Harga Avtur Melonjak 70% Imbas Perang AS-Iran, Maskapai Teriak Minta Kenaikan Tiket Pesawat
Kamis, 02 April 2026 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai gambaran, harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta pada Maret 2026 tercatat Rp13.656,51 per liter, lalu melonjak menjadi Rp23.551,08 per liter pada April atau naik sekitar 72,45%. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 saat kebijakan TBA mulai diberlakukan, kenaikan harga avtur bahkan mencapai hampir tiga kali lipat.
INACA menegaskan bahwa komponen bahan bakar menyumbang sekitar 40% dari total biaya operasional maskapai. Dengan lonjakan setinggi ini tanpa penyesuaian tarif, kondisi keuangan maskapai berisiko tertekan.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Mahal saat Lebaran Tak Langgar Aturan, Kemenhub Ungkap Alasannya
Menurut Denon, penyesuaian tarif tidak hanya penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis, tetapi juga untuk memastikan standar keselamatan penerbangan tetap terpenuhi serta konektivitas transportasi udara nasional tidak terganggu.
Sebelumnya, INACA mengusulkan kenaikan fuel surcharge dan TBA masing-masing sebesar 15%. Namun, dengan lonjakan harga avtur yang jauh lebih tinggi dari perkiraan, asosiasi tersebut kini meminta agar besaran kenaikan disesuaikan kembali dengan kondisi terkini.
Desakan ini menempatkan pemerintah pada posisi sulit antara menjaga daya beli masyarakat dan memastikan industri penerbangan tetap sehat di tengah tekanan biaya yang kian meningkat.
INACA menegaskan bahwa komponen bahan bakar menyumbang sekitar 40% dari total biaya operasional maskapai. Dengan lonjakan setinggi ini tanpa penyesuaian tarif, kondisi keuangan maskapai berisiko tertekan.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Mahal saat Lebaran Tak Langgar Aturan, Kemenhub Ungkap Alasannya
Menurut Denon, penyesuaian tarif tidak hanya penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis, tetapi juga untuk memastikan standar keselamatan penerbangan tetap terpenuhi serta konektivitas transportasi udara nasional tidak terganggu.
Sebelumnya, INACA mengusulkan kenaikan fuel surcharge dan TBA masing-masing sebesar 15%. Namun, dengan lonjakan harga avtur yang jauh lebih tinggi dari perkiraan, asosiasi tersebut kini meminta agar besaran kenaikan disesuaikan kembali dengan kondisi terkini.
Desakan ini menempatkan pemerintah pada posisi sulit antara menjaga daya beli masyarakat dan memastikan industri penerbangan tetap sehat di tengah tekanan biaya yang kian meningkat.
(akr)
Lihat Juga :