Selain Lebih Bersih, Kendaraan Listrik Bisa Bikin Anggaran Sehat
Senin, 19 Januari 2026 - 18:47 WIB
loading...
Kendaraan Listrik utuh dinilai bisa mengurangi emisi dan menjadikan anggaran keuangan sehat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEV) merupakan instrumen paling efektif untuk menekan beban subsidi energi . Sekaligus juga memperbaiki kualitas lingkungan lantaran memiliki beberapa keunggulan dibanding kendaraan jenis hybrid dan konvensional.
“Dibandingkan kendaraan bermesin konvensional maupun hybrid electric vehicle (HEV), BEV dinilai memberikan dampak fiskal dan lingkungan yang lebih optimal,” kata Sony Susmana, pengamat otomotif yang juga Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia dikutip Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Insentif Dicabut Tahun Depan, Tren Kendaraan Listrik Bakal Ditinggal?
Menurutnya, peningkatan adopsi BEV dipandang krusial untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi yang selama ini menjadi beban anggaran. Peralihan ke kendaraan listrik akan membuat anggaran fiskal lebih leluasa.
“Dengan beralih ke transportasi berbasis listrik, pemerintah dinilai memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan tekanan fiskal sekaligus mendukung agenda transisi energi,” katanya.
Jika dilihat, jelasnya data Kementerian Keuangan menunjukkan alokasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,62 triliun, meningkat dari realisasi 2023 sebesar Rp164,3 triliun. Kenaikan tersebut mempertegas urgensi kebijakan yang mendorong pergeseran dari kendaraan berbasis fosil menuju kendaraan listrik.
“BEV memiliki potensi besar dalam menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dalam jangka menengah hingga panjang, berdampak positif terhadap kesehatan fiskal negara,” ujar Sony.
Baca Juga: Insentif Dicabut, Pasar Kendaraan Listrik Terancam Mati Suri
Dari sisi lingkungan, Sony menjelaskan bahwa BEV unggul karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Berbeda dengan kendaraan hybrid yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal, BEV sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sehingga menjadi teknologi paling bersih di bidang transportasi.
“Dengan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya yang terus meningkat, BEV diposisikan sebagai pilar utama dalam transformasi transportasi rendah emisi,” pungkasnya.
“Dibandingkan kendaraan bermesin konvensional maupun hybrid electric vehicle (HEV), BEV dinilai memberikan dampak fiskal dan lingkungan yang lebih optimal,” kata Sony Susmana, pengamat otomotif yang juga Senior Instructor Safety Defensive Driving Consultant Indonesia dikutip Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Insentif Dicabut Tahun Depan, Tren Kendaraan Listrik Bakal Ditinggal?
Menurutnya, peningkatan adopsi BEV dipandang krusial untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak atau BBM bersubsidi yang selama ini menjadi beban anggaran. Peralihan ke kendaraan listrik akan membuat anggaran fiskal lebih leluasa.
“Dengan beralih ke transportasi berbasis listrik, pemerintah dinilai memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan tekanan fiskal sekaligus mendukung agenda transisi energi,” katanya.
Jika dilihat, jelasnya data Kementerian Keuangan menunjukkan alokasi subsidi energi pada 2024 mencapai Rp177,62 triliun, meningkat dari realisasi 2023 sebesar Rp164,3 triliun. Kenaikan tersebut mempertegas urgensi kebijakan yang mendorong pergeseran dari kendaraan berbasis fosil menuju kendaraan listrik.
“BEV memiliki potensi besar dalam menurunkan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dalam jangka menengah hingga panjang, berdampak positif terhadap kesehatan fiskal negara,” ujar Sony.
Baca Juga: Insentif Dicabut, Pasar Kendaraan Listrik Terancam Mati Suri
Dari sisi lingkungan, Sony menjelaskan bahwa BEV unggul karena tidak menghasilkan emisi gas buang. Berbeda dengan kendaraan hybrid yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal, BEV sepenuhnya menggunakan tenaga listrik sehingga menjadi teknologi paling bersih di bidang transportasi.
“Dengan pertumbuhan infrastruktur pengisian daya yang terus meningkat, BEV diposisikan sebagai pilar utama dalam transformasi transportasi rendah emisi,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :