China Mengangkangi Tarif Trump, Surplus Perdagangan Cetak Rekor Rp19.886 Triliun

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:55 WIB
loading...
China Mengangkangi Tarif...
China melaporkan surplus perdagangan terbesar di dunia yakni mencapai USD1,19 triliun atau setara Rp19.886 triliun di tengah tarif Trump. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ekspor China menyentuh angka tertinggi sepanjang masa pada tahun 2025, ketika tarif dan kebijakan perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memicu gejolak ekonomi global. China melaporkan surplus perdagangan terbesar di dunia yakni mencapai USD1,19 triliun atau setara Rp19.886 triliun (dengan kurs Rp16.711 per USD).

Ini menjadi pertama kalinya surplus perdagangan China selama satu tahun penuh melewati angka USD1 triliun, mengalahkan rekor tahun 2024 sebesar USD993 miliar. Kondisi tersebut seakan menjadi tanda bahwa tarif Trump hampir tidak memengaruhi perdagangan secara keseluruhan.

Baca Juga: Ekspor China Bangkit, Surplus Perdagangan Melesat Tembus Rp16.693 Triliun

Perdagangan dengan AS memang menunjukkan pelemahan, namun hal itu diimbangi oleh kenaikan ekspor China ke tempat lain, terutama ke Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin. Wakil direktur Bea Cukai China, Wang Jun dalam konferensi pers pada hari Rabu (14/1/2026) mengatakan, bahwa angka-angka tersebut sangat "luar biasa dan diperoleh dengan susah payah" mengingat tantangan dalam perdagangan global.



Ia juga mencatat adanya kenaikan ekspor untuk sektor teknologi hijau, produk terkait kecerdasan buatan, dan robotika. Surplus besar ditopang oleh kuatnya permintaan luar negeri terhadap barang-barang China seiring meningkatnya perdagangan dengan mitra global termasuk negara-negara Asia Selatan serta negara-negara lain di Afrika dan Eropa, ketika pasar domestik melemah.

Ekonomi China seperti diketahui telah terbebani oleh krisis properti dan meningkatnya utang, yang membuat pelaku bisnis ragu untuk menanamkan investasi. Di sisi lain konsumen lebih berhati-hati dalam berbelanja. Akibatnya kebutuhan impor barang berkurang, dimana menurut data terbaru hanya naik sebesar 0,5%.

Baca Juga: Trump Ancam Tarif 25% ke Negara Mitra Iran, China Murka Beri Peringatan Keras

Sementara itu yuan tidak bertenaga, pasokan barang melimpah, dan inflasi di negara-negara Barat juga membuat ekspor China lebih menarik. Hasilnya menjadi berkah bagi Beijing, seperti diungkapkan oleh analis kebijakan perdagangan Deborah Elms dari Hinrich Foundation seperti dilansir BBC.

China mendapatkan manfaat dari penjualan dan lebih banyak lapangan kerja yang tercipta dari bisnisnya di luar negeri. "Akan tetapi produk China bisa menghadapi pengetatan pengawasan dari pasar asing yang berada di bawah tekanan untuk bersaing dengan produknya," katanya.

Keberhasilan China kemungkinan akan berlanjut pada tahun 2026 saat barang dan jasa China menjadi semakin terintegrasi dalam bisnis global, lanjut Elms.

Angka terbaru ini akan dilihat Beijing sebagai tanda bahwa China memiliki pelanggan di seluruh dunia, selain AS. Akan tetapi Wang memperingatkan, bahwa China menghadapi lingkungan eksternal yang tidak pasti.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Rekomendasi
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved