Kolaborasi BTN dan PosIND, Perluas Jangkauan Nasabah hingga Wilayah 3T
Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:16 WIB
loading...
BTN dan Pos Indonesia launching Tabungan BTN Pos, yang diperkenalkan dalam puncak acara BTN x PosIND Festival 2026 di Kantor Pusat Pos Indonesia, Jalan Cilaki, Bandung, Jumat (9/1/2026). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BANDUNG - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ( BTN ) sinergi strategis bersama PT Pos Indonesia (Persero) memperluas inklusi keuangan nasional dengan menyasar generasi muda dan masyarakat di wilayah tertinggal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rebranding produk unggulan bersama eBatarapos menjadi Tabungan BTN Pos, yang diperkenalkan dalam puncak acara BTN x PosIND Festival 2026 di Kantor Pusat Pos Indonesia, Jalan Cilaki, Bandung, Jumat (9/1/2026).
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, rebranding ini merupakan langkah strategis BTN untuk menjawab perubahan perilaku masyarakat. Khususnya generasi muda yang semakin lekat dengan transaksi digital dan menuntut kepraktisan dalam layanan perbankan.
“BTN memperkenalkan kembali produk tabungan yang sebelumnya dikenal sebagai eBatarapos menjadi Tabungan BTN Pos. Sebuah solusi berbasis teknologi untuk mengikuti perubahan zaman dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi perbankan,” katanya. Baca juga: BTN Kebagian Dana Rp25 Triliun, Bos Danantara: Jadi Salah Satu Vitamin
Melalui Tabungan BTN Pos, BTN mendorong pemanfaatan aplikasi Bale by BTN dengan fitur cardless. Yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi setor dan tarik tunai di Kantorpos tanpa menggunakan kartu debit maupun buku tabungan.
Menurut Nixon, keunggulan utama dari sinergi ini terletak pada jaringan kantor Pos Indonesia yang menjangkau hingga pelosok wilayah Indonesia. Termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terpencil), yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh jaringan perbankan konvensional.
“Jaringan Kantorpos menjangkau wilayah yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Di sisi lain, hampir semua warga Indonesia kini memiliki smartphone. Karena itu, transaksi cardless melalui Bale by BTN menjadi solusi yang relevan untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan inklusif,” ujarnya.
BTN mencatat, hingga saat ini terdapat lebih dari 500.000 nasabah eBatarapos yang dilayani melalui hampir 3.000 outlet Kantorpos di seluruh Indonesia. Dengan rebranding menjadi Tabungan BTN Pos, BTN optimistis potensi penghimpunan dana masyarakat akan semakin besar.
Hal ini seiring dengan meningkatnya minat generasi muda terhadap layanan perbankan digital. Bahkan BTN menargetkan nilai tabungan BTN Pos dapat mencapai Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan, dengan mengoptimalkan kampanye dan aktivasi produk di daerah-daerah.
Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menambahkan, kolaborasi ini memiliki akar sejarah yang panjang pelayanan negara kepada masyarakat yang terus beradaptasi mengikuti perubahan zaman. Kerja sama kedua BUMN ini telah terjalin sejak awal dekade 1950-an dan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.
“Kalau dihitung, kerja sama Pos Indonesia dan BTN ini sudah berjalan sekitar 76 tahun. Dalam perjalanannya tentu ada pasang surut, ada perubahan produk, tapi semangat pelayanannya tetap sama. Dari Tabanas, Batara, Batara Pos, hingga hari ini kita rebranding menjadi Tabungan BTN Pos,” katanya.
Dalam momentum BTN x PosIND Festival 2026, Haris menyebutkan bahwa Pos Indonesia dan BTN tidak hanya melakukan rebranding produk. Mereka juga meluncurkan layanan cash in dan cash out yang memungkinkan nasabah BTN melakukan setor dan tarik tunai langsung di kantor pos. Baca juga: Mendagri Dorong Fungsi MBG di 3T untuk Tekan Stunting dan Kesejahteraan Masyakarat
“Hari ini kita juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Artinya, nasabah BTN bisa setor dan tarik tunai langsung di Kantorpos. Ini baru sebagian dari skenario besar kerja sama BTN dan Pos ke depan,” terangnya.
Di tengah aktivasi bisnis dan transformasi layanan keuangan digital, BTN dan Pos Indonesia juga menegaskan bahwa perluasan inklusi keuangan tidak dapat dipisahkan dari kehadiran empati dan tanggung jawab sosial, terutama saat masyarakat menghadapi situasi krisis. Dalam rangkaian BTN x PosIND Festival 2026, kedua BUMN tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, rebranding ini merupakan langkah strategis BTN untuk menjawab perubahan perilaku masyarakat. Khususnya generasi muda yang semakin lekat dengan transaksi digital dan menuntut kepraktisan dalam layanan perbankan.
“BTN memperkenalkan kembali produk tabungan yang sebelumnya dikenal sebagai eBatarapos menjadi Tabungan BTN Pos. Sebuah solusi berbasis teknologi untuk mengikuti perubahan zaman dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi perbankan,” katanya. Baca juga: BTN Kebagian Dana Rp25 Triliun, Bos Danantara: Jadi Salah Satu Vitamin
Melalui Tabungan BTN Pos, BTN mendorong pemanfaatan aplikasi Bale by BTN dengan fitur cardless. Yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi setor dan tarik tunai di Kantorpos tanpa menggunakan kartu debit maupun buku tabungan.
Menurut Nixon, keunggulan utama dari sinergi ini terletak pada jaringan kantor Pos Indonesia yang menjangkau hingga pelosok wilayah Indonesia. Termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terpencil), yang selama ini belum sepenuhnya terlayani oleh jaringan perbankan konvensional.
“Jaringan Kantorpos menjangkau wilayah yang mungkin tidak tersentuh oleh BTN. Di sisi lain, hampir semua warga Indonesia kini memiliki smartphone. Karena itu, transaksi cardless melalui Bale by BTN menjadi solusi yang relevan untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih mudah diakses dan inklusif,” ujarnya.
BTN mencatat, hingga saat ini terdapat lebih dari 500.000 nasabah eBatarapos yang dilayani melalui hampir 3.000 outlet Kantorpos di seluruh Indonesia. Dengan rebranding menjadi Tabungan BTN Pos, BTN optimistis potensi penghimpunan dana masyarakat akan semakin besar.
Hal ini seiring dengan meningkatnya minat generasi muda terhadap layanan perbankan digital. Bahkan BTN menargetkan nilai tabungan BTN Pos dapat mencapai Rp5 triliun dalam satu tahun ke depan, dengan mengoptimalkan kampanye dan aktivasi produk di daerah-daerah.
Plt Direktur Utama Pos Indonesia Haris menambahkan, kolaborasi ini memiliki akar sejarah yang panjang pelayanan negara kepada masyarakat yang terus beradaptasi mengikuti perubahan zaman. Kerja sama kedua BUMN ini telah terjalin sejak awal dekade 1950-an dan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman.
“Kalau dihitung, kerja sama Pos Indonesia dan BTN ini sudah berjalan sekitar 76 tahun. Dalam perjalanannya tentu ada pasang surut, ada perubahan produk, tapi semangat pelayanannya tetap sama. Dari Tabanas, Batara, Batara Pos, hingga hari ini kita rebranding menjadi Tabungan BTN Pos,” katanya.
Dalam momentum BTN x PosIND Festival 2026, Haris menyebutkan bahwa Pos Indonesia dan BTN tidak hanya melakukan rebranding produk. Mereka juga meluncurkan layanan cash in dan cash out yang memungkinkan nasabah BTN melakukan setor dan tarik tunai langsung di kantor pos. Baca juga: Mendagri Dorong Fungsi MBG di 3T untuk Tekan Stunting dan Kesejahteraan Masyakarat
“Hari ini kita juga meluncurkan layanan cash in dan cash out. Artinya, nasabah BTN bisa setor dan tarik tunai langsung di Kantorpos. Ini baru sebagian dari skenario besar kerja sama BTN dan Pos ke depan,” terangnya.
Di tengah aktivasi bisnis dan transformasi layanan keuangan digital, BTN dan Pos Indonesia juga menegaskan bahwa perluasan inklusi keuangan tidak dapat dipisahkan dari kehadiran empati dan tanggung jawab sosial, terutama saat masyarakat menghadapi situasi krisis. Dalam rangkaian BTN x PosIND Festival 2026, kedua BUMN tersebut menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera.
(poe)
Lihat Juga :