Tampil Perdana di Rapat Gubernur BI, Thomas Djiwandono Bicara Ini

Kamis, 19 Februari 2026 - 17:12 WIB
loading...
Tampil Perdana di Rapat...
Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026). FOTO/Anggie Ariesta
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bersama jajaran menteri ekonomi memperkuat strategi komunikasi terpadu untuk meyakinkan investor global dan lembaga pemeringkat kredit mengenai soliditas ekonomi nasional. Langkah koordinasi lintas lembaga ini bertujuan memastikan daya tarik investasi Indonesia tetap kompetitif di tengah momentum pertumbuhan awal tahun 2026.

"Saat ini kami juga sedang mempersiapkan koordinasi lebih lanjut dalam hal ini dengan Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Danantara, dan bahkan OJK kedepannya untuk membangun sebuah narasi yang terpadu mengenai pertumbuhan ekonomi tadi yang bisa dikhususkan terhadap investor maupun credit rating agency yang akan datang di kemudian hari," ujar Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga: BI Rate Kembali Ditahan di Level 4,75%, Perry Warjiyo Ungkap Penyebabnya

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memaparkan empat faktor kunci yang menjamin pertumbuhan ekonomi tetap tinggi pada kuartal I-2026. Faktor utama adalah lonjakan konsumsi masyarakat akibat rentetan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang berdekatan, mulai dari Tahun Baru Imlek, Idulfitri, hingga Waisak.

Selain faktor musiman, Perry menekankan pentingnya bauran kebijakan moneter melalui pengaturan suku bunga dan ekspansi likuiditas. Kebijakan ini dirancang khusus untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan geliat dunia usaha tetap terjaga di tengah tantangan global.



Sinergi juga diperkuat melalui kebijakan anggaran Kementerian Keuangan yang selaras dengan kebutuhan pasar. Hal ini mencakup implementasi program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga akselerasi hilirisasi sektor riil yang kini dikelola di bawah naungan Danantara.

Perry menegaskan bahwa kunci utama stabilitas saat ini adalah kolaborasi erat untuk mencegah kekeringan modal di pasar keuangan. Fokus utama pemerintah dan otoritas moneter adalah memastikan ketersediaan likuiditas yang cukup bagi sektor perbankan guna mengalirkan kredit ke sektor riil.

“Sebagaimana diketahui kami sinergi dengan Pak Menteri Keuangan, Kementerian Keuangan, sama-sama bagaimana memastikan likuiditas itu ada di pasar keuangan dan perbankan. Bagaimana sama-sama itu mendorong di sektor riil baik melalui stimulus fiskal maupun dari kami dari berbagai insentif likuiditas maupun dari dukungan likuiditas dan juga sama-sama juga bagaimana menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” papar Perry.

Baca Juga: BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,7% di 2026

Upaya integrasi kebijakan ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan di sektor riil, tetapi juga memberikan kepastian hukum dan ekonomi bagi para investor. Dengan manajemen yang transparan dan terukur, Indonesia optimistis dapat mempertahankan kepercayaan lembaga pemeringkat kredit internasional sepanjang tahun ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Pede Rupiah Menguat...
Pede Rupiah Menguat Mulai Juli 2026, Gubernur BI Ungkap Penyebab Mata Uang Garuda Kolaps
Rupiah Bakal Menguat...
Rupiah Bakal Menguat di Juli dan Agustus 2026, Gubernur BI Yakin Stabil usai Bertemu Prabowo
Rupiah Ambles Tembus...
Rupiah Ambles Tembus Rp17 Ribu, Perry Warjiyo Blak-blakan Soal Strategi Intervensi BI
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Wakil Ketua Komisi XI...
Wakil Ketua Komisi XI Pertanyakan Alasan Gubernur BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Tetap Stabil
BSKDN Gelar Rakor Regional...
BSKDN Gelar Rakor Regional di Kendari Perkuat Implementasi Program Prioritas Nasional
Rekomendasi
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Toyota Kenalkan Transmisi...
Toyota Kenalkan Transmisi Manual Canggih Mobil Listrik
Berita Terkini
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved