Harga Tembaga Melonjak Imbas Guncangan Pasokan dan Permintaan AI
Kamis, 18 Desember 2025 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Gangguan tambahan terjadi di kompleks Kamoa-Kakula milik Ivanhoe Mines di Republik Demokratik Kongo akibat banjir pada Mei, serta di tambang El Teniente milik Codelco di Chile setelah runtuhnya terowongan mematikan pada Juli. Rangkaian kejadian ini memperketat pasokan di saat permintaan meningkat.
Pasar tembaga juga terbelah secara geografis di tengah ketidakpastian tarif. Persediaan di bursa COMEX Amerika Serikat membengkak hingga lebih dari 405.000 ton—sekitar 61% dari total stok tembaga di bursa—sementara persediaan di luar AS tetap ketat, memicu distorsi harga antara COMEX dan LME. Kondisi tersebut menciptakan reli yang saling menguatkan karena penimbunan menjelang potensi pembatasan perdagangan menguras stok di wilayah lain. Namun, analis memperingatkan perubahan ekspektasi tarif dapat mendorong aliran stok kembali keluar dan membalikkan dinamika harga dengan cepat.
Dari sisi permintaan, pembangunan pusat data berbasis AI menjadi katalis utama. Menurut Copper Development Association, satu pusat data hyperscale untuk operasi AI dapat membutuhkan hingga 50.000 ton tembaga per fasilitas, jauh di atas kebutuhan fasilitas konvensional yang berkisar 5.000–15.000 ton.
Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) memproyeksikan konsumsi listrik pusat data akan lebih dari dua kali lipat pada 2030, yang berpotensi menyerap lebih dari setengah juta ton tembaga per tahun menjelang akhir dekade.
Pasar tembaga juga terbelah secara geografis di tengah ketidakpastian tarif. Persediaan di bursa COMEX Amerika Serikat membengkak hingga lebih dari 405.000 ton—sekitar 61% dari total stok tembaga di bursa—sementara persediaan di luar AS tetap ketat, memicu distorsi harga antara COMEX dan LME. Kondisi tersebut menciptakan reli yang saling menguatkan karena penimbunan menjelang potensi pembatasan perdagangan menguras stok di wilayah lain. Namun, analis memperingatkan perubahan ekspektasi tarif dapat mendorong aliran stok kembali keluar dan membalikkan dinamika harga dengan cepat.
Dari sisi permintaan, pembangunan pusat data berbasis AI menjadi katalis utama. Menurut Copper Development Association, satu pusat data hyperscale untuk operasi AI dapat membutuhkan hingga 50.000 ton tembaga per fasilitas, jauh di atas kebutuhan fasilitas konvensional yang berkisar 5.000–15.000 ton.
Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) memproyeksikan konsumsi listrik pusat data akan lebih dari dua kali lipat pada 2030, yang berpotensi menyerap lebih dari setengah juta ton tembaga per tahun menjelang akhir dekade.
Lihat Juga :