Perusahaan Global Prioritaskan Keterampilan Speaking dan Writing
Rabu, 17 Desember 2025 - 13:40 WIB
loading...
AI membuka peluang pembelajaran bahasa Inggris yang lebih personal dan adaptif. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mendorong perubahan arah pengukuran kemampuan bahasa Inggris, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan komunikasi aplikatif. Jika sebelumnya penilaian lebih menekankan kemampuan membaca dan mendengar, kini fokus bergeser ke keterampilan produktif, yakni berbicara dan menulis, yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan bisnis global.
Perubahan tersebut diperkuat riset Empowering Language Assessment: The Pioneering Role of Artificial Intelligence yang menunjukkan teknologi AI mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan konsistensi penilaian bahasa. Sistem otomatis seperti automated essay scoring dan pengenalan suara berbasis natural language processing memungkinkan evaluasi kemampuan struktur kalimat, kelancaran, serta penguasaan kosakata dilakukan secara objektif dan cepat.
Academic Operations Manager EF EFEKTA English for Adults Yunita Yanti mengatakan, pemanfaatan AI membuat penilaian keterampilan berbicara dan menulis menjadi lebih presisi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “AI membuka peluang pembelajaran bahasa Inggris yang lebih personal dan adaptif, sehingga kompetensi komunikasi yang dibutuhkan dunia usaha dapat dibangun secara terarah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Jadi Prioritas Diajarkan di Sekolah
Kebutuhan penilaian yang cepat dan akurat kian menguat di tengah dinamika ekonomi global. Perusahaan lintas negara menuntut komunikasi profesional yang jelas, spontan, dan efektif, sehingga keterampilan speaking dan writing menjadi indikator utama kesiapan tenaga kerja dan daya saing bisnis.
Sejumlah studi juga mencatat AI memberi nilai tambah melalui penyediaan lingkungan latihan virtual yang adaptif. Peserta dapat berlatih percakapan dengan chatbot, menyusun tulisan, serta menerima umpan balik otomatis secara berkelanjutan. Akses latihan selama 24 jam ini membantu meningkatkan konsistensi pembelajaran, terutama bagi pekerja dan pencari kerja dengan keterbatasan waktu pelatihan.
Sejalan dengan tren tersebut, EF English Proficiency Index (EF EPI) 2025 memperkenalkan penilaian kemampuan produktif berbasis AI yang dikembangkan EF EFEKTA. Selama lebih dari satu dekade, EF EPI mengukur kemampuan bahasa Inggris global melalui EF SET, dengan partisipasi lebih dari dua juta orang dewasa pada tahun ini.
Baca Juga: DPR: Pengajaran Bahasa Portugis Bisa Diujicobakan di NTT
Tema global laporan tahun ini, English in the Age of AI, menegaskan teknologi berperan sebagai pendukung, bukan pengganti komunikasi manusia. Penguasaan speaking dan writing yang kuat dipandang sebagai modal strategis untuk meningkatkan produktivitas, kolaborasi lintas negara, dan daya saing pelaku usaha di era ekonomi digital.
Perubahan tersebut diperkuat riset Empowering Language Assessment: The Pioneering Role of Artificial Intelligence yang menunjukkan teknologi AI mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan konsistensi penilaian bahasa. Sistem otomatis seperti automated essay scoring dan pengenalan suara berbasis natural language processing memungkinkan evaluasi kemampuan struktur kalimat, kelancaran, serta penguasaan kosakata dilakukan secara objektif dan cepat.
Academic Operations Manager EF EFEKTA English for Adults Yunita Yanti mengatakan, pemanfaatan AI membuat penilaian keterampilan berbicara dan menulis menjadi lebih presisi dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “AI membuka peluang pembelajaran bahasa Inggris yang lebih personal dan adaptif, sehingga kompetensi komunikasi yang dibutuhkan dunia usaha dapat dibangun secara terarah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/12/2025).
Baca Juga: Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Jadi Prioritas Diajarkan di Sekolah
Kebutuhan penilaian yang cepat dan akurat kian menguat di tengah dinamika ekonomi global. Perusahaan lintas negara menuntut komunikasi profesional yang jelas, spontan, dan efektif, sehingga keterampilan speaking dan writing menjadi indikator utama kesiapan tenaga kerja dan daya saing bisnis.
Sejumlah studi juga mencatat AI memberi nilai tambah melalui penyediaan lingkungan latihan virtual yang adaptif. Peserta dapat berlatih percakapan dengan chatbot, menyusun tulisan, serta menerima umpan balik otomatis secara berkelanjutan. Akses latihan selama 24 jam ini membantu meningkatkan konsistensi pembelajaran, terutama bagi pekerja dan pencari kerja dengan keterbatasan waktu pelatihan.
Sejalan dengan tren tersebut, EF English Proficiency Index (EF EPI) 2025 memperkenalkan penilaian kemampuan produktif berbasis AI yang dikembangkan EF EFEKTA. Selama lebih dari satu dekade, EF EPI mengukur kemampuan bahasa Inggris global melalui EF SET, dengan partisipasi lebih dari dua juta orang dewasa pada tahun ini.
Baca Juga: DPR: Pengajaran Bahasa Portugis Bisa Diujicobakan di NTT
Tema global laporan tahun ini, English in the Age of AI, menegaskan teknologi berperan sebagai pendukung, bukan pengganti komunikasi manusia. Penguasaan speaking dan writing yang kuat dipandang sebagai modal strategis untuk meningkatkan produktivitas, kolaborasi lintas negara, dan daya saing pelaku usaha di era ekonomi digital.
(nng)
Lihat Juga :