Kekayaan Elon Musk Cetak Rekor Berkat Valuasi SpaceX, Tembus Rp10.653 Triliun
Rabu, 17 Desember 2025 - 11:46 WIB
loading...
Kekayaan Elon Musk mencapai rekor tertinggi baru, menembus angka USD600 miliar untuk pertama kalinya didorong valuasi terbaru SpaceX. FOTO/SpaceX
A
A
A
JAKARTA - Kekayaan Elon Musk mencapai rekor tertinggi baru, menembus angka USD600 miliar atau setara Rp10.653 triliun untuk pertama kalinya didorong valuasi terbaru SpaceX.
Orang terkaya di dunia itu kini memiliki kekayaan hampir USD638 miliar atau setara Rp10.653 triliun menurut Bloomberg Billionaires Index, setelah SpaceX mencatatkan valuasi sekitar USD800 miliar dalam transaksi penjualan saham internal.
Kesepakatan tersebut menjadikan perusahaan roket yang berbasis di Starbase, Texas, itu sebagai perusahaan swasta paling bernilai di dunia. Musk merupakan pendiri sekaligus kepala eksekutif SpaceX. Kepemilikan Musk sebesar 42% di SpaceX kini bernilai sekitar USD317 miliar setelah memperhitungkan diskon likuiditas yang biasanya diterapkan pada perusahaan tertutup. Ini menjadi pertama kalinya Bloomberg menghitung kekayaan seorang individu melampaui USD600 miliar.
Baca Juga: Elon Musk Tertawakan Waymo Tidak Pernah Bisa Kalahkan Tesla
Musk yang kini berusia 54 tahun pertama kali mencapai kekayaan USD100 miliar pada 2020, seiring melonjaknya nilai Tesla, perusahaan kendaraan listrik tempat ia juga menjabat sebagai CEO.
Saat pertama kali masuk dalam indeks tersebut pada Mei 2013, kekayaan Musk tercatat hanya sekitar USD4,8 miliar. Kekayaan Musk masih berpotensi terus bertambah apabila SpaceX berhasil melantai di bursa melalui penawaran umum perdana (IPO) paling cepat pada 2026, dengan target valuasi mencapai USD1,5 triliun. Jika tercapai, nilai kepemilikan Musk akan melampaui USD625 miliar yang akan membawanya semakin dekat menjadi triliuner pertama di dunia.
Baca Juga: Para Miliarder Dunia Bersiap Hadapi Kiamat, Bangun Bunker Mewah hingga Pelindung Badai
SpaceX saat ini merupakan pemain terbesar di industri peluncuran roket orbit melalui wahana Falcon 9, serta menyediakan layanan internet lewat sistem satelit Starlink. Perusahaan ini sebelumnya sempat dinilai sekitar USD400 miliar dalam penawaran sekunder pada Juli lalu. Belakangan, Musk juga mempromosikan rencana pengembangan pusat data kecerdasan buatan berbasis luar angkasa.
Orang terkaya di dunia itu kini memiliki kekayaan hampir USD638 miliar atau setara Rp10.653 triliun menurut Bloomberg Billionaires Index, setelah SpaceX mencatatkan valuasi sekitar USD800 miliar dalam transaksi penjualan saham internal.
Kesepakatan tersebut menjadikan perusahaan roket yang berbasis di Starbase, Texas, itu sebagai perusahaan swasta paling bernilai di dunia. Musk merupakan pendiri sekaligus kepala eksekutif SpaceX. Kepemilikan Musk sebesar 42% di SpaceX kini bernilai sekitar USD317 miliar setelah memperhitungkan diskon likuiditas yang biasanya diterapkan pada perusahaan tertutup. Ini menjadi pertama kalinya Bloomberg menghitung kekayaan seorang individu melampaui USD600 miliar.
Baca Juga: Elon Musk Tertawakan Waymo Tidak Pernah Bisa Kalahkan Tesla
Musk yang kini berusia 54 tahun pertama kali mencapai kekayaan USD100 miliar pada 2020, seiring melonjaknya nilai Tesla, perusahaan kendaraan listrik tempat ia juga menjabat sebagai CEO.
Saat pertama kali masuk dalam indeks tersebut pada Mei 2013, kekayaan Musk tercatat hanya sekitar USD4,8 miliar. Kekayaan Musk masih berpotensi terus bertambah apabila SpaceX berhasil melantai di bursa melalui penawaran umum perdana (IPO) paling cepat pada 2026, dengan target valuasi mencapai USD1,5 triliun. Jika tercapai, nilai kepemilikan Musk akan melampaui USD625 miliar yang akan membawanya semakin dekat menjadi triliuner pertama di dunia.
Baca Juga: Para Miliarder Dunia Bersiap Hadapi Kiamat, Bangun Bunker Mewah hingga Pelindung Badai
SpaceX saat ini merupakan pemain terbesar di industri peluncuran roket orbit melalui wahana Falcon 9, serta menyediakan layanan internet lewat sistem satelit Starlink. Perusahaan ini sebelumnya sempat dinilai sekitar USD400 miliar dalam penawaran sekunder pada Juli lalu. Belakangan, Musk juga mempromosikan rencana pengembangan pusat data kecerdasan buatan berbasis luar angkasa.
(nng)
Lihat Juga :