OSL Group Kantongi Pendanaan USD200 Juta Percepat Ekspansi Global
Jum'at, 30 Januari 2026 - 16:01 WIB
loading...
OSL Group, platform perdagangan dan pembayaran stablecoin. FOTO/iStock Photo
A
A
A
JAKARTA - OSL Group, platform perdagangan dan pembayaran stablecoin mengantongi pendanaan ekuitas senilai USD200 juta guna mempercepat ekspansi global. Dana segar tersebut difokuskan untuk penguatan bisnis perdagangan dan pembayaran stablecoin di berbagai yurisdiksi.
"Pasar telah memberikan validasi yang kuat terhadap posisi strategis OSL Group di sektor stablecoin dan pembayaran. Putaran pendanaan ini memungkinkan kami menyambut lebih banyak investor strategis dan jangka panjang yang sejalan dengan visi kami," ujar Chief Financial Officer OSL Group Ivan Wong dalam keterangan resmi, Kamis (30/1/2026).
Menurut dia selain memperkuat basis permodalan dan mendiversifikasi struktur pemegang saham, pendanaan ini akan memungkinkan untuk menangkap peluang tepat waktu dalam mengakuisisi entitas perdagangan dan pembayaran berlisensi di berbagai negara, sekaligus semakin mengukuhkan keunggulan sebagai pelopor dalam strategi global berbasis kepatuhan regulasi.
Baca Juga: OSL Group Tuntaskan Akuisisi Exchange Kripto RI Koinsayang
Lebih lanjut, pendanaan tersebut akan dialokasikan untuk akuisisi strategis, perluasan bisnis global di sektor pembayaran dan stablecoin, pengembangan produk serta infrastruktur teknologi, hingga pemenuhan kebutuhan modal kerja. Langkah tersebut melanjutkan momentum pertumbuhan OSL Group sepanjang 2025.
Tahun lalu, OSL Group mencatat sejumlah pencapaian penting, antara lain mengakuisisi Banxa sebagai penyedia layanan pembayaran Web3 global, meluncurkan solusi pembayaran B2B OSL BizPay, serta menerbitkan stablecoin patuh regulasi USDGO.
Baca Juga: Diakuisisi Perusahaan Asal Hong Kong, Koinsayang Ganti Nama Jadi OSL Indonesia
Sejalan dengan strategi ekspansi global, OSL Group juga telah resmi memasuki pasar Indonesia melalui anak usaha OSL Indonesia. Platform perdagangan aset kripto tersebut telah berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OSL Indonesia mengusung fondasi teknologi, tata kelola, dan standar kepatuhan global OSL Group, dengan menawarkan biaya transaksi kompetitif mulai 0,05%, minimum perdagangan Rp2.000, serta layanan Spot Trading, Flash Trade, dan over-the-counter (OTC) sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem aset digital yang aman dan bertanggung jawab di Indonesia.
"Pasar telah memberikan validasi yang kuat terhadap posisi strategis OSL Group di sektor stablecoin dan pembayaran. Putaran pendanaan ini memungkinkan kami menyambut lebih banyak investor strategis dan jangka panjang yang sejalan dengan visi kami," ujar Chief Financial Officer OSL Group Ivan Wong dalam keterangan resmi, Kamis (30/1/2026).
Menurut dia selain memperkuat basis permodalan dan mendiversifikasi struktur pemegang saham, pendanaan ini akan memungkinkan untuk menangkap peluang tepat waktu dalam mengakuisisi entitas perdagangan dan pembayaran berlisensi di berbagai negara, sekaligus semakin mengukuhkan keunggulan sebagai pelopor dalam strategi global berbasis kepatuhan regulasi.
Baca Juga: OSL Group Tuntaskan Akuisisi Exchange Kripto RI Koinsayang
Lebih lanjut, pendanaan tersebut akan dialokasikan untuk akuisisi strategis, perluasan bisnis global di sektor pembayaran dan stablecoin, pengembangan produk serta infrastruktur teknologi, hingga pemenuhan kebutuhan modal kerja. Langkah tersebut melanjutkan momentum pertumbuhan OSL Group sepanjang 2025.
Tahun lalu, OSL Group mencatat sejumlah pencapaian penting, antara lain mengakuisisi Banxa sebagai penyedia layanan pembayaran Web3 global, meluncurkan solusi pembayaran B2B OSL BizPay, serta menerbitkan stablecoin patuh regulasi USDGO.
Baca Juga: Diakuisisi Perusahaan Asal Hong Kong, Koinsayang Ganti Nama Jadi OSL Indonesia
Sejalan dengan strategi ekspansi global, OSL Group juga telah resmi memasuki pasar Indonesia melalui anak usaha OSL Indonesia. Platform perdagangan aset kripto tersebut telah berizin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
OSL Indonesia mengusung fondasi teknologi, tata kelola, dan standar kepatuhan global OSL Group, dengan menawarkan biaya transaksi kompetitif mulai 0,05%, minimum perdagangan Rp2.000, serta layanan Spot Trading, Flash Trade, dan over-the-counter (OTC) sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem aset digital yang aman dan bertanggung jawab di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :