Kompor Listrik Bisa Jadi Solusi di Tengah Krisis Energi
Sabtu, 28 Maret 2026 - 23:09 WIB
loading...
Penggunaan kompor induksi atau listrik bisa menjadi solusi, selain bisa mengurangi impor LPG, penggunaan kompor induksi dipandang juga lebih efisien dan praktis. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menghadapi krisis energi akibat konflik di Timur Tengah, pemerintah mengajak masyarakat melakukan penghematan. Masyarakat diminta harus betul-betul bijak dalam menggunakan komoditas energi agar pasokan energi Indonesia akan lebih baik.
Di tengah kondisi seperti itu, penggunaan kompor induksi atau listrik bisa menjadi solusi. Selain bisa mengurangi impor LPG, penggunaan kompor induksi dipandang juga lebih efisien dan praktis.
Andi Arif, seorang pengguna kompor induksi, menilai efisiensi biaya operasional dan kemudahan fitur teknologi pemanas elektrik menjadi solusi nyata bagi rumah tangga di tengah tantangan lonjakan harga energi dunia. Penggunaan kompor induksi yang tepat juga tak membebani tagihan listrik.
“Dari sisi operasional, Andi mencatat kenaikan tagihan listriknya hanya sekitar Rp30.000 per bulan,” ungkapnya.
Baca Juga: Ini Sederet Keunggulan Kompor Listrik Dibanding Kompor Gas
Ia menjelaskan, bahwa investasi awal kompor listrik jauh lebih ekonomis karena selain harga gas yang fluktuatif, pengguna juga tidak lagi terbebani biaya pembelian tabung gas baru. Berdasarkan perhitungannya, tambahan biaya listrik bulanan tadi sangat kompetitif jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin untuk pengisian tabung gas yang saat ini terus merangkak naik.
Senada, Siti Sarah, pelaku UMKM katering rumahan merasakan langsung dampak positif peralihan ke kompor listrik terhadap efisiensi usaha. Menurutnya, penggunaan kompor induksi membuat biaya produksi jauh lebih hemat sehingga keuntungan yang didapat dari setiap pesanan menjadi lebih maksimal dibandingkan saat masih menggunakan LPG.
"Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk energi masak jadi lebih stabil dan murah. Sisa uangnya bisa buat tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih cepat dan bersih, saya jadi lebih produktif terima banyak pesanan tiap hari," ujar Siti.
Pengguna lainnya, Hevy Prasmawati (31), seorang ibu rumah tangga, turut merasakan keunggulan kompor listrik yang menghadirkan panas lebih stabil dan merata pada masakan. Hasil masakan pun menjadi lebih presisi.
Hevy juga mengapresiasi fitur pintar seperti mode otomatis untuk menggoreng hingga mengukus, yang memberikan kemudahan sekaligus rasa aman lebih bagi penghuni rumah.
Dengan segala kemudahan dan penghematan biaya jangka panjangnya, transisi ke perangkat memasak elektrik kini dipandang bukan sekadar tren gaya hidup. Melainkan juga langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.
“Kompor listrik kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan solusi nyata untuk tetap hemat di tengah tantangan energi dunia,” pungkasnya.
Di tengah kondisi seperti itu, penggunaan kompor induksi atau listrik bisa menjadi solusi. Selain bisa mengurangi impor LPG, penggunaan kompor induksi dipandang juga lebih efisien dan praktis.
Andi Arif, seorang pengguna kompor induksi, menilai efisiensi biaya operasional dan kemudahan fitur teknologi pemanas elektrik menjadi solusi nyata bagi rumah tangga di tengah tantangan lonjakan harga energi dunia. Penggunaan kompor induksi yang tepat juga tak membebani tagihan listrik.
“Dari sisi operasional, Andi mencatat kenaikan tagihan listriknya hanya sekitar Rp30.000 per bulan,” ungkapnya.
Baca Juga: Ini Sederet Keunggulan Kompor Listrik Dibanding Kompor Gas
Ia menjelaskan, bahwa investasi awal kompor listrik jauh lebih ekonomis karena selain harga gas yang fluktuatif, pengguna juga tidak lagi terbebani biaya pembelian tabung gas baru. Berdasarkan perhitungannya, tambahan biaya listrik bulanan tadi sangat kompetitif jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin untuk pengisian tabung gas yang saat ini terus merangkak naik.
Senada, Siti Sarah, pelaku UMKM katering rumahan merasakan langsung dampak positif peralihan ke kompor listrik terhadap efisiensi usaha. Menurutnya, penggunaan kompor induksi membuat biaya produksi jauh lebih hemat sehingga keuntungan yang didapat dari setiap pesanan menjadi lebih maksimal dibandingkan saat masih menggunakan LPG.
"Sejak pakai kompor listrik, pengeluaran untuk energi masak jadi lebih stabil dan murah. Sisa uangnya bisa buat tambahan modal bahan baku. Masaknya juga lebih cepat dan bersih, saya jadi lebih produktif terima banyak pesanan tiap hari," ujar Siti.
Pengguna lainnya, Hevy Prasmawati (31), seorang ibu rumah tangga, turut merasakan keunggulan kompor listrik yang menghadirkan panas lebih stabil dan merata pada masakan. Hasil masakan pun menjadi lebih presisi.
Hevy juga mengapresiasi fitur pintar seperti mode otomatis untuk menggoreng hingga mengukus, yang memberikan kemudahan sekaligus rasa aman lebih bagi penghuni rumah.
Dengan segala kemudahan dan penghematan biaya jangka panjangnya, transisi ke perangkat memasak elektrik kini dipandang bukan sekadar tren gaya hidup. Melainkan juga langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.
“Kompor listrik kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan solusi nyata untuk tetap hemat di tengah tantangan energi dunia,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :