IHSG Sempat Ambles ke 7.481, Purbaya: Gak Usah Takut, Kan Saya Menteri Keuangannya
Kamis, 29 Januari 2026 - 15:12 WIB
loading...
Menkeu Purbaya meminta para investor untuk tetap tenang menanggapi anjloknya IHSG yang memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) selama dua hari berturut-turut. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta para investor untuk tetap tenang menanggapi anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) yang memicu penghentian perdagangan sementara ( trading halt ) selama dua hari berturut-turut. Purbaya menegaskan bahwa guncangan ini hanyalah reaksi sesaat pasar terhadap isu indeks MSCI.
Purbaya meyakini bahwa pelemahan yang terjadi tidak mencerminkan kondisi ekonomi nasional yang sebenarnya. Ia justru melihat ini sebagai momentum untuk membersihkan pasar modal dari praktik-praktik yang tidak sehat.
"Ini jelas shock sementara karena fundamental kita gak masalah. Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan. Tapi yang besar-besar kan masih ada, yang saham-saham yang blue chip itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau ada yang takut, lari aja ke situ," ujar Purbaya saat ditemu di Kemenko Perekonomian, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Baru 30 Menit Perdagangan, IHSG Anjlok 8% Kena Trading Halt
Menkeu menjamin bahwa fondasi ekonomi Indonesia akan semakin kokoh seiring dengan aksi bersih-bersih birokrasi yang tengah dilakukannya. Mengenai keluhan MSCI terkait transparansi data dan kekhawatiran adanya saham gorengan di dalam indeks, Purbaya menyerahkan rincian teknis perbaikannya kepada OJK.
Purbaya memperkirakan tekanan pasar ini hanya akan berlangsung singkat, sekitar dua hingga tiga hari, sebelum akhirnya pasar kembali menemukan keseimbangannya. Meski indeks tengah tertekan hebat, Purbaya tidak mengubah pandangan optimistisnya bahwa bursa saham Indonesia akan mencatatkan sejarah baru di akhir tahun nanti.
Baca Juga: IHSG Rontok 8%, Harga Emas Semakin Berkilau, Ada Apa?
"Optimis 10.000, gak usah takut. Kan akhir tahun kan? To the moon jangan takut. Fondasi kita bagus. Kan saya Menteri Keuangannya," pungkas Purbaya.
Pemerintah dan otoritas pasar modal (OJK) dijadwalkan akan memberikan penjelasan lebih mendetail siang ini di Bursa Efek Indonesia guna meredam kekhawatiran investor global dan lokal terkait transparansi penghitungan indeks yang diminta oleh MSCI.
Purbaya meyakini bahwa pelemahan yang terjadi tidak mencerminkan kondisi ekonomi nasional yang sebenarnya. Ia justru melihat ini sebagai momentum untuk membersihkan pasar modal dari praktik-praktik yang tidak sehat.
"Ini jelas shock sementara karena fundamental kita gak masalah. Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan. Tapi yang besar-besar kan masih ada, yang saham-saham yang blue chip itu kan naiknya belum terlalu tinggi. Kalau ada yang takut, lari aja ke situ," ujar Purbaya saat ditemu di Kemenko Perekonomian, Kamis (29/1/2026).
Baca Juga: Baru 30 Menit Perdagangan, IHSG Anjlok 8% Kena Trading Halt
Menkeu menjamin bahwa fondasi ekonomi Indonesia akan semakin kokoh seiring dengan aksi bersih-bersih birokrasi yang tengah dilakukannya. Mengenai keluhan MSCI terkait transparansi data dan kekhawatiran adanya saham gorengan di dalam indeks, Purbaya menyerahkan rincian teknis perbaikannya kepada OJK.
Purbaya memperkirakan tekanan pasar ini hanya akan berlangsung singkat, sekitar dua hingga tiga hari, sebelum akhirnya pasar kembali menemukan keseimbangannya. Meski indeks tengah tertekan hebat, Purbaya tidak mengubah pandangan optimistisnya bahwa bursa saham Indonesia akan mencatatkan sejarah baru di akhir tahun nanti.
Baca Juga: IHSG Rontok 8%, Harga Emas Semakin Berkilau, Ada Apa?
"Optimis 10.000, gak usah takut. Kan akhir tahun kan? To the moon jangan takut. Fondasi kita bagus. Kan saya Menteri Keuangannya," pungkas Purbaya.
Pemerintah dan otoritas pasar modal (OJK) dijadwalkan akan memberikan penjelasan lebih mendetail siang ini di Bursa Efek Indonesia guna meredam kekhawatiran investor global dan lokal terkait transparansi penghitungan indeks yang diminta oleh MSCI.
(akr)
Lihat Juga :