 GW...
Penuhi Target 100 GW PLTS, Kesiapan SDM Lokal Jadi Syarat Mutlak
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved