Profil Prihati Pujowaskito, Eks Dokter Kopassus Jadi Dirut BPJS Kesehatan
Kamis, 19 Februari 2026 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Setelah itu, ia diangkat sebagai Direktur Pengawasan Medik RSPAD Gatot Subroto pada 2021. Selanjutnya, Mayjen Prihati Pujowaskito menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Pertahanan (Unhan) sejak Juni 2023 hingga sebelum ditunjuk menjadi Dirut BPJS Kesehatan. Ia juga aktif sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi.
Prihati juga memiliki alat transportasi berupa mobil IONIQ Hyundai tahun 2022 senilai Rp700 juta dan Honda Jazz CVT tahun 2020 senilai Rp225 juta. Selain itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp100 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp2.448.749.029. Dalam laporan tersebut, Prihati tidak mencatatkan kepemilikan surat berharga maupun utang.
Dengan latar belakang sebagai dokter spesialis jantung yang berpengalaman di lingkungan militer dan akademisi, publik menaruh harapan besar pada kepemimpinan Prihati di BPJS Kesehatan. Tantangan ke depan adalah bagaimana ia dapat membawa perspektif baru dalam pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup lebih dari 270 juta jiwa peserta.
Harta Kekayaan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 20 Agustus 2025, Prihati tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp7.073.749.029 atau sekitar Rp7 miliar. Harta terbanyak berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp3,6 miliar yang tersebar di Kota Cimahi, Sukoharjo, dan Garut.Prihati juga memiliki alat transportasi berupa mobil IONIQ Hyundai tahun 2022 senilai Rp700 juta dan Honda Jazz CVT tahun 2020 senilai Rp225 juta. Selain itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp100 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp2.448.749.029. Dalam laporan tersebut, Prihati tidak mencatatkan kepemilikan surat berharga maupun utang.
Dengan latar belakang sebagai dokter spesialis jantung yang berpengalaman di lingkungan militer dan akademisi, publik menaruh harapan besar pada kepemimpinan Prihati di BPJS Kesehatan. Tantangan ke depan adalah bagaimana ia dapat membawa perspektif baru dalam pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup lebih dari 270 juta jiwa peserta.
(nng)
Lihat Juga :