10 Saham Paling Ugal-ugalan dan Boncos dalam Sepekan, Ini Daftarnya
Sabtu, 10 Januari 2026 - 16:00 WIB
loading...
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan ekstrem sejumlah saham sepanjang perdagangan 5–9 Januari 2026. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan ekstrem sejumlah saham sepanjang perdagangan 5–9 Januari 2026. Di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menorehkan rekor baru dengan menembus level psikologis 9.000, volatilitas tinggi terlihat pada sejumlah emiten, baik yang melesat tajam maupun yang tertekan dalam.
IHSG pada akhir pekan ditutup menguat 2,16% ke posisi 8.936,754, naik dari level 8.748,132 pada pekan sebelumnya. Kenaikan indeks ini diiringi aksi spekulatif pada saham-saham tertentu, yang mencatat lonjakan harga hingga ratusan persen dalam waktu singkat.
Tiga saham bahkan mencatatkan kenaikan lebih dari 100% dalam sepekan. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menjadi yang tertinggi dengan lonjakan 119,57% ke level Rp202 per saham. Kinerja tersebut disusul PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang melesat 106,70% ke Rp4.010, serta PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang menguat 106,13% ke Rp1.680.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Diproyeksi Bergerak Menuju 9.030-9.077, Waspadai Adanya Koreksi
Selain ketiga emiten tersebut, saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) menanjak 97,67% ke Rp170, sementara PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melonjak 81,69% ke Rp2.580. Sejumlah saham perbankan dan properti juga masuk jajaran top gainers, antara lain PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) yang melambung 72,16% dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang naik 70,19%.
Di sisi lain, euforia pasar tidak dinikmati seluruh emiten. BEI juga mencatat sepuluh saham dengan penurunan terdalam sepanjang pekan, meskipun IHSG secara umum berada dalam tren penguatan.
Saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menjadi yang paling tertekan setelah anjlok 32,65% ke level Rp198 per saham. Tekanan jual juga membebani PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang turun 27,92% serta PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang melemah 23,72%.
Penurunan signifikan turut dialami PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) yang terkoreksi 22,14% dan PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang turun 18,70%. Saham konstruksi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) dan emiten logam PT Lion Metal Works Tbk (LION) juga masuk dalam daftar saham boncos pekan ini.
Baca Juga: IHSG Sepekan Sempat Tembus 9.000, Kapitalisasi Pasar Capai Rp16.301 Triliun
Sementara itu, penurunan paling terbatas di jajaran top losers terjadi pada saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) yang turun 14,67% ke Rp314. Pergerakan kontras antara saham-saham yang melonjak tajam dan yang terpuruk ini mencerminkan tingginya risiko dan volatilitas pasar, sekaligus menjadi pengingat bagi investor untuk tetap mencermati fundamental dan likuiditas saham.
IHSG pada akhir pekan ditutup menguat 2,16% ke posisi 8.936,754, naik dari level 8.748,132 pada pekan sebelumnya. Kenaikan indeks ini diiringi aksi spekulatif pada saham-saham tertentu, yang mencatat lonjakan harga hingga ratusan persen dalam waktu singkat.
Tiga saham bahkan mencatatkan kenaikan lebih dari 100% dalam sepekan. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menjadi yang tertinggi dengan lonjakan 119,57% ke level Rp202 per saham. Kinerja tersebut disusul PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang melesat 106,70% ke Rp4.010, serta PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang menguat 106,13% ke Rp1.680.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Diproyeksi Bergerak Menuju 9.030-9.077, Waspadai Adanya Koreksi
Selain ketiga emiten tersebut, saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) menanjak 97,67% ke Rp170, sementara PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melonjak 81,69% ke Rp2.580. Sejumlah saham perbankan dan properti juga masuk jajaran top gainers, antara lain PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) yang melambung 72,16% dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang naik 70,19%.
Di sisi lain, euforia pasar tidak dinikmati seluruh emiten. BEI juga mencatat sepuluh saham dengan penurunan terdalam sepanjang pekan, meskipun IHSG secara umum berada dalam tren penguatan.
Saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menjadi yang paling tertekan setelah anjlok 32,65% ke level Rp198 per saham. Tekanan jual juga membebani PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang turun 27,92% serta PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang melemah 23,72%.
Penurunan signifikan turut dialami PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) yang terkoreksi 22,14% dan PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang turun 18,70%. Saham konstruksi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) dan emiten logam PT Lion Metal Works Tbk (LION) juga masuk dalam daftar saham boncos pekan ini.
Baca Juga: IHSG Sepekan Sempat Tembus 9.000, Kapitalisasi Pasar Capai Rp16.301 Triliun
Sementara itu, penurunan paling terbatas di jajaran top losers terjadi pada saham PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) yang turun 14,67% ke Rp314. Pergerakan kontras antara saham-saham yang melonjak tajam dan yang terpuruk ini mencerminkan tingginya risiko dan volatilitas pasar, sekaligus menjadi pengingat bagi investor untuk tetap mencermati fundamental dan likuiditas saham.
(nng)
Lihat Juga :