Rehabilitasi Mangrove Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Pesisir
Rabu, 31 Desember 2025 - 14:32 WIB
loading...
Yayasan KEHATI dan BTN melaksanakan program penanaman mangrove di tiga kawasan pesisir Indonesia. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Rehabilitasi mangrove kian dipandang sebagai instrumen strategis yang tidak hanya memulihkan lingkungan pesisir, tetapi juga membuka peluang penguatan ekonomi masyarakat. Pendekatan tersebut tercermin dalam kolaborasi Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui program penanaman mangrove di tiga kawasan pesisir Indonesia.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN itu dilaksanakan di Kawasan Mangrove Lantebung, Kota Makassar, Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, serta pesisir Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Secara keseluruhan, sebanyak 7.500 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam di area seluas satu hektare, dengan distribusi merata di setiap lokasi.
Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan KEHATI Toufik Alansar menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar manfaatnya berkelanjutan. “Penanaman mangrove tidak cukup hanya berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga harus dibangun sebagai gerakan bersama yang memberi nilai tambah bagi masyarakat pesisir, termasuk melalui peran aktif dunia usaha,” ujar dia dalam pernyataannya, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Peduli Lingkungan dan Cegah Abrasi, Ratusan Mangrove Ditanam di Muara Gembong
Ekosistem mangrove memiliki fungsi vital sebagai pelindung alami dari abrasi dan gelombang ekstrem, sekaligus menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Lebih dari itu, keberadaan mangrove juga menopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, mulai dari perikanan hingga ekowisata, sehingga pemulihannya berpotensi menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, keterlibatan BTN dalam rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perseroan terhadap pembangunan berkelanjutan. Selain penanaman mangrove, BTN juga mendorong berbagai inisiatif ramah lingkungan, seperti pembiayaan rumah rendah emisi, program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta penghijauan di kawasan permukiman.
Baca Juga: Dari Kita untuk Semesta, Aksi Penanaman Mangrove di Tanjung Lame Ujung Kulon
Ramon menekankan bahwa keberlanjutan tidak dapat dimaknai sebatas slogan, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang konsisten. Menurut dia, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi kunci agar pembangunan dapat dinikmati tidak hanya oleh generasi saat ini, tetapi juga generasi mendatang.
Rangkaian penanaman mangrove tersebut dilaksanakan secara bertahap sepanjang Desember 2025. Selain penanaman simbolis, kegiatan juga diisi dengan pelepasliaran kepiting bakau serta peresmian kebun bibit mangrove yang dikelola kelompok masyarakat setempat, sebagai upaya memperkuat ketahanan ekosistem sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pesisir.
Kegiatan yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BTN itu dilaksanakan di Kawasan Mangrove Lantebung, Kota Makassar, Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, serta pesisir Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Secara keseluruhan, sebanyak 7.500 bibit mangrove jenis Rhizophora ditanam di area seluas satu hektare, dengan distribusi merata di setiap lokasi.
Manajer Program Ekosistem Kelautan Yayasan KEHATI Toufik Alansar menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar manfaatnya berkelanjutan. “Penanaman mangrove tidak cukup hanya berhenti pada aspek lingkungan, tetapi juga harus dibangun sebagai gerakan bersama yang memberi nilai tambah bagi masyarakat pesisir, termasuk melalui peran aktif dunia usaha,” ujar dia dalam pernyataannya, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga: Peduli Lingkungan dan Cegah Abrasi, Ratusan Mangrove Ditanam di Muara Gembong
Ekosistem mangrove memiliki fungsi vital sebagai pelindung alami dari abrasi dan gelombang ekstrem, sekaligus menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Lebih dari itu, keberadaan mangrove juga menopang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, mulai dari perikanan hingga ekowisata, sehingga pemulihannya berpotensi menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando mengatakan, keterlibatan BTN dalam rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perseroan terhadap pembangunan berkelanjutan. Selain penanaman mangrove, BTN juga mendorong berbagai inisiatif ramah lingkungan, seperti pembiayaan rumah rendah emisi, program pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta penghijauan di kawasan permukiman.
Baca Juga: Dari Kita untuk Semesta, Aksi Penanaman Mangrove di Tanjung Lame Ujung Kulon
Ramon menekankan bahwa keberlanjutan tidak dapat dimaknai sebatas slogan, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang konsisten. Menurut dia, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan menjadi kunci agar pembangunan dapat dinikmati tidak hanya oleh generasi saat ini, tetapi juga generasi mendatang.
Rangkaian penanaman mangrove tersebut dilaksanakan secara bertahap sepanjang Desember 2025. Selain penanaman simbolis, kegiatan juga diisi dengan pelepasliaran kepiting bakau serta peresmian kebun bibit mangrove yang dikelola kelompok masyarakat setempat, sebagai upaya memperkuat ketahanan ekosistem sekaligus mendorong kemandirian ekonomi pesisir.
(nng)
Lihat Juga :