Pacu Daya Saing, Pelindo Sinergi Lokaseva Jaring 126 Ide Inovasi Pekerja
Kamis, 26 Maret 2026 - 21:30 WIB
loading...
PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perusahaan. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan perusahaan guna meningkatkan efisiensi proses bisnis dan daya saing layanan kepelabuhanan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui ajang tahunan SPSL Program of Innovation and Technology (SPRINT) 2025 bertema “Ideas Built into Action” yang mencapai puncaknya pada sesi final pitching dan penganugerahan, awal Maret ini.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa budaya inovasi semakin melekat di lingkungan kerja dengan tetap mengedepankan customer centricity, efisiensi proses bisnis, serta pengembangan layanan atau produk,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti, dalam keterangannya, Kamis (27/3).
Baca Juga: Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Logistik Tetap Optimal Selama Lebaran
Retno menjelaskan bahwa setiap ide yang lahir diharapkan bersifat aplikatif, baik dalam pengembangan model bisnis maupun penguatan operasional. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja perusahaan secara keseluruhan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan di seluruh wilayah kerja SPSL beserta anak dan cucu usahanya.
Ajang SPRINT 2025 mencatat antusiasme tinggi dengan terkumpulnya 126 ide inovasi dari para pekerja. Setelah melalui proses kurasi yang ketat, sebanyak 16 ide terbaik terpilih untuk maju ke tahap final guna dinilai langsung oleh jajaran direksi berdasarkan potensi implementasi dan dampak nyatanya bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Terdapat tiga kategori utama dalam kompetisi tahun ini, yakni Innovation Ideation Open Category, Innovation Ideation Operational Category, dan Innovation Implementation Category. Dua kategori terakhir merupakan kategori baru yang diperkenalkan untuk lebih fokus pada transformasi bisnis, peningkatan layanan operasional, serta mendorong perbaikan mandiri (quick win) di setiap unit kerja.
Baca Juga: SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, SPRINT kini berfungsi sebagai ruang bagi pekerja untuk merealisasikan gagasan hingga tahap implementasi. Manajemen SPSL turut memberikan pendampingan langsung agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul sebagai kunci transformasi.
Selain kompetisi, rangkaian acara ini juga menghadirkan sesi Sprint Talk yang mengundang pakar di bidang bisnis digital. Sesi ini bertujuan memberikan wawasan kepada para peserta mengenai pentingnya adaptasi teknologi dan pengembangan ekosistem digital di tengah dinamika bisnis logistik dan kepelabuhanan yang semakin kompetitif.
Ke depan, program SPRINT diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan (engine of growth) bagi SPSL. Dengan budaya inovasi yang semakin matang, perusahaan optimis dapat menjadi entitas yang lebih adaptif dalam mengelola layanan pendukung kepelabuhanan serta pengembangan kawasan logistik yang terintegrasi secara nasional.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa budaya inovasi semakin melekat di lingkungan kerja dengan tetap mengedepankan customer centricity, efisiensi proses bisnis, serta pengembangan layanan atau produk,” ujar Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis SPSL, Retno Soelistianti, dalam keterangannya, Kamis (27/3).
Baca Juga: Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Logistik Tetap Optimal Selama Lebaran
Retno menjelaskan bahwa setiap ide yang lahir diharapkan bersifat aplikatif, baik dalam pengembangan model bisnis maupun penguatan operasional. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendorong kinerja perusahaan secara keseluruhan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan di seluruh wilayah kerja SPSL beserta anak dan cucu usahanya.
Ajang SPRINT 2025 mencatat antusiasme tinggi dengan terkumpulnya 126 ide inovasi dari para pekerja. Setelah melalui proses kurasi yang ketat, sebanyak 16 ide terbaik terpilih untuk maju ke tahap final guna dinilai langsung oleh jajaran direksi berdasarkan potensi implementasi dan dampak nyatanya bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan.
Terdapat tiga kategori utama dalam kompetisi tahun ini, yakni Innovation Ideation Open Category, Innovation Ideation Operational Category, dan Innovation Implementation Category. Dua kategori terakhir merupakan kategori baru yang diperkenalkan untuk lebih fokus pada transformasi bisnis, peningkatan layanan operasional, serta mendorong perbaikan mandiri (quick win) di setiap unit kerja.
Baca Juga: SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, SPRINT kini berfungsi sebagai ruang bagi pekerja untuk merealisasikan gagasan hingga tahap implementasi. Manajemen SPSL turut memberikan pendampingan langsung agar ide-ide terpilih dapat dikembangkan secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul sebagai kunci transformasi.
Selain kompetisi, rangkaian acara ini juga menghadirkan sesi Sprint Talk yang mengundang pakar di bidang bisnis digital. Sesi ini bertujuan memberikan wawasan kepada para peserta mengenai pentingnya adaptasi teknologi dan pengembangan ekosistem digital di tengah dinamika bisnis logistik dan kepelabuhanan yang semakin kompetitif.
Ke depan, program SPRINT diharapkan mampu menjadi mesin pertumbuhan (engine of growth) bagi SPSL. Dengan budaya inovasi yang semakin matang, perusahaan optimis dapat menjadi entitas yang lebih adaptif dalam mengelola layanan pendukung kepelabuhanan serta pengembangan kawasan logistik yang terintegrasi secara nasional.
(nng)
Lihat Juga :