Linktown Raih One Smile Club Award 2026 dari Sinar Mas Land
Jum'at, 30 Januari 2026 - 11:07 WIB
loading...
A
A
A
Memasuki 2026, Linktown akan menitikberatkan strategi pada efisiensi dan optimalisasi anggaran, serta melanjutkan sejumlah program penjualan yang terbukti efektif sepanjang 2025. “Dengan strategi tersebut, Linktown menargetkan nilai penjualan sebesar Rp3,5 triliun pada 2026,” jelasnya.
Melanjutkan ekspansi bisnis, Linktown berencana meresmikan cabang Jawa Tengah setelah Lebaran 2026. Mencakup wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar). “Meski peresmian fisik baru akan dilakukan tahun ini, namun aktivitas penjualan di wilayah tersebut telah berjalan,” ujarnya. Baca juga: Menteri Agama Resmikan Masjid Raya Baitul Mukhtar di BSD City
Melihat prospek pasar properti 2026, Linktown menilai pertumbuhan masih terbuka, meski tidak merata di semua sektor. Beberapa segmen seperti industri dan logistik diproyeksikan memiliki momentum yang kuat, sementara sektor hunian, perkantoran, dan apartemen cenderung tumbuh lebih stabil dan moderat.
Terkait kondisi makroekonomi, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya harga emas, Winaldo menilai properti masih tetap relevan sebagai instrumen investasi. “Pasar properti Indonesia di 2026 masih menarik, namun lebih selektif dan dipengaruhi oleh biaya pendanaan serta permintaan riil. Investasi properti tetap layak, terutama untuk jangka panjang dan di lokasi yang tepat,” tuturnya.
Melanjutkan ekspansi bisnis, Linktown berencana meresmikan cabang Jawa Tengah setelah Lebaran 2026. Mencakup wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar). “Meski peresmian fisik baru akan dilakukan tahun ini, namun aktivitas penjualan di wilayah tersebut telah berjalan,” ujarnya. Baca juga: Menteri Agama Resmikan Masjid Raya Baitul Mukhtar di BSD City
Melihat prospek pasar properti 2026, Linktown menilai pertumbuhan masih terbuka, meski tidak merata di semua sektor. Beberapa segmen seperti industri dan logistik diproyeksikan memiliki momentum yang kuat, sementara sektor hunian, perkantoran, dan apartemen cenderung tumbuh lebih stabil dan moderat.
Terkait kondisi makroekonomi, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya harga emas, Winaldo menilai properti masih tetap relevan sebagai instrumen investasi. “Pasar properti Indonesia di 2026 masih menarik, namun lebih selektif dan dipengaruhi oleh biaya pendanaan serta permintaan riil. Investasi properti tetap layak, terutama untuk jangka panjang dan di lokasi yang tepat,” tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :