Masuki 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Peran Strategis
Jum'at, 09 Januari 2026 - 15:44 WIB
loading...
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan kesiapan menapaki tahun 2026 dengan memperkuat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan energi. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Setelah menutup tahun 2025 dengan capaian positif, PT Pertamina Patra Niaga menegaskan kesiapan menapaki tahun 2026 dengan memperkuat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan energi, pemerataan layanan, serta percepatan inovasi energi berkelanjutan.
Hal itu ditegaskan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, yang menyampaikan bahwa capaian sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memastikan energi secara andal bagi masyarakat.
"Sepanjang 2025, kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Catat Kinerja Positif Amankan Distribusi Energi Nataru
Mars Ega menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong kemandirian ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif hingga ke wilayah pelosok. Pertamina Patra Niaga menurutnya menjadikan energi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan distribusi, inovasi berkelanjutan, dan pelayanan.
Lebih lanjut, Mars Ega memaparkan bahwa sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga telah menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran BBM subsidi sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah. Realisasi penyaluran BBM Subsidi Solar mencapai 98,7%, Minyak Tanah tercatat 97,6%, sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1% dari kuota nasional. Tingkat realisasi ini menurutnya mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional. Di bagian lain, Mars mengungkapkan bahwa konsumsi BBM non-subsidi, menunjukkan tren pertumbuhan positif. Dimana jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20%, Pertamax Turbo naik 75%, Dexlite naik 11% dan Pertamina Dex naik 36%.
Bahkan pada 2025, konsumsi BBM Non-Subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117%. Hal itu didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet. Total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.
Pada sektor LPG, lanjut dia, penyaluran LPG subsidi 3 kg sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77% dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kg telah terlayani oleh pangkalan resmi. Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas di mana 5,5 kg naik 13% dan Bright Gas 12 kg naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga-APM Truk Tangki FAW Kerja Sama General Maintenance
Dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yag dikelola oleh Koperasi Nelayan. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap operasional.
"Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi produktif bagi komunitas dan pelaku usaha di berbagai daerah hingga ke level desa," ujarnya.
Selama momen strategis seperti Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru, Pertamina Patra Niaga menurutnya sukses mendukung kelancaran transportasi serta memberikan layanan ekstra kepada masyarakat.
Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan fasilitas strategis sepanjang 2025, antara lain Terminal LPG Bima di Nusa Tenggara Barat, revitalisasi Terminal LPG Arun di Aceh, serta Fuel Terminal Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. "Kehadiran fasilitas ini memperkuat keandalan pasokan energi, khususnya di wilayah Indonesia timur dan kawasan strategis nasional," kata dia.
Mars Ega juga memaparkan bahwa dalam upaya pemulihan pasokan BBM dan LPG pascabencana di Sumatera, Pertamina Patra Niaga telah mengerahkan seluruh jalur distribusi secara terpadu melalui jalur darat, laut, dan udara.
Terkait agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan melalui Sustainable Aviation Fuel (SAF). Inisiatif ini diperkuat melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku berkelanjutan dengan mengembangkan ekosistem yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengumpulan minyak jelantah melalui program Pengumpulan Minyak Jelantah di 36 titik tersebar di SPBU dan lembaga penyalur Pertamina.
"Memasuki 2026, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan ritel, serta pengembangan portofolio energi berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional dan Asta Cita Presiden," pungkas Mars Ega.
Hal itu ditegaskan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, yang menyampaikan bahwa capaian sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memastikan energi secara andal bagi masyarakat.
"Sepanjang 2025, kinerja distribusi BBM dan LPG yang terjaga, penguatan infrastruktur, serta pengembangan energi ramah lingkungan menjadi fondasi utama kami untuk melangkah ke tahun 2026," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Catat Kinerja Positif Amankan Distribusi Energi Nataru
Mars Ega menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mendorong kemandirian ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif hingga ke wilayah pelosok. Pertamina Patra Niaga menurutnya menjadikan energi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan distribusi, inovasi berkelanjutan, dan pelayanan.
Lebih lanjut, Mars Ega memaparkan bahwa sepanjang 2025, Pertamina Patra Niaga telah menjalankan penugasan negara dengan menjaga realisasi penyaluran BBM subsidi sesuai dengan kuota dan ketentuan pemerintah. Realisasi penyaluran BBM Subsidi Solar mencapai 98,7%, Minyak Tanah tercatat 97,6%, sementara Pertalite terealisasi sebesar 90,1% dari kuota nasional. Tingkat realisasi ini menurutnya mencerminkan efektivitas pengelolaan subsidi sekaligus upaya menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Di luar penugasan subsidi, Pertamina Patra Niaga juga memastikan layanan BBM non-subsidi berjalan optimal, termasuk pemenuhan kebutuhan energi untuk SPBU swasta sebagai bagian dari penguatan ekosistem distribusi energi nasional. Di bagian lain, Mars mengungkapkan bahwa konsumsi BBM non-subsidi, menunjukkan tren pertumbuhan positif. Dimana jika dibandingkan realisasi konsumsi tahun 2024, realisasi konsumsi Pertamax naik 20%, Pertamax Turbo naik 75%, Dexlite naik 11% dan Pertamina Dex naik 36%.
Bahkan pada 2025, konsumsi BBM Non-Subsidi khususnya BBM ramah lingkungan, Pertamax Green 95 naik hingga 117%. Hal itu didukung dengan perluasan jaringan outlet Pertamax Green 95 yang bertambah hingga 71 outlet. Total outlet Pertamax Green 95 saat ini sebanyak 177 SPBU, seiring meningkatnya permintaan konsumen dan perluasan titik layanan di berbagai wilayah strategis.
Pada sektor LPG, lanjut dia, penyaluran LPG subsidi 3 kg sepanjang 2025 terealisasi sebesar 99,77% dari kuota nasional. Capaian ini diperkuat oleh implementasi program One Village One Outlet, di mana lebih dari 62.600 kelurahan dan desa di provinsi yang telah menerapkan kebijakan konversi LPG 3 kg telah terlayani oleh pangkalan resmi. Sementara itu, distribusi LPG non-subsidi untuk sektor rumah tangga sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan, Bright Gas di mana 5,5 kg naik 13% dan Bright Gas 12 kg naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga-APM Truk Tangki FAW Kerja Sama General Maintenance
Dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, Pertamina Patra Niaga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih melalui dukungan outlet LPG dan SPBUN yag dikelola oleh Koperasi Nelayan. Hingga 31 Desember 2025, sebanyak 210 outlet KDKMP LPG/Mitan telah beroperasi, sementara 1.575 outlet lainnya telah siap operasional.
"Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi produktif bagi komunitas dan pelaku usaha di berbagai daerah hingga ke level desa," ujarnya.
Selama momen strategis seperti Idulfitri serta Natal dan Tahun Baru, Pertamina Patra Niaga menurutnya sukses mendukung kelancaran transportasi serta memberikan layanan ekstra kepada masyarakat.
Dari sisi infrastruktur, Pertamina Patra Niaga memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan fasilitas strategis sepanjang 2025, antara lain Terminal LPG Bima di Nusa Tenggara Barat, revitalisasi Terminal LPG Arun di Aceh, serta Fuel Terminal Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur. "Kehadiran fasilitas ini memperkuat keandalan pasokan energi, khususnya di wilayah Indonesia timur dan kawasan strategis nasional," kata dia.
Mars Ega juga memaparkan bahwa dalam upaya pemulihan pasokan BBM dan LPG pascabencana di Sumatera, Pertamina Patra Niaga telah mengerahkan seluruh jalur distribusi secara terpadu melalui jalur darat, laut, dan udara.
Terkait agenda transisi energi, Pertamina Patra Niaga terus mendorong pengembangan energi ramah lingkungan melalui Sustainable Aviation Fuel (SAF). Inisiatif ini diperkuat melalui pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku berkelanjutan dengan mengembangkan ekosistem yang mendorong partisipasi masyarakat dalam pengumpulan minyak jelantah melalui program Pengumpulan Minyak Jelantah di 36 titik tersebar di SPBU dan lembaga penyalur Pertamina.
"Memasuki 2026, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi infrastruktur, peningkatan kualitas layanan ritel, serta pengembangan portofolio energi berkelanjutan, sejalan dengan arah kebijakan energi nasional dan Asta Cita Presiden," pungkas Mars Ega.
(nng)
Lihat Juga :