OK Bank Dorong Pemanfaatan KTA untuk Kebutuhan Produktif
Kamis, 22 Januari 2026 - 16:56 WIB
loading...
Pembiayaan perbankan mulai dipandang tidak semata untuk konsumsi tetapi juga sebagai instrumen pendukung kegiatan produktif. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Perubahan lanskap dunia kerja mendorong profesional muda dan kelas menengah untuk semakin adaptif dalam mengelola keuangan. Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup, pengembangan kompetensi dan produktivitas kini menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan jangka menengah, termasuk untuk sertifikasi profesi, pelatihan lanjutan, hingga pengadaan peralatan kerja.
Dalam konteks tersebut, pembiayaan perbankan mulai dipandang tidak semata untuk konsumsi, tetapi juga sebagai instrumen pendukung kegiatan produktif. OK Bank Indonesia menilai kredit dapat dimanfaatkan secara lebih strategis melalui produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang diarahkan untuk pengembangan diri dan pendidikan.
"Kami melihat kebutuhan profesional muda dan keluarga saat ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kapasitas diri dan pendidikan. Melalui OK KTA, kami berupaya menyediakan fasilitas pembiayaan yang fleksibel dengan perencanaan cicilan yang jelas," ujar Kepala Departemen Retail Business Development OK Bank Eko Andhika Kotama dalam pernyataannya, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: KB Bank Gelar 2026 Indonesian Day Business Forum di Seoul, Perkuat Investasi Indonesia-Korea
Secara produk, OK KTA menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp3 juta hingga Rp300 juta, yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan produktif, termasuk pembiayaan pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Pos pengeluaran pendidikan dinilai kerap menjadi beban signifikan dalam perencanaan keuangan keluarga maupun profesional muda.
Dari sisi skema, OK Bank menyediakan suku bunga mulai dari 0,79 persen per bulan dengan tenor pinjaman antara 6 hingga 60 bulan. Skema cicilan tetap ini memungkinkan nasabah menyusun arus kas yang lebih terukur dan menyesuaikan kewajiban pembayaran dengan kemampuan finansial.
Pemanfaatan KTA untuk kebutuhan produktif dinilai berpotensi memberikan dampak jangka menengah hingga panjang, terutama jika digunakan untuk peningkatan keterampilan, sertifikasi profesi, atau pendidikan formal yang dapat membuka peluang karier dan meningkatkan stabilitas pendapatan.
"Kredit seharusnya dipahami sebagai alat bantu perencanaan keuangan, bukan sekadar solusi jangka pendek. Dengan pengelolaan yang disiplin, pembiayaan dapat menjadi bagian dari strategi keuangan yang berkelanjutan," tambah Eko.
Baca Juga: Bos BI Blak-blakan Rupiah Jeblok Imbas Gaduh Pencalonan Deputi Gubernur
Selain fleksibilitas penggunaan, aspek keamanan dan transparansi juga menjadi perhatian. OK Bank menegaskan seluruh produk pembiayaan disampaikan secara terbuka terkait bunga, tenor, serta kewajiban nasabah, sejalan dengan upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan kredit.
Melalui pendekatan tersebut, OK Bank mendorong masyarakat, khususnya profesional muda dan kelas menengah, untuk memandang kredit secara lebih rasional dan bertanggung jawab, sehingga pembiayaan dapat menjadi jembatan antara kebutuhan saat ini dan peluang finansial di masa depan.
Dalam konteks tersebut, pembiayaan perbankan mulai dipandang tidak semata untuk konsumsi, tetapi juga sebagai instrumen pendukung kegiatan produktif. OK Bank Indonesia menilai kredit dapat dimanfaatkan secara lebih strategis melalui produk Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang diarahkan untuk pengembangan diri dan pendidikan.
"Kami melihat kebutuhan profesional muda dan keluarga saat ini tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kapasitas diri dan pendidikan. Melalui OK KTA, kami berupaya menyediakan fasilitas pembiayaan yang fleksibel dengan perencanaan cicilan yang jelas," ujar Kepala Departemen Retail Business Development OK Bank Eko Andhika Kotama dalam pernyataannya, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga: KB Bank Gelar 2026 Indonesian Day Business Forum di Seoul, Perkuat Investasi Indonesia-Korea
Secara produk, OK KTA menawarkan plafon pinjaman mulai dari Rp3 juta hingga Rp300 juta, yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan produktif, termasuk pembiayaan pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Pos pengeluaran pendidikan dinilai kerap menjadi beban signifikan dalam perencanaan keuangan keluarga maupun profesional muda.
Dari sisi skema, OK Bank menyediakan suku bunga mulai dari 0,79 persen per bulan dengan tenor pinjaman antara 6 hingga 60 bulan. Skema cicilan tetap ini memungkinkan nasabah menyusun arus kas yang lebih terukur dan menyesuaikan kewajiban pembayaran dengan kemampuan finansial.
Pemanfaatan KTA untuk kebutuhan produktif dinilai berpotensi memberikan dampak jangka menengah hingga panjang, terutama jika digunakan untuk peningkatan keterampilan, sertifikasi profesi, atau pendidikan formal yang dapat membuka peluang karier dan meningkatkan stabilitas pendapatan.
"Kredit seharusnya dipahami sebagai alat bantu perencanaan keuangan, bukan sekadar solusi jangka pendek. Dengan pengelolaan yang disiplin, pembiayaan dapat menjadi bagian dari strategi keuangan yang berkelanjutan," tambah Eko.
Baca Juga: Bos BI Blak-blakan Rupiah Jeblok Imbas Gaduh Pencalonan Deputi Gubernur
Selain fleksibilitas penggunaan, aspek keamanan dan transparansi juga menjadi perhatian. OK Bank menegaskan seluruh produk pembiayaan disampaikan secara terbuka terkait bunga, tenor, serta kewajiban nasabah, sejalan dengan upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan kredit.
Melalui pendekatan tersebut, OK Bank mendorong masyarakat, khususnya profesional muda dan kelas menengah, untuk memandang kredit secara lebih rasional dan bertanggung jawab, sehingga pembiayaan dapat menjadi jembatan antara kebutuhan saat ini dan peluang finansial di masa depan.
(nng)
Lihat Juga :