Data Inflasi AS Stabil di 2,4%, Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed

Jum'at, 13 Maret 2026 - 11:00 WIB
loading...
Data Inflasi AS Stabil...
Inflasi Amerika Serikat tercatat stabil secara tahunan pada Februari 2026. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Inflasi Amerika Serikat tercatat stabil pada level 2,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Februari 2026 berdasarkan data Consumer Price Index (CPI). Stabilnya inflasi tersebut dinilai menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen investor terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve serta pergerakan aset berisiko, termasuk pasar kripto.

“Angka inflasi Februari 2026 yang berada di 2,4% sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga sentimen investor cenderung lebih stabil. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya akan lebih fokus mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed karena kebijakan moneter masih menjadi faktor utama yang memengaruhi likuiditas dan pergerakan aset berisiko termasuk kripto. Untuk saat ini, pasar cenderung berada dalam fase menunggu sambil memperhatikan perkembangan data ekonomi berikutnya,” ujar Vice President Indodax Antony Kusuma seperti dikutip, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga: Mesir Tuding Netanyahu Halangi Fase Kedua Gencatan Senjata Gaza

Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan inflasi bulanan pada Februari meningkat 0,3%, sedikit lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,2% pada Januari. Sementara itu, inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan komponen pangan dan energi tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 2,5% secara tahunan.

Stabilnya angka inflasi tersebut memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di ekonomi Amerika Serikat masih relatif terkendali, meskipun tetap sedikit berada di atas target inflasi 2% yang ditetapkan Federal Reserve.



Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter juga tercermin dalam proyeksi yang dihimpun melalui CME FedWatch Tool. Data tersebut menunjukkan peluang hampir 99% bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Maret.

Sementara itu, probabilitas pemangkasan suku bunga sekitar 25 basis poin pada April diperkirakan masih relatif kecil, yakni sekitar 11%. Kondisi ini membuat pasar kripto cenderung bergerak lebih defensif sembari menunggu kepastian arah kebijakan moneter.

Baca Juga: Lonjakan Inflasi Mengancam Ekonomi RI, THR Belum Cukup Dongkrak Daya Beli

Di pasar kripto, respons investor terhadap rilis data inflasi juga terlihat terbatas. Setelah laporan CPI dirilis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 69.000 dolar AS dengan pergerakan yang relatif moderat dalam 24 jam terakhir.

Selain faktor inflasi, pelaku pasar juga mencermati dinamika geopolitik dan harga energi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir turut mendorong volatilitas harga minyak yang berpotensi memengaruhi tekanan inflasi pada periode berikutnya serta aktivitas ekonomi secara lebih luas.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Netanyahu Blak-blakan...
Netanyahu Blak-blakan Bongkar Alasan Israel Gagalkan Gencatan Senjata AS-Iran!
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Rekomendasi
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
Piala Dunia 2026: Meksiko...
Piala Dunia 2026: Meksiko Bidik Start Sempurna, Afrika Selatan Jadi Korban Pertama?
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved