Konsumsi BBM Nonsubsidi Pertamina Meningkat, Pertamax Naik 20%
Jum'at, 09 Januari 2026 - 14:50 WIB
loading...
Konsumsi BBM non-subsidi PT Pertamina (Persero), menunjukkan tren pertumbuhan positif. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Konsumsi BBM non-subsidi PT Pertamina (Persero), menunjukkan tren pertumbuhan positif. Dimana jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20%, Pertamax Turbo naik 75%, Dexlite naik 11% dan Pertamina Dex naik 36%.
Bahkan pada 2025, konsumsi BBM Non-Subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117% didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet, sehingga total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.
PT Pertamina (Persero) melaporkan realisasi penyaluran BBM Subsidi untuk solar mencapai 98,7%, Minyak Tanah tercatat 97,6%. Sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1% dari kuota nasional.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM Terbaru di SPBU Swasta per Januari 2026, Siapa Termurah?
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan, tingkat realisasi ini mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Sementara itu di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional.
Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77% dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.
Baca Juga: Daftar Harga BBM Terbaru Januari 2026: Pertamina, Shell, Vivo dan BP Kompak Turun Harga
Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas 5.5 kg naik 13% dan Bright Gas 12 kg naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026," ujar Mars Ega dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yag dikelola oleh Koperasi Nelayan. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap operasional.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi produktif bagi komunitas dan pelaku usaha di berbagai daerah hingga ke level desa.
Bahkan pada 2025, konsumsi BBM Non-Subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117% didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet, sehingga total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.
PT Pertamina (Persero) melaporkan realisasi penyaluran BBM Subsidi untuk solar mencapai 98,7%, Minyak Tanah tercatat 97,6%. Sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1% dari kuota nasional.
Baca Juga: Daftar Lengkap Harga BBM Terbaru di SPBU Swasta per Januari 2026, Siapa Termurah?
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan, tingkat realisasi ini mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Sementara itu di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional.
Pada sektor LPG, penyaluran LPG subsidi 3 kilogram sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77% dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kilogram telah terlayani oleh pangkalan resmi.
Baca Juga: Daftar Harga BBM Terbaru Januari 2026: Pertamina, Shell, Vivo dan BP Kompak Turun Harga
Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas 5.5 kg naik 13% dan Bright Gas 12 kg naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
"Sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan energi hadir secara merata dari Sabang sampai Merauke serta berkelanjutan. Kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026," ujar Mars Ega dalam keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yag dikelola oleh Koperasi Nelayan. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap operasional.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi produktif bagi komunitas dan pelaku usaha di berbagai daerah hingga ke level desa.
(akr)
Lihat Juga :