Purbaya Sangkal Rupiah Hancur Ditekan Perang, Depresiasi Hanya 0,3%

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:04 WIB
loading...
Purbaya Sangkal Rupiah...
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. FOTO/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis anggapan bahwa nilai tukar rupiah terpuruk akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat sehingga mampu menahan tekanan gejolak global.

"Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, itu setiap perang rupiah hanya terdepresi sebesar 0,3. Jadi sebetulnya bagus daya tahanan kita. Yang real, yang pemain yang punya duit betul, bilangnya seperti ini. Tapi yang yang nggak punya duit kali Pak yang jelek-jelekin," ujar Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, dikutip Minggu (15/3/2026).

Baca Juga: Purbaya Geram Bahas Hambatan Investasi dan Operasional Sejumlah Perusahaan Besar

Purbaya menjelaskan bahwa secara historis pelemahan rupiah saat terjadi konflik global relatif terbatas. Ia menilai narasi negatif yang berkembang tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

Menurut dia, indikator risiko yang lebih akurat dapat dilihat dari Credit Default Swap (CDS) tenor lima tahun yang masih stabil, serta selisih imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury yang hanya mengalami perubahan tipis.

"Terus kalau kita lihat yang CDS, IDR 5 year, 5 tahun, masih relatif stabil. Gambar yang kanan atas Pak, itu adalah spread dari SBN terhadap treasury. Di Januari 25, 240 basis point. Sekarang 243 basis point. Naiknya hanya terbatas 0,3 basis point. Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik aja nggak percaya Pak. Terus kalau kita lihat, ya bukan domestik aja. Pengamat domestik yang nggak percaya," jelas Purbaya.

Baca Juga: Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh Rampung, Purbaya: Tinggal Diumumkan Presiden

Kepercayaan investor global juga tercermin dari arus modal masuk ke pasar keuangan domestik. Meski terjadi arus keluar pada instrumen SBN sebesar Rp0,7 triliun pada Maret, jumlah tersebut tertutupi oleh aliran dana masuk pada instrumen lain.



Data menunjukkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencatatkan inflow sebesar Rp2,2 triliun, sementara pasar saham juga menarik dana masuk sebesar Rp2,2 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan investor global masih menilai fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat di tengah ketidakpastian geopolitik.

"Jadi setelah goncang-goncang-goncang, di bulan Maret sepertinya masih masuk ke sini Pak. Artinya mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus. Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini Pak, karena mereka taruh uang," pungkas Purbaya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Purbaya Buka Peluang...
Purbaya Buka Peluang Kerek Dana Transfer ke Daerah di 2027 hingga Rp90 Triliun
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Rekomendasi
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved