Harga Tembaga Melonjak Imbas Guncangan Pasokan dan Permintaan AI
Kamis, 18 Desember 2025 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Gantikan Polantas, China Siapkan Robot AI Humanoid untuk Atur Lalu Lintas
Di sisi proyeksi, pandangan analis global masih terbelah. Citigroup memperkirakan harga tembaga mencapai 13.000 dolar AS per ton pada kuartal II 2026 dengan skenario optimistis hingga 15.000 dolar AS, sementara ANZ memprediksi harga bertahan di atas 11.000 dolar AS per ton sepanjang 2026 dan mendekati 12.000 dolar AS pada akhir tahun.
Sebaliknya, Goldman Sachs menyampaikan pandangan lebih hati-hati dengan memproyeksikan harga turun ke kisaran USD10.000–USD11.000 per ton pada 2026, dengan rata-rata USD10.710 pada paruh pertama, seiring pasokan global yang dinilai masih memadai.
Sementara itu, International Copper Study Group memperkirakan pasar tembaga rafinasi berbalik menjadi defisit 150.000 ton pada 2026 dari proyeksi surplus pada 2025, meski UBS menaikkan proyeksi defisitnya menjadi 407.000 ton pada 2026.
Di sisi proyeksi, pandangan analis global masih terbelah. Citigroup memperkirakan harga tembaga mencapai 13.000 dolar AS per ton pada kuartal II 2026 dengan skenario optimistis hingga 15.000 dolar AS, sementara ANZ memprediksi harga bertahan di atas 11.000 dolar AS per ton sepanjang 2026 dan mendekati 12.000 dolar AS pada akhir tahun.
Sebaliknya, Goldman Sachs menyampaikan pandangan lebih hati-hati dengan memproyeksikan harga turun ke kisaran USD10.000–USD11.000 per ton pada 2026, dengan rata-rata USD10.710 pada paruh pertama, seiring pasokan global yang dinilai masih memadai.
Sementara itu, International Copper Study Group memperkirakan pasar tembaga rafinasi berbalik menjadi defisit 150.000 ton pada 2026 dari proyeksi surplus pada 2025, meski UBS menaikkan proyeksi defisitnya menjadi 407.000 ton pada 2026.
(nng)
Lihat Juga :