China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
Selasa, 10 Februari 2026 - 21:47 WIB
loading...
A
A
A
Pandu mengaku belajar dari praktik yang diterapkan Hong Kong dalam menarik modal, sekaligus memperkuat transparansi, supremasi hukum, dan mengomunikasikan kisah Indonesia dengan lebih baik kepada dunia. Sebagai sovereign fund, Ia mengungkap tujuan utamanya jelas: Danantara harus dikelola untuk menghasilkan keuntungan. Tidak boleh ada politisi di dalam perusahaan, pengelolaannya harus sepenuhnya profesional.
"Kami juga menerapkan business judgment rule, sehingga keputusan diambil berdasarkan pertimbangan komersial yang sehat tanpa rasa takut terhadap kriminalisasi. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dan memposisikan Indonesia sebagai tujuan investasi global jangka panjang yang kredibel," tandasnya.
Program konferensi ini juga menghadirkan HE Hashim S. Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Bidang Iklim dan Energi; Duta Besar Wang Qing, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk ASEAN; Zhou Kan, Charge d’Affaires ad interim Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok; serta The Hon Dr Horace Cheung Kwok-kwan, Deputy Secretary for Justice, Government of the Hong Kong Special Administrative Region, bersama para pemimpin dari perusahaan multinasional, lembaga keuangan, dan perusahaan teknologi seperti Alibaba Cloud, HSBC, Huawei, Ant International, Bank Rakyat Indonesia, Fosun Health, FWD Group, dan OCBC.
Diskusi panel membahas berbagai isu utama, termasuk keseimbangan strategis di tengah ketegangan AS–Tiongkok, masa depan rantai pasok China+1, akses permodalan, serta pesatnya ekspansi ekonomi digital. Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari Indonesia dan berbagai negara di kawasan, sekaligus menandai 75 tahun hubungan China–Indonesia dan peran Indonesia yang semakin penting dalam membentuk kerja sama ekonomi regional menjelang APEC 2026 di Shenzhen.
"Kami juga menerapkan business judgment rule, sehingga keputusan diambil berdasarkan pertimbangan komersial yang sehat tanpa rasa takut terhadap kriminalisasi. Hal ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dan memposisikan Indonesia sebagai tujuan investasi global jangka panjang yang kredibel," tandasnya.
Program konferensi ini juga menghadirkan HE Hashim S. Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Bidang Iklim dan Energi; Duta Besar Wang Qing, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk ASEAN; Zhou Kan, Charge d’Affaires ad interim Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok; serta The Hon Dr Horace Cheung Kwok-kwan, Deputy Secretary for Justice, Government of the Hong Kong Special Administrative Region, bersama para pemimpin dari perusahaan multinasional, lembaga keuangan, dan perusahaan teknologi seperti Alibaba Cloud, HSBC, Huawei, Ant International, Bank Rakyat Indonesia, Fosun Health, FWD Group, dan OCBC.
Diskusi panel membahas berbagai isu utama, termasuk keseimbangan strategis di tengah ketegangan AS–Tiongkok, masa depan rantai pasok China+1, akses permodalan, serta pesatnya ekspansi ekonomi digital. Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 500 peserta dari Indonesia dan berbagai negara di kawasan, sekaligus menandai 75 tahun hubungan China–Indonesia dan peran Indonesia yang semakin penting dalam membentuk kerja sama ekonomi regional menjelang APEC 2026 di Shenzhen.
(akr)
Lihat Juga :