Rupiah Melemah Menuju Rp17.000 per USD, Menteri Rosan: Masih Bisa Diterima Investor
Kamis, 15 Januari 2026 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Rupiah Terkapar Sentuh Rp16.896 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Pada kesempatan itu, Rosan menampik pertumbuhan investasi asing yang melambat sepanjang tahun 2025. Tercatat realisasi investasi asing pada tahun 2025 sebesar Rp900,9 triliun alias hanya tumbuh 0,1% secara tahunan (yoy).
Ia menjelaskan porsi investasi asing yang terkikis itu bukan karena minat investor asing yang melambat. Akan tetapi pertumbuhan investasi dalam negeri yang menguat pesat. Porsi investasi asing yang masuk ke RI tahun 2025 sebesar 46,6 persen, sementara PMDN berkontribusi sebesar 53,4%.
"Sebetulnya bukan PMA-nya yang melambat kalau saya melihatnya, dalam negerinya yang lebih cepat," tambahnya.
Menurut Rosan kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi faktor yang mengerek realisasi PMDN sepanjang tahun 2025. Bahkan porsi investasi asing pada tahun 2026 diproyeksikan bakal makin terkikis akibat investasi yang akan dilakukan oleh Danantara sepanjang tahun.
"Jadi saya yakin sekali bahwa memang akan kenaikan di dalam negerinya, terutama karena faktor danantara itu akan cukup signifikan, sehingga kenaikan secara persentase itu dalam negerinya akan meningkat lebih banyak daripada luar negerinya," pungkas Rosan.
Pada kesempatan itu, Rosan menampik pertumbuhan investasi asing yang melambat sepanjang tahun 2025. Tercatat realisasi investasi asing pada tahun 2025 sebesar Rp900,9 triliun alias hanya tumbuh 0,1% secara tahunan (yoy).
Ia menjelaskan porsi investasi asing yang terkikis itu bukan karena minat investor asing yang melambat. Akan tetapi pertumbuhan investasi dalam negeri yang menguat pesat. Porsi investasi asing yang masuk ke RI tahun 2025 sebesar 46,6 persen, sementara PMDN berkontribusi sebesar 53,4%.
"Sebetulnya bukan PMA-nya yang melambat kalau saya melihatnya, dalam negerinya yang lebih cepat," tambahnya.
Menurut Rosan kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjadi faktor yang mengerek realisasi PMDN sepanjang tahun 2025. Bahkan porsi investasi asing pada tahun 2026 diproyeksikan bakal makin terkikis akibat investasi yang akan dilakukan oleh Danantara sepanjang tahun.
"Jadi saya yakin sekali bahwa memang akan kenaikan di dalam negerinya, terutama karena faktor danantara itu akan cukup signifikan, sehingga kenaikan secara persentase itu dalam negerinya akan meningkat lebih banyak daripada luar negerinya," pungkas Rosan.
(akr)
Lihat Juga :