Terbitkan Surat Utang Ritel Perdana di 2026, Kemenkeu Targetkan Raup Rp25 Triliun

Senin, 26 Januari 2026 - 14:34 WIB
loading...
A A A
Untuk mencapai target Rp25 triliun tersebut, pemerintah menawarkan imbal hasil yang kompetitif dengan sistem kupon tetap (fixed rate). Seri ORI029T3 yang jatuh tempo pada 15 Februari 2029 memberikan kupon sebesar 5,45 persen per tahun dengan plafon pemesanan maksimal Rp5 miliar.

Sementara itu, seri ORI029T6 yang jatuh tempo pada 15 Februari 2032 menawarkan kupon lebih tinggi, yakni 5,80 persen per tahun dengan batas maksimal pemesanan hingga Rp10 miliar. Kedua produk ini tetap dapat dimiliki oleh masyarakat kecil karena minimal pemesanannya hanya sebesar Rp1 juta. Pembatasan nilai maksimal pembelian sengaja dilakukan agar asas keadilan dan keterjangkauan bagi investor individu tetap terjaga.

"Kenapa kita batasi ada maksimumnya? Karena kalau tidak dibatasi, terus kemudian ada investor-investor besar yang mereka juga ingin membeli SBN Ritel ini, yang investor individu yang mungkin mau belajar, yang punyanya cuma Rp 1 juta jadi nggak kebagian. Makanya kita di sini ada maksimum pembelian," jelas Novi.



Novi juga menekankan bahwa setiap investasi yang masuk melalui ORI029 akan langsung dialokasikan untuk membiayai kebutuhan pembangunan nasional. Selain kemudahan akses melalui 28 mitra distribusi yang terdiri dari bank umum, perusahaan efek, hingga platform finansial digital, investor diajak untuk melihat aspek sosial dari instrumen ini sebagai bentuk partisipasi aktif sebagai warga negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Jangan Lewatkan Penawaran...
Jangan Lewatkan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Global Mediacom Tahap II Tahun 2026!
Menhan Ungkap Kemenkeu...
Menhan Ungkap Kemenkeu dan Bappenas Pangkas Anggaran Pertahanan Ratusan Triliun
Bukan Hanya Suami Dwi...
Bukan Hanya Suami Dwi Sasetyaningtyas, Kemenkeu Ungkap 44 Alumni LPDP Mangkir dari Pengabdian
Peringati Hari Pabean...
Peringati Hari Pabean Internasional 2026, Bea Cukai Komitmen Lindungi Masyarakat
Rekomendasi
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Pacar Ditahan di Sel Khusus
Sidang PK Nikita Mirzani...
Sidang PK Nikita Mirzani Ditunda hingga 1 Juli 2026, Kuasa Hukum Ungkap Alasannya
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Mantan Dirjen PHU Hilman Latief terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Harga Emas Terjun Rp18...
Harga Emas Terjun Rp18 Ribu, Hari Ini 1 Gram Dijual Rp2.655.000 per Gram
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
MNC Sekuritas Gelar...
MNC Sekuritas Gelar SPM Level 2 Bersama IBI Kesatuan Bogor: Mengenal Analisis Teknikal
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Menguat 0,44 Persen ke Level 6.128
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved