Kilang Balikpapan Produksi BBM Setara Euro 5, Pengamat: Mata Dunia Melihat Indonesia

Jum'at, 16 Januari 2026 - 21:38 WIB
loading...
Kilang Balikpapan Produksi...
Kilang baru Pertamina di Balikpapan yang diklaim mampu memproduksi BBM setara Euro 5 disambut baik, pengamat otomotif mengatakan, mata dunia bisa melihat bahwa Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kehadiran kilang baru Pertamina di Balikpapan yang diklaim mampu memproduksi BBM setara Euro 5 disambut baik sektor otomotif. Hal ini dinilai sudah sejalan dengan keinginan Indonesia yang berkomitmen menjaga iklim global, termasuk mengurangi polusi udara (emisi Gas Rumah Kaca/GRK), dengan target awal penurunan emisi 29% (sendiri) hingga 41% (bantuan internasional) pada 2030.

”Mata dunia bisa melihat bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi BBM setara standar Euro 5 sebagaimana Malaysia dan negara-negara maju lainnya,” ujar Pengamat otomotif Bebin Djuana saat dihubungi Kamis (15/1).

Baca Juga: Resmikan RDMP Kilang Balikpapan, Prabowo: Tak Boleh Tergantung Energi dari Luar

Sehingga kata dia, dunia otomotif tak lagi dijadikan kambing hitam sebagai salah satu penyumbang polusi udara terbesar di Tanah Air. ”Euro 5 itu membuat mesin jadi bersih dan kualitas udara jadi lebih baik,” sambungnya.

Ia mencontohkan taxi di Jerman yang berbahan bakar diesel Euro 5 dengan kondisi yang masih bersih mesinnya meski sudah berjalan sejauh 400.000 kilometer. ”Sudah semestinya pemerintah Indonesia menyediakan bahan bakar ramah lingkungan untuk masyarakatnya,” tutur Bebin.



Dihubungi secara terpisah Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB), Ahmad Safrudin mengatakan, bahwa sebenarnya Pertamina sudah bisa mengembangkan, memodernisasi, dan meningkatkan kapasitas kilang minyak di Indonesia (RDMP) sejak 2019.

”RDMP itu sudah sejak 2012 pembahasannya,” kata Ahmad.

Bahkan semestinya penggunaan BBM setara Euro 4 sudah terjadi sejak 2014. ”Tapi mundur menjadi 2016,” tutur Ahmad.

Baca Juga: RDMP Balikpapan Jadi Momentum Reintegrasikan Pertamina Hulu-Hilir di Bawah Komando Prabowo

Lembaganya terus mendorong peralihan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersih, salah satunya dengan menghentikan penjualan Premium dan Solar bahkan Pertalite untuk digantikan dengan BBM berkualitas lebih baik.

Oleh karena itu ia berharap Presiden Prabowo bisa mewujudkan tidak hanya ketahanan energi nasional, namun juga yang tak kalah penting adalah memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi setara standar Euro 5, yang lebih bersih dan rendah emisi.

”Semoga presiden serius dalam mewujudkan RDMP selama 3 tahun ke depan,” ujarnya.

Kata pria yang akrab disapa Puput ini, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan udara yang bersih bagi rakyatnya sesuai dengan UUD 45 pasal 28 H tentang kualitas udara yang baik, dan pemerintah wajib menyusun kebijakan nasional dan daerah terkait perlindungan lingkungan, termasuk udara bersih, dengan mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan. ”Sesuai amanah UU 32/2009,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui Presiden Prabowo Subianto meresmikan mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur pada Senin (12/1).

Dari sisi lingkungan, pengoperasian kilang ini merupakan langkah konkret Pertamina dalam mendukung komitmen pemerintah menuju Net Zero Emission. BBM standar Euro 5 mampu mereduksi emisi Nitrogen Oksida (NOx) dan partikulat padat secara signifikan, yang selama ini menjadi penyebab utama polusi udara di kawasan urban.

Investasi pada teknologi kilang ramah lingkungan ini memastikan bahwa setiap liter bahan bakar yang diproduksi tidak hanya bertenaga, tetapi juga meninggalkan jejak karbon yang lebih kecil. Langkah ini memposisikan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju dalam hal standar kualitas bahan bakar dan perlindungan atmosfer.

Selain manfaat teknis dan ekologis, optimalisasi kilang di Kalimantan ini turut memperkuat kedaulatan energi nasional. Dengan memproduksi BBM kualitas tinggi di dalam negeri, Pertamina berhasil mengurangi ketergantungan pada produk impor, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi tenaga ahli lokal di Kalimantan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aturan BBM Campur Etanol...
Aturan BBM Campur Etanol 10-20% Digodok, Hanya untuk RON 90 ke Atas
RDMP Balikpapan Jadi...
RDMP Balikpapan Jadi Momentum Reintegrasikan Pertamina Hulu-Hilir di Bawah Komando Prabowo
Indonesia Bakal Setop...
Indonesia Bakal Setop Impor Solar per Semester II 2026, Begini Penjelasan Bahlil
Bahlil di Depan Prabowo:...
Bahlil di Depan Prabowo: Demi Merah Putih, Jangankan Harta, Nyawa Pun Kita Kasih
Resmikan RDMP Kilang...
Resmikan RDMP Kilang Balikpapan, Prabowo: Tak Boleh Tergantung Energi dari Luar
Prabowo Resmikan RDMP...
Prabowo Resmikan RDMP Kilang Balikpapan Senilai Rp123 Triliun Hari Ini
Kilang Pertamina Indonesia...
Kilang Pertamina Indonesia di Balikpapan Kebakaran, Begini Kronologinya
Urgensi Mobil Dinas...
Urgensi Mobil Dinas Listrik Pejabat Negara
MotoGP Berencana Hentikan...
MotoGP Berencana Hentikan Konsumsi Bahan Bakar Fosil
Rekomendasi
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved