Defisit APBN Februari 2026 Sentuh Rp135,7 Triliun, Begini Penjelasan Purbaya
Rabu, 11 Maret 2026 - 16:00 WIB
loading...
A
A
A
"Jadi belanja tahun ini memang kita percepat supaya ekonominya didorong dari sisi fiskal sejak awal tahun sampai akhir tahun secara lebih merata dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya," jelas Purbaya.
Meskipun belanja dipacu kencang, tekanan terhadap defisit berhasil diredam oleh penerimaan negara yang tetap tumbuh positif. Realisasi pendapatan negara mencapai Rp358 triliun (tumbuh 12,8% yoy), dengan sektor perpajakan menjadi motor utama.
Penerimaan Pajak mencapai Rp245,1 triliun, tumbuh kuat sebesar 30,4%. Untuk Kepabeanan dan Cukai, meski sempat terkontraksi, data terbaru menunjukkan cukai sudah kembali tumbuh 7%. Baca Juga: Purbaya: Saya Buat Defisit 0% Bisa, tapi Ekonomi Morat-marit
Purbaya menyimpulkan bahwa postur fiskal saat ini membuktikan peran APBN yang berjalan optimal sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak roda ekonomi.
"Secara keseluruhan kombinasi pendapatan negara yang tumbuh positif, belanja yang terakselerasi untuk mendorong ekonomi, serta defisit yang tetap terkendali menunjukkan bahwa APBN terus berperan optimal sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :