Hanya Ada 3 Hari Bursa, Investor Diminta Cermati Sentimen Kunci Ini

Senin, 22 Desember 2025 - 07:30 WIB
loading...
Hanya Ada 3 Hari Bursa,...
Proyeksi market pekan ini yang hanya akan berlangsung dalam 3 hari perdagangan karena ada libur dan cuti bersama Hari Raya Natal, para trader dan investor diminta untuk mencermati sentimen kunci pekan ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) ditutup di level 8.609 pada akhir perdagangan Jumat, 19 Desember 2025 atau melemah kurang lebih 0,59% dibandingkan pekan sebelumnya. Di masa pelemahan IHSG sepekan terakhir, investor asing melakukan penjualan (outflow) sebesar Rp365 miliar di pasar reguler.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan menegaskan, pelemahan IHSG pekan lalu dipengaruhi sentimen global yakni US Unemployment Rate, dimana lapangan kerja AS tumbuh di November, namun tingkat pengangguran naik ke 4,6% yang mencerminkan pasar tenaga kerja yang mulai melemah di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.

Tak hanya itu saja, dari global ada sentimen keputusan Bank of Japan yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 0,75% sehingga tercatat sebagai level tertinggi sejak 1995. Baca Juga: Investor Pasar Modal Indonesia Naik 34,8%, Tembus 20 Juta di Akhir 2025

Sementara itu dari domestik ada keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga di level 4.75% dengan dalih fokus menjaga kestabilan Rupiah. "Sentimen-sentimen tersebut membuat pergerakan IHSG sedikit lesu," tegas David.

Berbicara tentang proyeksi market pekan ini yang hanya akan berlangsung dalam 3 hari perdagangan (22-24 Desember 2025) karena ada libur dan cuti bersama Hari Raya Natal (25-26 Desember 2025), David mengimbau para trader dan investor untuk mencermati sentimen kunci pekan ini yakni Framework Agreement US-Indonesia, dimana pejabat AS melalui laporan Financial Times dan Reuters menyatakan bahwa kesepakatan ini terancam batal karena Indonesia dianggap backtracking terhadap komitmen yang sudah disepakati di bulan Juli.

Menyikapi target IHSG oleh sejumlah pihak bisa menyentuh level 9.000 hingga akhir tahun 2025, David masih optimis peluang itu tetap terbuka, meski hingga akhir 2025 tinggal 5 hari bursa.

Ia menegaskan IHSG bisa menyentuh level 9.000 apabila ada belanja pemerintah dan kebijakan fiskal yang signifikan, ada pelonggaran moneter yang berlanjut, pemulihan kondisi global dan stabilitas makro, re-rating valuasi dan perbaikan kinerja korporasi serta peningkatan minat investor.

Berikut beberapa saham yang direkomendasikan:

1. Buy on Pullback ARCI (Current Price: 1.585, Entry: 1.500-1.550, Target Price: 1.700 (13,33%), Stop Loss: 1.440 (-4,00%) dan Risk to Reward Ratio 1:3,3). Emiten PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) layak trading pekan ini karena harga komoditas gold kembali all time high dan ARCI dalam jangka pendek masih bertahan di MA5 serta price action ada indikasi konsolidasi low volume.

2. Buy ASSA (Current Price: 1.180, Entry: 1.180, Target Price: 1.280 (8,47%), Stop Loss: 1.130 (-4,24%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,0). Saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menarik untuk ditradingkan pekan ini karena dalam jangka pendek konsisten uptrend pada Jumat pekan lalu rejection dari MA20-nya.

3. Buy on Breakout UNVR (Current Price: 2.770, Entry: 2.800, Target Price: 3.000 (7,14%), Stop Loss: 2.700 (-3,57%) dan Risk to Reward Ratio 1:2,0). Emiten PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menolak turun di bawah MA20 dan price actionnya mengindikasikan potential breakout sehingga layak ditradingkan pekan ini.

Baca Juga: IHSG Diramal Tembus 9.000, OJK: Perlu Diimbangi dengan Kewaspadaan

4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). Bank Indonesia berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi melalui ekspansi likuiditas, dengan menargetkan pertumbuhan M0 Adjusted dua digit mulai Desember 2025 hingga 2026, guna memperkuat penyaluran likuiditas ke sektor riil seiring sinergi kebijakan fiskal.

Ekspansi ini didukung penurunan posisi SRBI yang menambah likuiditas lebih dari Rp200 triliun serta pembelian SBN di pasar sekunder sebesar Rp327.45 triliun, menciptakan kondisi likuiditas yang lebih longgar dan kondusif bagi penurunan suku bunga, percepatan kredit perbankan, serta pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan domestik. Power Fund Series (PFS) XIHD berpotensi mendapat dukungan dari akselerasi penyaluran kredit perbankan.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
Diwarnai Penguatan 307...
Diwarnai Penguatan 307 Saham, IHSG Dibuka Berbalik Menghijau ke 5.344
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
Rekomendasi
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
3 Produsen Oplos 5 Merek...
3 Produsen Oplos 5 Merek Beras Premium, Ini Nama-namanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved