Regenerasi Petani, Kementan Ajak Anak Muda Masuk Pendidikan Vokasi Pertanian
Selasa, 03 Februari 2026 - 22:29 WIB
loading...
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti. FOTO/Tangguh Yudha
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan regenerasi petani nasional dengan mengajak generasi muda terjun ke sektor pertanian melalui jalur pendidikan vokasi. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat sumber daya manusia pertanian sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan ke depan.
“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan,” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, seperti dikutip Selasa (3/2/2026).
Sementara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan sumber daya manusia pertanian menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga harus didukung SDM yang terdidik, terampil, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika global.
Baca Juga: Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Upaya regenerasi petani tersebut diwujudkan melalui peluncuran dan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2026/2027 oleh BPPSDMP.
Mentan Amran menyebut kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya mendorong anak petani untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang tertinggi sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian nasional.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, Polbangtan dan PEPI membuka kuota sekitar 1.500 mahasiswa yang tersebar di tujuh unit pendidikan vokasi pertanian. Dalam kebijakan tahun ini, BPPSDMP memberikan prioritas hingga 70 persen bagi anak petani sebagai bentuk keberpihakan negara dalam memperkuat regenerasi petani dan pelaku utama pertanian.
Baca Juga: Kementan Kirim 207 Truk Bantuan Logistik ke Lokasi Bencana Banjir Sumatera
Selain anak petani, kesempatan juga dibuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat, potensi, dan komitmen untuk berkiprah di sektor pertanian melalui jalur seleksi yang telah ditetapkan secara nasional.
Seluruh proses PMB Polbangtan dan PEPI dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel melalui sistem pendaftaran terintegrasi berbasis digital, dengan tahapan seleksi meliputi administrasi, tes berbasis computer assisted test (CAT), pemeriksaan kesehatan, dan wawancara.
“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan,” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, seperti dikutip Selasa (3/2/2026).
Sementara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan sumber daya manusia pertanian menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga harus didukung SDM yang terdidik, terampil, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika global.
Baca Juga: Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian di 33 Provinsi
Upaya regenerasi petani tersebut diwujudkan melalui peluncuran dan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2026/2027 oleh BPPSDMP.
Mentan Amran menyebut kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya mendorong anak petani untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang tertinggi sebagai bagian dari penguatan sektor pertanian nasional.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, Polbangtan dan PEPI membuka kuota sekitar 1.500 mahasiswa yang tersebar di tujuh unit pendidikan vokasi pertanian. Dalam kebijakan tahun ini, BPPSDMP memberikan prioritas hingga 70 persen bagi anak petani sebagai bentuk keberpihakan negara dalam memperkuat regenerasi petani dan pelaku utama pertanian.
Baca Juga: Kementan Kirim 207 Truk Bantuan Logistik ke Lokasi Bencana Banjir Sumatera
Selain anak petani, kesempatan juga dibuka bagi masyarakat umum yang memiliki minat, potensi, dan komitmen untuk berkiprah di sektor pertanian melalui jalur seleksi yang telah ditetapkan secara nasional.
Seluruh proses PMB Polbangtan dan PEPI dilaksanakan secara transparan, objektif, dan akuntabel melalui sistem pendaftaran terintegrasi berbasis digital, dengan tahapan seleksi meliputi administrasi, tes berbasis computer assisted test (CAT), pemeriksaan kesehatan, dan wawancara.
(nng)
Lihat Juga :