Bahas Kebijakan Ekonomi Indonesia, Anggawira Hadirkan Dua Buku
Jum'at, 09 Januari 2026 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Silmy menilai hadirnya kedua buku ini tidak hanya berhenti pada tataran konseptual, namun sangat relevan secara empiris dengan realitas di lapangan. Melalui narasi yang dibangun, kata dia, Anggawira dinilai berhasil menjembatani perspektif regulator dan pelaku usaha dengan satu tujuan utama, yakni kepentingan nasional. "Buku ini mengajak kita memahami tantangan dan dilema persaingan hukum serta kebijakan di Indonesia secara lebih mendalam," tambahnya.
Baca Juga : Danantara Bakal Jajaki Peluang Investasi di WEF Davos 2026
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono,menilai buku ini secara cerdas menggambarkan keberanian kepemimpinan di era Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan arah ideologi ekonomi bangsa. "Buku ini memotret sebuah persimpangan krusial: apakah kita akan sepenuhnya larut dalam mekanisme pasar bebas atau tetap setia memegang teguh mandat konstitusi UUD 1945. Ini adalah cerminan dari keberanian kita untuk memilih jalur yang paling tepat bagi kedaulatan bangsa," ungkap Ferry.
Ferry juga menambahkan bahwa karya ini sangat krusial dalam memberikan perspektif mendalam mengenai realitas sosiopolitik dan ekonomi yang tengah terjadi di Indonesia saat ini. Ia berharap buku ini dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan maupun masyarakat umum dalam memahami pilihan-pilihan sulit yang dihadapi negara di tengah ketidakpastian global.
"Buku ini penting karena menggambarkan kondisi riil saat ini, di mana kita dihadapkan pada situasi yang menuntut ketegasan sikap. Kehadiran literatur seperti ini diharapkan dapat memperkaya diskursus mengenai posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman, sembari tetap menjaga keseimbangan antara pasar dan perlindungan terhadap kepentingan rakyat," katanya.
Baca Juga : Danantara Bakal Jajaki Peluang Investasi di WEF Davos 2026
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono,menilai buku ini secara cerdas menggambarkan keberanian kepemimpinan di era Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan arah ideologi ekonomi bangsa. "Buku ini memotret sebuah persimpangan krusial: apakah kita akan sepenuhnya larut dalam mekanisme pasar bebas atau tetap setia memegang teguh mandat konstitusi UUD 1945. Ini adalah cerminan dari keberanian kita untuk memilih jalur yang paling tepat bagi kedaulatan bangsa," ungkap Ferry.
Ferry juga menambahkan bahwa karya ini sangat krusial dalam memberikan perspektif mendalam mengenai realitas sosiopolitik dan ekonomi yang tengah terjadi di Indonesia saat ini. Ia berharap buku ini dapat menjadi panduan bagi para pengambil kebijakan maupun masyarakat umum dalam memahami pilihan-pilihan sulit yang dihadapi negara di tengah ketidakpastian global.
"Buku ini penting karena menggambarkan kondisi riil saat ini, di mana kita dihadapkan pada situasi yang menuntut ketegasan sikap. Kehadiran literatur seperti ini diharapkan dapat memperkaya diskursus mengenai posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman, sembari tetap menjaga keseimbangan antara pasar dan perlindungan terhadap kepentingan rakyat," katanya.
Lihat Juga :