Bergerak ke Jalur Timur, Sebagian Besar Pemudik Bakal Melintasi Tol Trans Jawa
Selasa, 10 Maret 2026 - 14:03 WIB
loading...
Sebagian besar kendaraan pemudik dari Jakarta pada Lebaran 2026 akan bergerak menuju jalur Timur. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi sebagian besar kendaraan pemudik dari Jakarta pada Lebaran 2026 akan bergerak menuju jalur Timur. Rute ini diperkirakan menjadi jalur dengan volume kendaraan terbesar selama periode arus mudik tahun ini.
"Dari 3,5 juta kendaraan ini pergerakannya memang berbeda. Jadi 28% itu ke Merak, sementara 50% ke arah Timur sampai dengan Cipularang, sementara sisanya adalah sekitar 20% adalah ke arah Bogor," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, 3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jabotabek via Tol
Menurut Rivan, arus kendaraan menuju jalur Timur menjadi fokus utama pengelolaan lalu lintas selama periode mudik. Hal ini karena dari total kendaraan yang mengarah ke jalur tersebut, sebagian besar akan melanjutkan perjalanan ke jaringan tol antarkota.
Ia menjelaskan sekitar 57% kendaraan dari jalur Timur diperkirakan akan melanjutkan perjalanan ke jaringan Tol Trans Jawa. Sementara itu, sekitar 42% kendaraan lainnya diproyeksikan menuju ruas Tol Cipularang.
"Nah, yang pasti diantisipasi adalah yang 50 ke Timur, karena ini akan terbagi kembali 57% ke arah Trans Jawa, dan 42% sekian ini adalah yang ke arah Cipularang dan biasanya kepadatan di kilometer 6,6 karena adanya jumlah kendaraan yang lebih banyak," kata Rivan.
Baca Juga: 10 Ruas Tol Fungsional yang Dibuka selama Lebaran 2026, Ini Daftarnya
Secara keseluruhan, sekitar 3,5 juta kendaraan diperkirakan akan meninggalkan wilayah Jakarta selama periode mudik Lebaran 2026. Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis data historis lalu lintas yang dihimpun bersama Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan. Adapun puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.
"Dari 3,5 juta kendaraan ini pergerakannya memang berbeda. Jadi 28% itu ke Merak, sementara 50% ke arah Timur sampai dengan Cipularang, sementara sisanya adalah sekitar 20% adalah ke arah Bogor," ujar Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026, 3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jabotabek via Tol
Menurut Rivan, arus kendaraan menuju jalur Timur menjadi fokus utama pengelolaan lalu lintas selama periode mudik. Hal ini karena dari total kendaraan yang mengarah ke jalur tersebut, sebagian besar akan melanjutkan perjalanan ke jaringan tol antarkota.
Ia menjelaskan sekitar 57% kendaraan dari jalur Timur diperkirakan akan melanjutkan perjalanan ke jaringan Tol Trans Jawa. Sementara itu, sekitar 42% kendaraan lainnya diproyeksikan menuju ruas Tol Cipularang.
"Nah, yang pasti diantisipasi adalah yang 50 ke Timur, karena ini akan terbagi kembali 57% ke arah Trans Jawa, dan 42% sekian ini adalah yang ke arah Cipularang dan biasanya kepadatan di kilometer 6,6 karena adanya jumlah kendaraan yang lebih banyak," kata Rivan.
Baca Juga: 10 Ruas Tol Fungsional yang Dibuka selama Lebaran 2026, Ini Daftarnya
Secara keseluruhan, sekitar 3,5 juta kendaraan diperkirakan akan meninggalkan wilayah Jakarta selama periode mudik Lebaran 2026. Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis data historis lalu lintas yang dihimpun bersama Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan. Adapun puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.
(nng)
Lihat Juga :