BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:32 WIB
loading...
BRI Cetak Laba Rp57,132...
BRI berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja bisnis yang solid di tengah laju ekonomi global yang termoderasi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja bisnis yang solid di tengah laju ekonomi global yang termoderasi. Perseroan membukukan laba sebesar Rp57,132 triliun yang ditopang oleh struktur pendanaan yang kuat, pertumbuhan kredit yang terjaga, hingga perbaikan kualitas aset secara berkelanjutan. Capaian ini pun memperkuat peran BRI dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif dan keberpihakan pada ekonomi kerakyatan .

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 di Kantor Pusat BRI Jakarta pada Kamis (26/02). Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Treasury & International Banking Farida Thamrin, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto.

Membuka paparannya, Hery menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian global, perekonomian domestik tetap resilien. Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sekitar 5,1% dan diproyeksikan meningkat menjadi 5,2% pada 2026, ditopang oleh kuatnya permintaan domestik.

Inflasi Indonesia juga terkendali dalam kisaran target Bank Indonesia, yakni sekitar 2,9%, dan stabil pada 2026. Kondisi tersebut mendukung daya beli masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Baca Juga: BRI Siap Salurkan BLTS Kesra, Perkuat Komitmen Dukung Asta Cita

“Secara keseluruhan, kombinasi inflasi yang terjaga, kebijakan moneter yang lebih longgar, dan ketahanan konsumsi domestik memberikan fondasi yang cukup kuat bagi ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Hery.

Lebih lanjut, Hery menegaskan bahwa stabilitas makroekonomi dan kinerja positif perbankan menjadi fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan. Kombinasi pertumbuhan DPK yang impresif, kualitas aset yang sehat, likuiditas yang kuat, dan rasio kredit bermasalah yang terjaga di level 2,05%, serta profitabilitas yang stabil memberikan ruang bagi industri perbankan untuk melanjutkan ekspansi pada 2026.



Berangkat dari fondasi yang solid tersebut, BRI sebagai bank yang berfokus pada ekonomi kerakyatan mengambil peran strategis melalui dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah, sejalan dengan upaya percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama pembiayaan sektor produktif. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, dengan sektor pertanian menjadi kontributor terbesar mencapai Rp80,09 triliun atau 44,97% dari total penyaluran KUR yang disalurkan oleh BRI.

Selain mendukung UMKM, BRI juga memperluas akses pembiayaan perumahan melalui partisipasi dalam Program 3 Juta Rumah. Hingga akhir Desember 2025, BRI telah menyalurkan KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia. Untuk 2026, Perseroan optimistis dapat menyalurkan pembiayaan FLPP sebanyak 60.000 unit rumah subsidi.

Baca Juga: Dukung Asta Cita lewat Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses Hunian Terjangkau bagi MBR

Di sisi lain, BRI turut berperan aktif dalam berbagai program strategis pemerintah lainnya, termasuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta menyalurkan bantuan sosial non-tunai seperti PKH, Sembako, Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra. Rangkaian inisiatif tersebut menegaskan peran BRI sebagai mitra utama pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan dan memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.

Masih dalam paparannya, Hery menegaskan bahwa di tengah komitmen BRI dalam mendukung program prioritas pemerintah, Perseroan terus menjalankan transformasi terintegrasi melalui BRIVolution Reignite, sebagai respons atas persaingan industri yang semakin kompetitif dan dinamika perubahan yang cepat untuk memastikan pertumbuhan yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Diluncurkan pada April 2025, transformasi ini bertumpu untuk memperkuat daya saing secara berkelanjutan dengan bertumpu pada dua pilar utama, yaitu Transform the Funding Franchise serta Revamp Existing Core and Build New Core, yang didukung oleh pembangunan enam enabler utama.

Hery menjelaskan, pada pilar pertama, Transform the Funding Franchise, ditujukan untuk memperkuat struktur pendanaan BRI agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah. Strategi ini dijalankan melalui dua pendekatan utama, yakni penguatan dana murah (CASA) serta peningkatan kapabilitas di bidang transaction banking.

Adapun, untuk mempercepat pertumbuhan CASA, BRI mengoptimalkan kanal digital seperti BRImo, BRILink, dan QRIS, serta meningkatkan penetrasi pada business cluster. Akuisisi dan retensi nasabah juga diperkuat melalui kolaborasi lintas unit dan cross-selling produk, yang ditopang melalui peningkatan kapabilitas Relationship Manager (RM).

Langkah ini bertujuan memperbaiki cost of fund sekaligus menjaga stabilitas likuiditas jangka panjang. Adapun, segmen ritel, penguatan difokuskan pada pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran.
Di segmen SME dan Wholesale, QLola terus dikembangkan sebagai platform transaksi terintegrasi untuk layanan cash management, trade finance, dan foreign exchange. Melalui strategi ini, BRI tidak hanya berperan sebagai lender, tetapi juga sebagai transaction bank utama bagi nasabah.

Selanjutnya, pada pilar kedua transformasi, melalui Revamp Existing Core and Build New Core, BRI memastikan bisnis inti tetap kuat sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan baru. Penguatan proses bisnis mikro dilakukan dengan menjaga kualitas aset serta meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru, BRI pun mempercepat ekspansi bisnis konsumer melalui penguatan mortgage, auto loan, optimalisasi payroll, hingga penguatan layanan wealth management.

Perseroan juga memperkuat ekosistem gadai emas melalui integrasi outlet dan kanal digital. Sementara itu, pada segmen Commercial dan Corporate, pertumbuhan didorong melalui pendekatan end-to-end ecosystem, yang melibatkan penguatan sektor unggulan, serta akuisisi CASA berkualitas berbasis value chain dengan tetap menjaga manajemen risiko yang prudent.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
Solusi Cicilan Lebih...
Solusi Cicilan Lebih Ringan, Intip Keuntungan Pindah KPR ke BRI
Mobilitas Makin Hemat:...
Mobilitas Makin Hemat: Nikmati Promo Spesial BRI Kartu Kredit di Aplikasi MyBluebird
Naik 81%, Laba PTPN...
Naik 81%, Laba PTPN Group Tembus 6,39 Triliun
Kuota Terbatas! Strategi...
Kuota Terbatas! Strategi Manfaatkan BRI KPR Bunga Spesial 1,75% untuk Rumah Pertama Anda
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jangan Sampai Kehabisan!...
Jangan Sampai Kehabisan! Beli Tiket Indomaret Fun Run 2026 di BRImo, Langsung Diskon Rp 25 Ribu
Liburan Hemat Setengah...
Liburan Hemat Setengah Harga! Tiket Kereta Api dan Whoosh Diskon 50% di Traveloka Pakai BRI Kartu Kredit
Spesial Prambanan Jazz...
Spesial Prambanan Jazz 2026: Nikmati Konser Syahdu Plus Diskon Hotel dan Kuliner dari BRImo
Rekomendasi
Usai Gugat Hak Asuh...
Usai Gugat Hak Asuh Anak, Pertemuan Ruben Onsu dan Sarwendah Mendadak Dibatalkan
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
Belum Ditahan, di Mana...
Belum Ditahan, di Mana Febrie Adriansyah usai Jadi Tersangka Korupsi?
Berita Terkini
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
Listrik Padam Berhari-hari,...
Listrik Padam Berhari-hari, Becak Tenaga Surya Jadi Penyelamat dari Krisis Energi
Next Step Bangun Jembatan...
Next Step Bangun Jembatan Dagang UMKM Indonesia ke China
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved